Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM). Nayla Salwa Quyun, mahasiswa Program Studi Fisika, berhasil meraih Juara 1 dalam Kejuaraan Daerah Paralayang Jawa Timur Tahun 2026 dan Liga Paralayang Jatim Seri 3 Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Departemen Fisika UM sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang di luar aktivitas akademik. Keberhasilan Nayla dalam kompetisi paralayang juga menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan minat, bakat, kedisiplinan, dan kemampuan berkompetisi.
Raih Juara 1 di Ajang Paralayang Jawa Timur

Kejuaraan Daerah Paralayang Jawa Timur Tahun 2026 dan Liga Paralayang Jatim Seri 3 Tahun 2026 menjadi wadah bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman mereka dalam olahraga paralayang. Dalam kompetisi tersebut, Nayla Salwa Quyun mampu menunjukkan performa terbaik hingga berhasil menempati posisi pertama.
Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi Nayla, tetapi juga membawa nama Universitas Negeri Malang dan Departemen Fisika dalam ajang olahraga tingkat Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut tentunya membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis, konsentrasi, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan mengambil keputusan selama berada di udara. Berbagai faktor lingkungan juga perlu diperhatikan dalam olahraga paralayang, termasuk kondisi angin, arah dan kecepatan angin, serta dinamika penerbangan.
Fisika dan Paralayang: Penerapan Konsep dalam Kehidupan Nyata
Sebagai mahasiswa Program Studi Fisika, keterlibatan Nayla dalam olahraga paralayang juga memberikan pengalaman menarik dalam menerapkan konsep-konsep fisika secara langsung.
Gerak paralayang berkaitan erat dengan berbagai konsep fisika, mulai dari gaya gravitasi, gaya angkat, gaya hambat udara, resultan gaya, momentum, hingga dinamika fluida dan aerodinamika. Pemahaman terhadap kondisi lingkungan dan respons sistem terhadap perubahan gaya menjadi bagian penting dalam aktivitas penerbangan.
Dalam konteks pendidikan fisika, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa konsep yang dipelajari di ruang kelas dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas kehidupan nyata. Fenomena penerbangan paralayang dapat menjadi contoh kontekstual untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip fisika bekerja pada sebuah sistem yang bergerak di udara.
Hal ini juga sejalan dengan semangat pembelajaran fisika yang tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mampu menghubungkan pengetahuan dengan fenomena dan permasalahan nyata.

Menyeimbangkan Akademik dan Pengembangan Potensi
Prestasi Nayla menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa Departemen Fisika dapat mengembangkan diri secara multidimensional. Di samping menjalani proses akademik sebagai mahasiswa Fisika, Nayla juga aktif mengembangkan potensi dalam bidang olahraga paralayang.
Keseimbangan antara pendidikan dan pengembangan minat serta bakat merupakan bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat. Kegiatan kompetitif seperti olahraga juga dapat melatih berbagai kemampuan pendukung, seperti kedisiplinan, ketekunan, pengendalian diri, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan menghadapi situasi yang dinamis.
Bagi mahasiswa yang menekuni bidang sains, pengalaman tersebut juga dapat memperluas cara pandang dalam melihat hubungan antara teori dan praktik. Fenomena yang dijumpai selama aktivitas paralayang dapat menjadi ruang belajar informal untuk mengamati dan memahami berbagai gejala fisika secara langsung.
Dukungan Departemen Fisika
Dalam perjalanan pengembangan prestasinya, Nayla memperoleh arahan dari Drs. Yoyok Adisetio Laksono, M.Si. selaku dosen pembimbing.
Dukungan dosen dan lingkungan akademik menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Departemen Fisika UM terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan kemampuan, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, organisasi, maupun berbagai kompetisi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Keberhasilan Nayla di ajang Kejuaraan Daerah Paralayang Jawa Timur 2026 menjadi tambahan prestasi yang membanggakan bagi Departemen Fisika. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Fisika UM memiliki kesempatan untuk berprestasi dalam berbagai bidang dengan tetap membawa identitas sebagai insan akademik.
Menginspirasi Mahasiswa untuk Berprestasi
Raihan Juara 1 oleh Nayla Salwa Quyun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Departemen Fisika lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Prestasi dapat dibangun melalui berbagai jalur, baik akademik maupun nonakademik, selama dilakukan dengan komitmen, latihan, dan konsistensi.
Departemen Fisika UM menyampaikan apresiasi atas pencapaian Nayla dan berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang serta berkontribusi dalam berbagai kompetisi pada tingkat yang lebih luas.
Selamat kepada Nayla Salwa Quyun atas raihan Juara 1 dalam Kejuaraan Daerah Paralayang Jawa Timur Tahun 2026 dan Liga Paralayang Jatim Seri 3 Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah untuk meraih capaian-capaian berikutnya serta menginspirasi mahasiswa Fisika UM untuk terus berani berprestasi dan mengembangkan potensinya.



