Malang, 18 November 2024 – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu “Pendidikan Berkualitas,” Program Studi S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan sesi perkuliahan “Bahasa Inggris untuk Guru Fisika.” Kuliah ini berlangsung di Gedung B23.306 dan diampu oleh Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., seorang dosen yang ahli dalam pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris untuk tujuan khusus.
Sesi ini berfokus pada pengembangan keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang penting bagi para pendidik fisika, terutama dalam menyampaikan konsep ilmiah dalam konteks internasional. Dengan tema “Menguasai Bahasa Ilmiah dan Interaksi Kelas dalam Bahasa Inggris,” kuliah ini bertujuan membekali peserta dengan kosakata, struktur kalimat, dan strategi pengajaran yang diperlukan untuk menyampaikan materi fisika secara efektif dalam bahasa Inggris.
Selain mahasiswa reguler, kuliah ini juga dihadiri oleh peserta dari luar, yaitu dua peneliti fisika dan seorang guru privat, yang ikut serta untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar dan pengembangan profesional. Dr. Nuril memandu para peserta melalui berbagai kegiatan interaktif, seperti simulasi pengajaran di kelas, analisis teks ilmiah, dan latihan pengucapan istilah-istilah fisika dengan tepat.
Kegiatan yang interaktif ini mendorong peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi tantangan dalam pengajaran, dan berkolaborasi mencari strategi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep fisika dalam bahasa Inggris. Kehadiran peserta dari luar menunjukkan keterbukaan UM dalam mendorong pertukaran ilmu pengetahuan antara akademisi dan praktisi pendidikan.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen UM untuk menghasilkan pendidik yang memiliki kompetensi global dan mampu menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan bahasa. Dengan menawarkan mata kuliah khusus seperti Bahasa Inggris untuk Guru Fisika, universitas ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan sains, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kuliah ini ditutup dengan diskusi kelompok dan refleksi tentang bagaimana penguasaan bahasa Inggris dapat memberdayakan para pendidik untuk mengakses sumber daya global dan menghubungkan siswa dengan komunitas ilmiah yang lebih luas. Universitas Negeri Malang terus memprioritaskan program-program inovatif dan inklusif seperti ini untuk mempersiapkan para pendidik masa depan yang tidak hanya terampil mengajar tetapi juga percaya diri bersaing di tingkat global.