
Malang, 16/04/2026 – Suasana akademik yang dinamis dan kolaboratif terasa dalam perkuliahan Penelitian Kualitatif di Departemen Fisika Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini menghadirkan model co-teaching antara Prof. Henriette Tolstrup Holmegaard, Ph.D. dari University of Copenhagen dan Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D. , yang bersama-sama membimbing mahasiswa dalam memahami praktik penelitian kualitatif secara lebih mendalam dan kontekstual.
Pada pertemuan ini, fokus utama pembelajaran adalah pada teknik pengumpulan dan analisis data kualitatif, khususnya open interview, structured interview, serta proses coding data. Pada sesi awal, mahasiswa diperkenalkan pada perbedaan mendasar antara open interview dan structured interview. Prof. Hendriette menjelaskan bahwa open interview memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi responden untuk mengungkapkan pengalaman dan perspektif mereka secara bebas, sementara structured interview lebih terarah dengan panduan pertanyaan yang sistematis. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami kapan dan bagaimana masing-masing teknik digunakan sesuai dengan tujuan penelitian.
Selanjutnya, Ibu Nuril memandu mahasiswa dalam memahami proses coding, yaitu tahapan penting dalam analisis data kualitatif. Mahasiswa diajak untuk:
- mengidentifikasi tema-tema utama dari hasil wawancara,
- mengelompokkan data berdasarkan kategori tertentu,
- serta menginterpretasikan makna di balik data yang diperoleh.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan latihan langsung menggunakan contoh data wawancara, sehingga mahasiswa dapat mengalami proses analisis secara nyata.

Model co-teaching yang diterapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya, karena mahasiswa mendapatkan perspektif internasional sekaligus lokal dalam memahami metodologi penelitian. Interaksi aktif antara dosen dan mahasiswa juga menciptakan suasana diskusi yang kritis dan reflektif.
Kegiatan ini secara langsung mendukung beberapa tujuan SDGs, khususnya: SDG 4: Quality Education
Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis riset. SDG 5: Gender Equality
Memberikan pemahaman tentang pentingnya penelitian dalam mengungkap ketimpangan gender melalui data kualitatif. SDG 10: Reduced Inequalities Melatih mahasiswa untuk mengkaji isu-isu ketimpangan sosial dan inklusi dalam berbagai konteks pendidikan dan masyarakat.
Model co-teaching ini juga mencerminkan praktik pendidikan yang inklusif dan kolaboratif lintas perspektif, sejalan dengan semangat SDGs dalam membangun kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
Dengan mengaitkan metode penelitian kualitatif dengan isu-isu global, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab global dalam menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat.