0341-552180 [email protected]

Universitas Negeri Malang terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan kuliah dan diskusi bertema Sustainability Science and Africa–Asia Collaboration yang menghadirkan Dr. Daniel Nyanganyura sebagai narasumber utama di departemen Fisika pada hari senin, 11 Mei 2026. Dr. Daniel Nyanganyura berasal dari Future Earth Africa Hub Leadership Centre, sebuah lembaga yang berfokus pada pengembangan riset keberlanjutan (sustainability science), kolaborasi internasional, dan penguatan jejaring ilmiah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Afrika dan global.

Dalam kegiatan tersebut, Daniel Nyanganyura menekankan pentingnya kolaborasi antara negara-negara Afrika dan Asia dalam menghadapi tantangan global seperti krisis air, energi berkelanjutan, perubahan iklim, serta kesehatan planet (planetary health). Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas negara, lintas disiplin ilmu, dan keterlibatan masyarakat global.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut membahas bagaimana sains keberlanjutan (sustainability science) dapat menjadi jembatan untuk memperkuat riset kolaboratif, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan inovasi berbasis kebutuhan lokal. Fokus utama yang diangkat meliputi isu air bersih, energi berkelanjutan, dan kesehatan lingkungan yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Bagi UM, kegiatan ini memberikan dampak strategis dalam memperkuat internasionalisasi kampus serta membuka peluang kerja sama penelitian global, khususnya pada bidang perubahan iklim, pendidikan sains, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran akademisi dan pemimpin sains internasional juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami tantangan keberlanjutan dari perspektif global dan lintas kawasan.

Bagi lingkungan akademik FMIPA UM, tema yang dibahas juga sangat relevan dengan berbagai program dan pengembangan riset yang telah dijalankan, termasuk program energi bersih dan energi berkelanjutan. Penguatan isu energi bersih menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan tantangan emisi karbon. Forum ini mendorong sivitas akademika untuk mengembangkan inovasi dan penelitian yang mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan, efisiensi energi, serta teknologi berkelanjutan yang dapat diterapkan di masyarakat.

Selain memperluas jejaring akademik internasional, kegiatan ini turut mendorong penguatan kapasitas riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa depan. Kolaborasi Afrika–Asia dinilai penting karena kedua kawasan menghadapi tantangan serupa terkait ketahanan air, transisi energi, kesehatan lingkungan, dan dampak perubahan iklim.

Kegiatan ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pembahasan mengenai ketahanan air dan akses air bersih mendukung SDG 6 (Clean Water and Sanitation), sementara diskusi mengenai energi berkelanjutan berkaitan langsung dengan SDG 7 (Affordable and Clean Energy). Isu planetary health dan dampak lingkungan terhadap kesehatan manusia juga mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) serta SDG 13 (Climate Action).

Lebih jauh, semangat kolaborasi Afrika–Asia yang dibangun dalam forum ini mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals), yaitu penguatan kemitraan global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi internasional dianggap menjadi kunci penting dalam menghasilkan solusi ilmiah yang inklusif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi masyarakat dunia.

Melalui kegiatan ini, UM menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi bagian aktif dari gerakan global dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat dunia.