0341-552180 [email protected]

Departemen Fisika kembali menyelenggarakan kegiatan co-teaching bertajuk “Waste Treatment Technology” pada Senin, 5 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB, bertempat di ruang B22 R218. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Fisika sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik berbasis isu global.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Mohd Shahril bin Salleh dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai pengajar tamu yang menyampaikan perkembangan mutakhir dalam teknologi pengolahan limbah. Materi yang disampaikan mencakup pendekatan ilmiah dalam mengelola limbah cair dan padat melalui teknologi berbasis fisika dan rekayasa material, termasuk inovasi yang mengarah pada efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.

Pelaksanaan co-teaching juga didampingi oleh Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si., M.T. yang berasal dari Program Studi S2 Fisika. Peran beliau sangat penting dalam menjembatani kedalaman konsep teoretis dengan konteks pembelajaran mahasiswa, sekaligus mengarahkan diskusi menuju pendekatan analitis dan kritis berbasis riset. Kehadiran dosen dengan home base S2 ini memperkuat integrasi antara pembelajaran sarjana dan pengembangan keilmuan tingkat lanjut.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami bagaimana teknologi pengolahan limbah tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keberlanjutan yang lebih luas. Diskusi yang berkembang menekankan pentingnya inovasi berbasis sains dalam menjawab tantangan lingkungan global yang semakin kompleks.

Kegiatan ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong ketersediaan air bersih melalui pengolahan limbah yang efektif, memperkuat praktik produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, serta berkontribusi pada aksi mitigasi perubahan iklim. Integrasi antara pembelajaran, riset, dan kolaborasi internasional dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen pendidikan tinggi dalam menghasilkan solusi ilmiah yang berdampak bagi keberlanjutan global.