Dosen Fisika UM Bersama Tim Mahasiswa Mengembangkan Inovasi Teknologi Kapal melalui Sistem Pemesinan dan Kelistrikan

22 Sep 2026 | Berita, Fisika News, SDGS 04, SDGS 09

Malang – Mahasiswa Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM), turut berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi melalui Inovasi Sistem Pemesinan dan Kelistrikan (ISPK). Produk ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan sains dan teknologi ke dalam sebuah sistem yang dapat diterapkan pada kebutuhan rekayasa.

Tim pengembang ISPK terdiri atas Stephen Parlian Nadeak dari Program Studi Fisika, bersama Muhammad Fathi Farhan dan Hilmy Haidar Aldiansyah dari Program Studi Matematika, serta Leli Devina Yanti Amelia dan Azah Hanin Luthfi Aqiqah dari Program Studi Matematika. Tim tersebut memperoleh bimbingan dari Dr. Hafizh Prihatin, S.Si., M.Si (Departemen Fisika).

 

Mengintegrasikan Sistem Pemesinan dan Kelistrikan

ISPK dikembangkan dengan memadukan aspek pemesinan dan kelistrikan dalam satu pendekatan sistem. Pengembangan ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proses perancangan dan pengembangan teknologi. Dalam prosesnya, mahasiswa terlibat dalam berbagai tahapan pengembangan, mulai dari perancangan sistem, pemilihan dan integrasi komponen, pengujian, identifikasi permasalahan teknis, hingga evaluasi dan penyempurnaan.

Bagi mahasiswa Fisika, proses tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan berbagai konsep fisika yang berkaitan dengan mekanika, gaya, energi, listrik, dan sistem pengukuran. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa dari bidang Matematika memperkuat aspek analisis dan pemodelan dalam proses pengembangan. Kolaborasi lintas bidang tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi membutuhkan integrasi berbagai disiplin ilmu. Konsep-konsep dasar yang dipelajari di ruang kuliah dapat menjadi landasan untuk memahami, merancang, dan mengembangkan suatu sistem teknologi.

Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengembangkan Kompetensi Mahasiswa

Pengembangan ISPK juga memberikan pengalaman pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa. Dalam proses ini, mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan persoalan teoritis, tetapi juga harus menemukan solusi terhadap berbagai persoalan teknis yang muncul selama pengembangan produk. Proses tersebut melatih sejumlah kompetensi penting, seperti problem solving, berpikir analitis, kreativitas, kerja sama tim, komunikasi teknis, dan pengambilan keputusan. Mahasiswa juga belajar melakukan evaluasi terhadap rancangan berdasarkan hasil pengujian dan melakukan perbaikan secara bertahap. Pengalaman semacam ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin membutuhkan kemampuan lintas disiplin.

ISPK Diuji melalui Kompetisi Nasional

Hasil pengembangan ISPK kemudian dibawa oleh tim mahasiswa untuk mengikuti Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji hasil pengembangan sekaligus memperoleh pengalaman dalam mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan inovasi yang dikembangkan. Dalam kompetisi tersebut, tim UM berhasil meraih Harapan II. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan ISPK. Bagi tim, kompetisi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman, evaluasi, dan pembelajaran dalam mengembangkan produk berbasis teknologi.

Kontribusi Mahasiswa Fisika dalam Inovasi Teknologi

Keterlibatan Stephen Parlian Nadeak, mahasiswa Program Studi Fisika, menunjukkan kontribusi mahasiswa Fisika dalam pengembangan teknologi yang memadukan konsep sains dengan aspek rekayasa. Fisika memiliki peran penting dalam memahami prinsip kerja berbagai sistem teknologi. Pemahaman mengenai mekanika, listrik, energi, pengukuran, serta interaksi berbagai komponen menjadi dasar yang dapat digunakan untuk menganalisis dan mengembangkan sistem teknologi. Melalui keterlibatan dalam proyek ISPK, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan fisika dapat digunakan dalam konteks pengembangan produk dan teknologi.

Mendukung Ekosistem Inovasi di Perguruan Tinggi

Pengembangan ISPK juga mencerminkan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang untuk menumbuhkan budaya inovasi. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga didorong untuk menjadi pengembang solusi berbasis sains dan teknologi. Kegiatan tersebut sejalan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 9, khususnya Target 9.5 yang berkaitan dengan peningkatan penelitian ilmiah dan kapasitas teknologi serta inovasi. Pengembangan produk melalui proses perancangan, pengujian, dan penyempurnaan menjadi bagian dari proses membangun kapasitas inovasi di lingkungan akademik. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 Target 4.4 melalui penguatan keterampilan teknis dan profesional mahasiswa. Pengalaman mengembangkan ISPK memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan profesional.

Mendorong Mahasiswa Terus Berinovasi

Departemen Fisika UM terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan penelitian, proyek teknologi, kompetisi, dan inovasi. Pengembangan ISPK menjadi salah satu contoh bahwa proses pembelajaran dapat diarahkan untuk menghasilkan karya yang mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman praktik. Ke depan, pengalaman pengembangan ISPK diharapkan dapat menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk terus melakukan penyempurnaan dan mengembangkan inovasi teknologi lainnya. Kolaborasi lintas program studi juga diharapkan semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan aplikatif. Melalui ISPK, mahasiswa Fisika UM menunjukkan bahwa penguasaan konsep sains dapat dikembangkan menjadi pengalaman nyata dalam merancang dan mengembangkan teknologi. Capaian tersebut sekaligus memperkuat budaya inovasi dan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan Departemen Fisika UM.

Berita terkait