0341-552180 [email protected]

Tim Pengabdian FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) telah berhasil melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bertemakan Santripeneur bagi santri-santri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Kegiatan pengabdian yang diketuai oleh dosen muda dari Departemen Fisika Bapak Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D. berlangsung secara bertahap dalam beberapa kegiatan.

Pada tanggal 23 April 2025 telah berlangsung kegiatan workshop di Aula Utama Gedung Kuliah Bersama A20 UM. Kegiatan yang bertajuk ”Pelatihan Dasar Kewirausahaan untuk Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo” ini diikuti oleh santri-santri dari Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo dengan beberapa pemateri yang mumpuni yaitu Bapak Nurul Hidayat S.Si., M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si.; Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si.; M. Muchson, S.Pd., M.Pd., Ph.D.; dan seorang direktur dari CV. Shaany Inovasi Berkah yaitu Ibu Siti Nur Seha. Workshop ini bertujuan untuk menyiapkan santri-santri berjiwa entrepreneur. Santri diajarkan untuk bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar sehingga mampu memanfaatkannya sebagai mata pencarian. Untuk mencapai itu tentu para santri memerlukan pengetahuan yang cukup sehingga para pemateri juga menyampaikan motivasi belajar untuk para santri. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang baik dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama para pemateri dengan peserta workshop.

Kegiatan berikutnya dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2025, dimana kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan workshop yang telah dilakukan di UM. Kegiatan dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang banyak ditemukan di sekitar Pondok Pesantren yaitu daun kelor yang dioleh sebagai deterjen moringa ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Daun Moringa Oleifera sebagai Bahan Baku Biosurfaktan Deterjen Ramah Lingkungan” ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan guru madrasah. Sejak pagi, para siswa telah berkumpul di aula madrasah untuk mendapatkan materi pengenalan seputar potensi daun kelor yang sering diabaikan, padahal jika diolah dengan tepat dapat menjadi produk pembersih yang aman bagi lingkungan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., bersama Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D., selaku anggota tim pengabdian, menjelaskan bahwa kegiatan ini pada dasarnya berangkat dari semangat untuk memanfaatkan sumber daya alami yang mudah dijumpai di sekitar madrasah. Keduanya mengisyaratkan bahwa daun kelor yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan, sebenarnya memiliki potensi besar sebagai bahan biosurfaktan alami yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian ingin membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar semakin kreatif dalam mengolah hasil alam menjadi produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan teori mengenai kandungan pada daun kelor yang berperan sebagai biosurfaktan alami, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sabun. Tim pengabdian menjelaskan langkah-langkah pembuatan secara detail, mulai dari cara menakar bahan, proses pencampuran, dan pengemasan sabun cair.

Setelah sesi penjelasan, para siswa secara berkelompok mencoba membuat sabun moringa dengan bimbingan langsung dari tim pengabdian. Suasana aula madrasah tampak ramai dan penuh antusiasme, para siswa bergantian menuangkan bahan, mengaduk campuran, hingga menuangkan sabun ke botol-botol bekas yang telah dibersihkan. Tidak sedikit siswa yang mengajukan pertanyaan seputar takaran bahan, keamanan penggunaan, serta cara menyimpan sabun agar tahan lama.

Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menilai program pelatihan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan madrasah, karena mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat di masa depan.

Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan satu set peralatan pembuatan sabun kepada pihak madrasah. Hal ini bertujuan agar guru dan siswa dapat melanjutkan praktik secara mandiri dan menjadikan pembuatan sabun moringa sebagai salah satu kegiatan kewirausahaan siswa di lingkungan madrasah. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, pembagian sabun moringa hasil praktik kepada seluruh siswa dan guru, serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Banyak siswa yang mengungkapkan rasa senang karena dapat membawa pulang sabun buatan sendiri.

Kegiatan ketiga dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2025 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Kegiatan ini bertajuk ”Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Eco Souvenir Lilin Aroma Terapi”. Kegiatan ini diikuti oleh santri SMA Zainul Hasan 1 Genggong. Latar belakang dari diadakannya kegiatan ini adalah banyaknya minyak jelantah yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan di pondok pesantren. Kegiatan dimulai dengan penjelasan cara membuat atau metode pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah, dilanjutkan dengan praktek langsung cara pembuatannya. Proses pembuatan tidak memerlukan waktu yang lama sehingga para peserta dapat langsung melihat hasilnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan ketertarikannya terhadap proses pembuatan lilin aroma terapi. Hal ini terjadi karena proses pembuatannya yang sederhana, menggunakan bahan yang banyak tersedia di lingkungan sekitar, dan bisa mendapatkan lilin aroma terapi yang cantik. Harapan dengan adanya kegiatan ini, santri dapat menumbuhkan jiwa kreatifitas dan juga jiwa kewirausahaannya.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan kontribusi terhadap SDG, terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab).  Kontribusi terhadap SDG 4 pada kegiatan ini ditunjukkan dengan memberikan pelatihan berbasis praktik kepada santri dalam bentuk kewirausahaan untuk memperkaya life skills mereka, meningkatkan motivasi belajar dan minat riset untuk santri, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aktif.  Kontribusi terhadap SDG 9 pada kegiatan ini dengan mendorong inovasi berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan bahan-bahan yang ada di lingkungan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa digunakan serta Menumbuhkan jiwa technopreneurship dan eco-preneurship di kalangan santri yang selama ini belum banyak terfasilitasi oleh program formal.  Kontribusi terhadap SDG 12 pada kegiatan ini adalah secara nyata mendukung pengurangan limbah dan recycle-based production serta mendorong gaya hidup berkelanjutan, tidak hanya sebagai konsumen tetapi juga sebagai produsen ramah lingkungan.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga secara langsung mendukung UM Green Campus dan menunjukkan bahwa implementasi Green Campus tidak berhenti di dalam lingkungan kampus, tetapi meluas hingga ke komunitas mitra seperti pondok pesantren. terutama pada beberapa hal berikut ;

  1. Kegiatan pelatihan pembuatan deterjen cair dari daun kelor dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah mengenalkan prinsip daur ulang dan pemanfaatan limbah kepada peserta. Peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga melakukan praktik langsung pengolahan bahan alami dan limbah menjadi produk ramah lingkungan.
  2. Inovasi biosurfaktan dari daun kelor dan eco souvenir dari minyak jelantah merupakan contoh nyata teknologi tepat guna yang mendorong kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan lestari.