Tim peneliti Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) dibawah bimbingan Nurul Hidayat, S.Si, M.Si, Ph.D saat ini tengah menjalankan riset inovatif di Laboratorium Optika FMIPA UM. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem sensor medan magnet berbasis serat optik coreless termination fiber (CTF) yang difungsionalisasi dengan nanopartikel spheris oksida besi. Penelitian ini merupakan bagian dari skema kolaborasi pendanaan Matching Fund antara UM dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dengan keterlibatan pakar dari UTM, yakni Ts. Dr. Muhammad Safwan Abd Aziz, sebagai mitra pendamping riset.

Foto Kunjungan ke UTM Malaysia dalam Rangka Tindak Lanjut Riset Kolaborasi Internasional, Matching fund
Riset ini menggunakan metode ablasi laser untuk sintesis nanopartikel oksida besi. Metode tersebut dipilih untuk menjawab tantangan dalam menghasilkan nanopartikel berbentuk seragam (spheris) serta mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya yang umumnya digunakan dalam proses sintesis konvensional. Peneliti akan menganalisis pengaruh dari salah satu paramater dari teknik ablasi laser Nd:YAG, yaitu energi laser, terhadap karakteristik optik, struktur, dan sifat magnetik dari nanopartikel yang dihasilkan.
Dari hasil sintesis, sampel nanopartikel akan diaplikasikan pada permukaan serat optik CTF untuk meningkatkan sensitivitas dari sensor tersebut. Selanjutnya, sensor ini akan dievaluasi untuk mendeteksi keberadaan medan magnet melalui analisis sensitivitas, keberulangan, dan stabilitas sensor.
Penelitian ini menghadirkan tantangan teknis yang tidak sederhana. Penanganan serat optik yang sangat tipis, seukuran sehelai rambut manusia, memerlukan ketelitian tinggi. Selain itu, kecenderungan nanopartikel magnetik untuk beraglomerasi menjadi tantangan tersendiri dalam mencapai bentuk spheris yang diharapkan.
Penelitian ini secara langsung mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Fokus pada inovasi teknologi sensor berbasis serat optik dan material ramah lingkungan menjadi kontribusi nyata terhadap pengembangan industri masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Melalui pengembangan teknologi sensor medan magnet yang presisi dan minim dampak lingkungan, penelitian ini turut mendorong pembangunan infrastruktur berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Selain itu, pendekatan ramah lingkungan dalam riset ini turut mendukung inisiatif UM Green Campus, khususnya dalam pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya dan pengembangan teknologi hijau yang mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan ekosistem kampus.