Malang — Mahasiswa Program Studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang (UM), Nur Safinatun Najah, mengembangkan inovasi sensor glukosa berbasis serat optik dengan memanfaatkan nanomaterial berbasis nanopartikel perak (AgNPs) yang dikombinasikan dengan ekstrak kayu bajakah (Spatholobus littoralis). Penelitian ini dilaksanakan dalam skema Hibah Penelitian Skripsi Tahun 2025 dengan bimbingan dari Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si.

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sensor glukosa non-invasif yang lebih akurat dan sensitif melalui pemanfaatan fenomena Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) pada permukaan serat optik. Nanohibrida AgNPs/Spatholobus littoralis disintesis menggunakan teknologi laser dengan metode ablasi laser Nd:YAG, sebuah metode mutakhir yang memungkinkan pembuatan nanopartikel tanpa bahan kimia tambahan, serta mendukung konsep green nanotechnology.
“Kami mencoba memadukan pendekatan fisika optik dengan potensi hayati lokal. Kayu bajakah dikenal mengandung flavonoid dan senyawa bioaktif lain yang sangat potensial untuk pengembangan material sensor,” jelas Nur Safinatun Najah saat ditemui di Laboratorium Optika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UM.
Dalam prosesnya, penelitian ini tidak hanya melibatkan kegiatan sintesis dan karakterisasi nanohibrida, tetapi juga integrasi material ke dalam sistem serat optik dengan konfigurasi single mode fiber –no core fiber– single mode fiber (SNS). Uji performa dilakukan terhadap berbagai konsentrasi glukosa untuk mengevaluasi sensitivitas dan stabilitas sensor yang dikembangkan.
Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur). Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan fisika, kimia material, dan teknologi kesehatan, hasil riset ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan biosensor hemat biaya dan ramah lingkungan untuk pemantauan glukosa secara real-time dan akurat.
Penelitian pengembangan sensor glukosa ini turut mendukung visi Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus, khususnya dalam aspek riset ramah lingkungan dan pengelolaan laboratorium berkelanjutan. Proses sintesis nanohibrida AgNPs/kayu bajakah dilakukan menggunakan metode ablasi laser Nd:YAG, yang tidak memerlukan bahan kimia berbahaya, sehingga mengurangi limbah kimia dan emisi beracun di laboratorium. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip green nanotechnology yang mendukung efisiensi energi dan keselamatan lingkungan.
Pemanfaatan ekstrak kayu bajakah sebagai bahan lokal juga menunjukkan komitmen UM dalam melestarikan biodiversitas Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada material impor dan sintetis. Dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan potensi hayati lokal, riset ini membuka peluang pengembangan produk teknologi ramah lingkungan yang relevan secara sosial dan ekologis.
Rangkaian penelitian dilaksanakan secara aktif di Laboratorium Optika, Departemen Fisika, FMIPA UM dengan dukungan dosen pembimbing dan tim laboran, serta didokumentasikan melalui kegiatan eksperimen, diskusi kelompok, hingga sintesis material.