0341-552180 [email protected]

Malang, 19 Juni 2025 – Tim dosen dari Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan guru-guru SMA Laboratorium UM tengah melakukan penelitian pengembangan bahan ajar inovatif untuk siswa kelas X jenjang SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan buku ajar Matematika dan Fisika yang tidak hanya berbasis pendekatan inkuiri, tetapi juga terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), guna menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21.

Ketua tim peneliti, Dr. Dahliatul Hasanah, S.Si., M.Math.Sc., menjelaskan bahwa buku ini dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif (4C). “Kami ingin menghasilkan buku ajar yang mampu mengajak siswa mengeksplorasi konsep sains secara aktif melalui pendekatan inkuiri, sekaligus memanfaatkan teknologi AI untuk memperkuat pemahaman mereka,” ujarnya.

Tim peneliti lainnya terdiri atas Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si., Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Dr. Shirly Rizki Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd., yang memiliki keahlian di bidang  sains, teknologi pembelajaran, dan pengembangan kurikulum. Kolaborasi dengan guru-guru SMA Laboratorium UM menjadi aspek kunci dalam memastikan bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan riil di kelas.

Dalam proses pengembangan, guru-guru dari SMA Laboratorium UM dilibatkan secara aktif sebagai mitra kolaboratif. Mereka memberikan masukan terhadap struktur materi, pendekatan pembelajaran, serta uji coba awal bahan ajar di kelas. Kolaborasi ini menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan inovasi pendidikan yang berdampak langsung pada pembelajaran di lapangan.

Penelitian ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang untuk tahun fiskal 2025. Dana tersebut digunakan untuk mendukung proses pengembangan materi, pelatihan guru, uji coba lapangan, dan penyusunan prototipe buku ajar interaktif berbasis digital dan cetak.

Ke depan, tim peneliti menargetkan bahan ajar ini dapat diperluas penggunaannya ke sekolah-sekolah lain di Indonesia, khususnya yang sedang beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka dan transformasi digital dalam pembelajaran. “Harapannya, buku ajar ini dapat menjadi solusi konkret dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global, dengan bekal literasi sains dan kemampuan berpikir kritis yang kuat,” tambah Dr. Dahliatul Hasanah.

Kegiatan kolaboratif antara dosen Universitas Negeri Malang (UM) dan guru SMA Laboratorium UM dalam mengembangkan buku ajar berbasis inkuiri dan kecerdasan buatan (AI) berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan program UM Green Campus. Dari sisi SDGs, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan menyediakan bahan ajar inovatif yang mendorong keterampilan abad-21 (4C) dan selaras dengan Kurikulum Merdeka. Integrasi teknologi AI juga merupakan bentuk implementasi SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), karena menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis digital yang adaptif dan modern. Selain itu, kolaborasi antara dosen dan guru mencerminkan prinsip SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan.

Dari perspektif UM Green Campus, pengembangan buku ajar digital mendukung upaya pengurangan penggunaan kertas dan mendorong efisiensi sumber daya melalui digitalisasi pembelajaran. Pendekatan inkuiri yang digunakan juga berkontribusi dalam menanamkan kesadaran akan isu-isu keberlanjutan dan lingkungan sejak dini kepada siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UM dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.