0341-552180 [email protected]

Sebagai bentuk komitmen dalam memperkaya wawasan dan memperluas cakrawala akademik mahasiswa, Departemen Fisika Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar kegiatan rutin Physics Guest Lecture 2025 pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Ruang 115 Departemen Fisika. Acara ini mengusung tema menarik dan futuristik, yakni “Quantum Teleportation and Its Realization on Quantum Chips”, dengan menghadirkan tiga narasumber ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yaitu Dr. Heru Sukamto, M.Si., Dr. Lila Yuwana, M.Si., dan Dr. Muhammad Taufiq, M.Si.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh salah satu dosen Departemen Fisika UM yang menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan departemen untuk menghadirkan topik-topik terkini dalam dunia fisika modern. Ia menegaskan pentingnya memperkenalkan mahasiswa pada perkembangan riset yang tengah membentuk masa depan teknologi global, khususnya dalam bidang fisika kuantum dan komputasi informasi.

Dalam sesi pemaparan utama, Dr. Heru Sukamto menjelaskan konsep dasar quantum teleportation, yaitu proses mentransfer informasi kuantum dari satu tempat ke tempat lain tanpa perpindahan fisik partikel. “Teleportasi kuantum bukanlah fiksi ilmiah, melainkan hasil dari penerapan prinsip superposisi dan keterikatan kuantum (entanglement) yang kini sudah dapat diwujudkan dalam skala eksperimen,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Lila Yuwana menyoroti sisi teknologi dari fenomena ini. Ia memaparkan bagaimana prinsip-prinsip teleportasi kuantum mulai diimplementasikan dalam perangkat quantum chips, yaitu sirkuit mikro berbasis mekanika kuantum yang menjadi fondasi bagi komputer kuantum generasi baru. “Jika teknologi ini berkembang stabil dan terukur, kita akan memiliki sistem komputasi yang jauh melampaui batas kecepatan dan efisiensi komputer klasik,” jelasnya.

Melengkapi sesi diskusi, Dr. Muhammad Taufiq mengajak peserta memahami potensi penerapan teleportasi kuantum dalam sistem komunikasi yang aman. Ia menekankan bahwa sifat unik partikel kuantum yang tidak dapat dikloning (no-cloning theorem) menjadikan sistem informasi kuantum memiliki tingkat keamanan sangat tinggi, membuka peluang besar dalam bidang komunikasi terenkripsi dan jaringan kuantum global.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti muda Departemen Fisika UM. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar peluang riset, arah pengembangan teknologi, serta tantangan eksperimental dalam mewujudkan teleportasi kuantum di dunia nyata. Diskusi berlangsung interaktif dan membuka ruang kolaborasi antara peneliti UM dan ITS di bidang fisika teoretik dan eksperimen kuantum.

Selain sebagai sarana pembelajaran, Physics Guest Lecture juga menjadi ajang inspiratif untuk menumbuhkan semangat riset mahasiswa. Salah satu peserta, mahasiswa semester tujuh program studi Fisika, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka pandangan baru tentang bagaimana teori kuantum yang selama ini dipelajari di kelas ternyata memiliki implementasi nyata dalam pengembangan teknologi modern.

Menutup kegiatan, perwakilan Departemen Fisika UM menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari ITS atas kontribusinya dalam membagikan pengetahuan dan pengalaman riset terkini. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kolaborasi antara universitas dalam membangun ekosistem akademik yang inovatif dan relevan dengan perkembangan sains global.

Dengan mengangkat tema “where theory meets technology”, kuliah tamu ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoretis mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa fisika kuantum kini menjadi jantung dari revolusi teknologi masa depan — dari sistem komunikasi, komputasi, hingga keamanan data. Departemen Fisika UM berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang memantik rasa ingin tahu, membangun kemampuan berpikir kritis, dan menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia ilmiah yang semakin kompleks dan menantang.