0341-552180 [email protected]

Tim dosen dan mahasiswa dari Departemen Fisika Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia (USM) berhasil mengembangkan prototipe alat pemantauan tanda vital berbasis Internet of Things (IoT) sebagai terobosan inovatif di bidang kesehatan. Perangkat ini memungkinkan pengukuran detak jantung, saturasi oksigen, dan suhu tubuh secara non-invasif dan real-time, tanpa perlu bergantung pada alat medis konvensional yang kerap menimbulkan rasa sakit seperti jaram suntik. Kehadiran inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan pelayanan medis yang masih sering menimbulkan ketidaknyamanan, terutama pada anak-anak, serta minimnya akses informasi prosedural yang dialami pasien dan keluarga.

Pengembangan alat ini merupakan bagian dari program Hibah Internal UM Tahun 2025 yang mendukung riset aplikasi di bidang kesehatan dan teknologi. Dengan menggabungkan sensor modern dan konektivitas IoT, alat ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan tenaga medis dalam memantau kondisi vital pasien dengan lebih nyaman, cepat, dan efektif.

Prototipe ini menggunakan sensor MAX30102 untuk mengukur detak jantung dan saturasi oksigen dalam darah dengan metode optik berbasis cahaya merah dan inframerah. Untuk pengukuran suhu tubuh, digunakan sensor MLX90614 yanag bekerja secara non-kontak melalui radiasi inframerah. Data dari kedua sensor diolah oleh mikrokontroler ESP32 C3, lalu ditampilkan secara langsung pada layar Sunfounder 7 inci serta dikirimkan secara real-time melalui koneksi internet ke antarmuka website yang dapat diakses pengguna. Melalui sistem ini, pengguna dapat memantau tanda vital kapan saja dan dimana saja, tanpa harus berada di fasilitas kesehatan. Fitur ini sangat relevan di tengah kebutuhan pemantauan pasien jarak jauh, terutama bagi pasien dengan kondisi kronis, lansia, maupun mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri.

  Hasil uji awal menunjukkan bahwa alat ini mampu memberikan pembacaan yang stabil dan akurat pada seluruh parameter yang diukur. Selain itu, pendekatan non-invasif yang diterapkan terbukti secara signifikan meningkatkan kenyamanan pengguna. Tidak hanya memberikan manfaat praktis, prototipe ini juga menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan nyata di bidang kesehatan, terutama dalam meningkatkan informasi, kenyamanan, dan aksesibilitas pelayanan medis.

Ke depan, tim pengembang berencana menambahkan fitur notifikasi kondisi abnormal, penyimpanan data terintegrasi dengan database kesehatan, dan kemungkinan kolaborasi dengan layanan kesehatan lokal. Dengan desain yang ringkas dan fungsional, alat ini juga memiliki potensi untuk diperluas pemanfaatannya pada Puskesmas, klinik, dan layanan kesehatan berbasis komunitas.

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini, serta mendukung pelayanan medis yang lebih ramah, responsif, dan berbasis teknologi. (SDGs 3)