Dosen University Malaysia Sabah Berbagi Perspektif Seismologi dalam Kuliah Tamu S2 Pendidikan Fisika UM

23 Sep 2026 | Fisika News, SDGS 04, Uncategorized

Malang, 26 Juni 2026 – Program Studi S2 Pendidikan Fisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM), menghadirkan akademisi dari University Malaysia Sabah (UMS) dalam kegiatan kuliah tamu untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan fisika dalam kajian kebumian dan kegempaan. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Megawati Soekarno, M.S., dosen (Lecturer) University Malaysia Sabah, sebagai narasumber dengan topik “Source Characterization of Shallow Crustal Earthquake: The 27 May 2006 Mw 6.4 Java Earthquake”. Kuliah tamu dilaksanakan pada 26 Juni 2026 di Gedung B22, Ruang R115, Departemen Fisika UM, dengan durasi 4 jam pelajaran (4 JS).

Mengkaji Karakteristik Sumber Gempa Dangkal

Topik yang disampaikan dalam kuliah tamu berfokus pada karakterisasi sumber gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake), dengan mengambil studi kasus gempa Jawa yang terjadi pada 27 Mei 2006. Kajian terhadap sumber gempa menjadi bagian penting dalam geofisika karena dapat memberikan pemahaman mengenai karakteristik kejadian gempa, mekanisme sumber, serta kondisi geologi yang berkaitan dengan aktivitas seismik. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep-konsep fisika digunakan untuk memahami fenomena kebumian yang terjadi secara nyata. Studi kasus gempa Jawa memberikan konteks pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa karena menghubungkan konsep fisika dengan fenomena alam yang memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat. Pembahasan mengenai karakteristik sumber gempa juga dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana data dan metode ilmiah digunakan untuk menganalisis suatu peristiwa seismik.

Memperkuat Pembelajaran Fisika yang Kontekstual

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari pembelajaran pada mata kuliah PFIS258011 Pembelajaran Fisika Terdiferensiasi dan Mendalam pada Program Studi S2 Pendidikan Fisika. Kehadiran narasumber dari lingkungan akademik internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan kajian fisika dan penerapannya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep dari perspektif teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana penelitian ilmiah dilakukan untuk menjawab persoalan nyata. Pembahasan berbasis studi kasus juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami hubungan antara konsep fisika, data ilmiah, fenomena alam, dan konteks kehidupan masyarakat. Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter pembelajaran fisika di jenjang magister yang mendorong mahasiswa untuk memahami konsep secara mendalam sekaligus mampu mengaitkannya dengan persoalan autentik.

Memperluas Jejaring Akademik Internasional

Keterlibatan Dr. Megawati Soekarno dari University Malaysia Sabah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat interaksi akademik internasional di lingkungan Departemen Fisika UM. Kuliah tamu menghadirkan ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan mahasiswa, sekaligus membuka peluang untuk memperkenalkan perkembangan kajian fisika dan geofisika dari perspektif akademisi di kawasan Asia Tenggara. Interaksi akademik semacam ini penting bagi mahasiswa S2 Pendidikan Fisika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu, pendekatan penelitian, serta isu-isu fisika yang relevan secara regional maupun global.

Mendukung SDG 4 melalui Penguatan Pembelajaran

Kegiatan kuliah tamu ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Bermutu. Kehadiran akademisi dari University Malaysia Sabah memberikan tambahan sumber belajar bagi mahasiswa dan memperluas akses terhadap pengetahuan serta pengalaman akademik dari lingkungan pendidikan tinggi internasional. Secara khusus, kegiatan ini relevan dengan Target 4.3, yang menekankan akses yang setara terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas, serta Target 4.4 melalui penguatan keterampilan analitis dan akademik mahasiswa. Selain itu, topik karakterisasi sumber gempa juga memperlihatkan peran ilmu fisika dalam memahami fenomena kebumian dan mengembangkan pengetahuan berbasis bukti. Hal ini memperkuat posisi pembelajaran fisika sebagai bagian dari pendidikan sains yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pemahaman terhadap persoalan nyata.

Memperkuat Kompetensi Mahasiswa S2 Pendidikan Fisika

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa S2 Pendidikan Fisika UM memperoleh pengalaman akademik yang mempertemukan pendidikan fisika, fisika kebumian, dan penelitian seismologi. Materi yang disampaikan melalui studi kasus gempa Jawa memberikan konteks nyata bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana suatu fenomena fisika dapat dikaji menggunakan pendekatan ilmiah. Departemen Fisika UM terus mendorong kegiatan pembelajaran yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Kehadiran Dr. Megawati Soekarno dari University Malaysia Sabah menjadi salah satu bentuk penguatan atmosfer akademik dan jejaring keilmuan yang mendukung pembelajaran di Program Studi S2 Pendidikan Fisika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin mampu mengembangkan pemahaman fisika secara mendalam, menghubungkan konsep dengan fenomena nyata, serta membangun wawasan akademik yang lebih luas dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berita terkait