Dalam rangka mendorong inovasi berbasis kearifan lokal sekaligus meningkatkan kemandirian mahasiswa Indonesia di luar negeri, Tim Pengabdian FMIPA Universitas Negeri Malang kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kota Zhongli, Taiwan. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Mahasiswa Indonesia di Taiwan melalui Pelatihan Pembuatan Tempe”, yang merupakan bagian dari skema penelitian desentralisasi FMIPA UM. Acara ini sukses diselenggarakan pada 17 Mei 2025 bertempat di Grand Lecture Hall, Zhongli, dengan dukungan penuh dari komunitas pelajar Indonesia setempat.
Kegiatan yang dipimpin oleh Khusaini, S.Pd., M.Ed., Ph.D. yang merupakan dosen S1 Pendidikan Fisika FMIPA UM, bersama tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si. dan Ratna Juwita, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., ini bertujuan untuk membekali mahasiswa indonesia di luar negeri dengan keterampilan praktis dalam memproduksi tempe secara mandiri. Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan dapat mendukung kesejahteraan hidup mereka di perantauan sekaligus menjaga budaya kuliner asli Indonesia.
Peserta pelatihan tak hanya mempelajari kandungan gizi dan proses pembuatan tempe, tetapi juga mengeksplorasi potensi tempe sebagai peluang usaha. Materi disajikan secara menarik melalui flyer dan praktik langsung yang dipandu oleh tim. Antusiasme tinggi terlihat saat peserta membuat tempe sendiri, lalu memberi label kemasan sebagai latihan branding produk. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini mempererat solidaritas antar mahasiswa Indonesia di Taiwan. Survei kepuasan di akhir sesi menjadi langkah evaluatif untuk menyempurnakan kegiatan serupa ke depannya.
Salah satu hal menarik yang ditemukan selama kegiatan pelatihan ini adalah bagaimana menghasilkan tempe dengan rasa tertentu. Pemberian rasa ini seperti rasa coklat, keju, dan lain sebagainya yang sudah mulai ada di pasaran. Pelajar Indonesia di Taiwan menunjukkan semangat yang tinggi selama kegiatan karena berdasarkan info yang mereka sampaikan menunjukkan harga tempe di Taiwan relatif mahal yaitu berkisar 50 ribu rupiah sehingga pelatihan ini dirasa bermanfaat untuk menunjang kesejahteraan selama belajar di Taiwan.
Penelitian ini juga memberikan dukungan terhadap SDGs nomor 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong pembuatan tempe secara mandiri, hemat bahan, dan minim limbah. Kegiatan ini membentuk kebiasaan konsumsi yang sehat sekaligus mengajarkan produksi pangan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bukti nyata kontribusi UM Green Campus, khususnya mendukung pengembangan budaya dan membentuk kebiasaan mahasiswa untuk memperkuat nilai- nilai kearifan lokal dan mendorong efisiensi sumber daya sebagai bagian dari solusi global. Pembuatan tempe menggunakan metode fermentasi alami tanpa bahan pengawet, dengan limbah organik yang mudah terurai yang dapat dijadikan kompos, juga sejalan dengan prinsip zero waste yang diusung UM Green Campus.