0341-552180 [email protected]

Malang, 31 Juli 2025 — Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan kuliah tamu internasional bertajuk “Decoding Matter: From Nanoscale Structures to Laser Induced Signature”. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber terkemuka dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yaitu Dr. Raja Kamrulzaman dan Dr. Siti Salwa, yang dikenal atas risetnya di bidang material sains, spektroskopi laser, dan karakterisasi nanomaterial.

Kuliah tamu yang dilaksanakan pada 31 Juli 2025 ini diikuti oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 Fisika serta Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang, beserta dosen dan peneliti dari berbagai bidang keilmuan yang tertarik pada riset material mutakhir.

Dalam sesi pertama, Dr. Raja Kamrulzaman membahas bagaimana struktur material pada skala nano dapat memengaruhi sifat fisis dan optik suatu bahan. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mendalam tentang struktur nanoskopik menjadi kunci dalam pengembangan material cerdas, perangkat sensor, dan teknologi energi masa depan.

Sementara itu, Dr. Siti Salwa memaparkan hasil riset terkininya terkait laser induced signature, yakni metode karakterisasi material menggunakan respons optik terhadap paparan laser. Pendekatan ini dinilai sangat potensial untuk mengidentifikasi komposisi dan sifat material secara cepat dan presisi tinggi, yang aplikasinya mencakup bidang industri, biomedis, hingga pertahanan.

Mahasiswa peserta kuliah tamu terlihat antusias mengikuti pemaparan dan sesi tanya jawab. Banyak di antara mereka yang tertarik menggali potensi riset lanjutan di bidang nanoteknologi dan spektroskopi laser, khususnya yang relevan dengan pengembangan riset di Departemen Fisika UM.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Departemen Fisika UM untuk memperkuat jejaring kolaborasi internasional serta mendorong mahasiswa dan dosen agar lebih aktif dalam riset lintas bidang yang inovatif dan berdampak global.

Melalui kegiatan ilmiah seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori fisika modern, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menjawab tantangan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam bidang industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9) serta pendidikan berkualitas (SDG 4).