Departemen Fisika Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan Seminar Pakar (Senin, 6 April 2026) dengan menghadirkan narasumber terkemuka, Prof. Drs. Suminar Pratapa, M.Sc, Ph.D. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Seminar ini mengangkat tema strategis mengenai peran X-Ray Diffraction (XRD) dalam mendukung riset material modern.

Prof. Suminar menjelaskan bahwa teknik X-Ray Diffraction (XRD) merupakan salah satu metode utama dalam karakterisasi material, khususnya untuk mengidentifikasi struktur kristal, fase material, serta sifat-sifat mikroskopik yang sangat menentukan kinerja suatu bahan. Pemanfaatan XRD saat ini semakin luas, mulai dari pengembangan material energi, semikonduktor, hingga material ramah lingkungan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memperluas wawasan riset berbasis instrumentasi modern, sekaligus memperkuat budaya penelitian di lingkungan Departemen Fisika UM. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi peserta, terutama dalam mengaitkan penggunaan XRD dengan topik-topik penelitian terkini.

Melalui kegiatan ini, Departemen Fisika UM terus berupaya menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu fisika, khususnya dalam bidang material dan instrumentasi, serta mendorong kolaborasi riset yang berdampak secara nasional maupun global.
Seminar ini tidak hanya menjadi ruang berbagi keilmuan, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui akses langsung kepada pakar dan pemanfaatan teknologi karakterisasi mutakhir seperti X-Ray Diffraction (XRD), kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sebagaimana diamanatkan dalam SDG 4 (Quality Education). Di saat yang sama, penguatan riset material berbasis teknologi modern yang dibahas dalam seminar ini menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi dan pembangunan infrastruktur keilmuan yang berdaya saing, selaras dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Lebih jauh, pemahaman mendalam terhadap struktur material melalui teknik XRD membuka peluang besar dalam pengembangan material fungsional untuk energi bersih, sehingga turut mendukung upaya global dalam mewujudkan sistem energi berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam SDG 7 (Affordable and Clean Energy).