You are here: Home Download Semua Download SNFP 2017

Fisika UM

SNFP 2017

File Semnas Fisika 2018

ISBN 978-602-71273-2-6


Categories

Halaman Depan

Halaman Depan

  1. Cover
  2. Halaman Judul
  3. Kata Pengantar
  4. Tim
  5. Daftar Isi
  6. Artikel Full

Documents

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

20263_SNFP 2017_Erra Anggraeni Tamala 20263_SNFP 2017_Erra Anggraeni Tamala

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 708.81 kB
Downloads: 83

Eksplorasi dan Analisis Strike Dip Bidang Gelincir Daerah Rawan Longsor Berdasarkan Data Survei Geolistrik Dipole-dipole di Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang

Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan korban jiwa, beberapa aktifitas manusia bisa menjadi faktor pemicu terjadinya bencana tanah longsor. Pujon salah satu daerah rawan longsor. Korban jiwa dapat diminimalisir dengan cara memberikan informasi masyarakat tentang kondisi geologi tanah longsor di daerah Pujon. Tanah longsor terjadi ketika perpindahan material tanah yang meluncur sepanjang daerah kemiringan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kedalaman bidang gelincir tanah longsor dan memperkirakan arah longsoran di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole yang dapat menyelidiki struktur bawah permukaan dengan prinsip aliran listrik. Data penelitian diperoleh berupa data resistivitas semu dan data topografi. Pengambilan data dilakukan pada 4 lintasan,  masing-masing panjang lintasan 130 m, 90 m, 100 m, dan 95 m, serta spasi elektroda 5 m. Pengolahan data dilakukan dengan software res2dinv 3.56 memperlihatkan perubahan resistivitas pada setiap lapisan batuan, kemudian diolah dengan software voxler 3 untuk mendapatkan model 3D, serta  software corelDRAW X4 penggabungan keempat lintasan dan menentukan arah longsoran. Hasil dari interpretasi menggunakan software res2dinv 3.56, diperoleh pada lintasan pertama sepanjang 130 m kedalaman 11,2 m - 14,7 m perbedaan nilai resistivitas 10.388 ?m – 40.157 ?m. Lintasan kedua sepanjang 90 m kedalaman 10,2 m - 14,7 m perbedaan nilai resistivitas 1.414 ?m – 5.584 ?m. Lintasan ketiga sepanjang 100 m kedalaman 9,18 m - 14,7 m perbedaan nilai resistivitas 4.945 ?m – 16.280 ?m. Sedangkan lintasan keempat sepanjang 95 m kedalaman 14,7 m – 17,9 m perbedaan nilai resistivitas 754 ?m – 2.037 ?m. Untuk memperkirakan arah longsoran, maka masing-masing lintasan digabung menjadi satu. Strike bidang gelincir diperkirakan berarah dari utara ke timur sebesar 1050 dan Dip sebesar 16,080, sehingga strike dan dip dalam letak koordinat azimuth N1050 E / 16,080 NE. Berdasarkan koordinat azimuth potensi longsor diperkirakan mengarah ke timur laut dengan sudut 150.

Kata Kunci: Bidang Gelincir, Geolistrik, Dipole-dipole, Resistivitas, Res2dinv, Voxler, Strike Dip

20308_SNFP 2017_Widya Elyani 20308_SNFP 2017_Widya Elyani

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 329.59 kB
Downloads: 38

Visualisasi Pengaruh Medan Listrik terhadap Indeks Bias dalam Kristal Isotrop

Efek elektro-optik dapat diketahui melalui perubahan indeks bias medium optik akibat pengaruh medan listrik. Perubahan indeks bias dapat dikaji melalui perubahan arah polarisasi cahaya yang merambat didalam medium optik. Perubahan indeks bias divisualisasi dalam bentuk perubahan elipsoida indeks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan dengan memasukkan persamaan matematis untuk memperoleh hasil berupa kurva indeks bias. Dalam penelitian ini, kristal GaAs diberi medan listrik sepanjang sumbu-z sebesar  V/m,  V/m, V/m. Saat diberi medan  V/m, indeks bias kristal tidak mengalami perubahan. Saat diberi medan  V/m, indeks bias kristal berubah karena kristal mengalami perubahan sifat optis yang semula bersifat isotrop berubah menjadi anisotrop biaksial. Saat diberi medan  V/m, perubahan indeks bias tidak terlihat karena medan yang diberikan terlalu besar dan skala kurva yang kecil tidak bisa membacanya. Penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk sistem telekomunikasi WDM (Wavelength Division Multiplexing).

Kata Kunci: Elektro-optik, GaAs, isotrop, anisotrop

20307_SNFP 2017_Yuanita Amalia Hariyanto 20307_SNFP 2017_Yuanita Amalia Hariyanto

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 183.56 kB
Downloads: 42

Kajian Struktur, Sifat magnet, dan Sifat Biokompatibel Partikel Nano Ca9,9825Gd0,0175(PO4)6(OH)2

Dalam beberapa tahun terakhir, partikel nano hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2) menjadi material yang banyak dikaji oleh para ahli. Berbagai cara telah diupayakan untuk meningkatkan performa partikel nano Ca10(PO4)6(OH)2 agar memiliki sifat dan aplikasi yang lebih baik. Dalam penelitian ini, partikel nano Ca10(PO4)6(OH)2 didoping dengan ion Gd3+ membentuk sistem Ca9,9825Gd0,0175(PO4)6(OH)2. Sampel dikarakterisasi dengan XRD, suseptibilitas meter, dan kymograph untuk mengetahui struktur, sifat magnet, dan sifat biokompatibilitasnya. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa partikel nano Ca9,9825Gd0,0175(PO4)6(OH)2 berhasil disintesis dalam fasa tunggal dan berstruktur heksagonal. Penambahan ion Gd3+ merubah sifat magnet Ca9,9825Gd0,0175(PO4)6(OH)2 menjadi paramagnetik. Akan tetapi, doping tersebut tidak mengubah sifat biokamptibilitas partikel nano Ca9,9825Gd0,0175(PO4)6(OH)2.

Kata Kunci: Ca9,9825Gd0,0175(PO4)6(OH)2, struktur, suseptibilitas, biokompatibilitas

20301_SNFP 2017_Prawitasari 20301_SNFP 2017_Prawitasari

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 118.07 kB
Downloads: 42

Pengaruh Pemberian Defek pada Sisi Bahan terhadap Pembentukan Vorteks Berdasarkan Model TDGL

Dinamika vorteks akibat pengaruh defek pada superkonduktor murni berukuran 50?0 ´ 50 ?0 telah berhasil disimulasikan menggunakan persamaan Time Dependent Ginzburg-Landau (TDGL).  Penelitian ini bertujuan untuk mencari keadaan kurva potensial akibat adanya dinamika vorteks.  Superkonduktor terbuat dari superkonduktor tipe II dengan ? = 1.,3.  Pada bagian atas bahan terdapat 1 defek dan pada bagian bawah bahan terdapat 3 bahan, dengan ukuran yang sama 0,3?0 ´ 1?0.  Bahan juga dikenakan rapat arus eksternal Je= Je x dan diletakkan di dalam medan magnet eksternal He.  Penelitian ini didasarkan pada penyelesaian numerik dan menggunakan metode beda hingga dengan skema Forward Time Centere Space (FTCS).Defek pada bahan memberikan peranan penting bagi vorteks.  Vorteks akan lebih mudah masuk dan keluar melalui sisi defek dibandingkan sisi lainnya.  Vortels akan mengalir dari daerah medan magnet tinggi menuju daerah dengan medan magnet yang lebih rendah. Aliran vorteks tersebut melepaskan energi yang dikonversikan dalam bentuk tegangan listrik sepanjang bahan.

Kata Kunci: Defek; Dinamika Vorteks; Persamaan TDGL

20300_SNFP 2017_Elda Sulistyaningrum 20300_SNFP 2017_Elda Sulistyaningrum

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 123.23 kB
Downloads: 41

Klasifikasi Sunspot Hasil Pengamatan dari Laboratorium Astronomi Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang dengan Metode McIntosh

Sunspot merupakan aktivitas matahari yang mempengaruhi siklus sebelas tahun matahari, yaitu siklus minimum dan maksimum. Metode klasifikasi sunspot yang digunakan dalam pengamatan ini adalah metode McIntosh, dimana dalam pengklasifikasiannya mengacu pada indikator ukuran, stabilitas dan kompleksitas sunspot. Pengamatan dilakukan selama bulan Maret – Mei 2017 dengan melakukan pengamatan langsung melalui teleskop Celestron di Laboratorium Astronomi Fisika UM. Faktor koreksi (k) dari hasil pengamatan dengan membandingkan data KSO adalah 1.0464 dimana nilainya mendekati 1. Untuk mengetahui aktivitas matahari dilakukan dengan menentukan nilai klasifikasi (CV), diketahui aktivitas tertinggi matahari terjadi pada tanggal 29 Maret 2017 dengan nilai CV total sebesar 41. Dalam evolusinya, sunspot yang muncul selalu didominasi oleh grup sunspot kecil dengan kompleksitas grup rendah.

Kata Kunci: Matahari, Susnpot, Klasifikasi McIntosh

20294_SNFP 2017_Syamsul Bahtiar 20294_SNFP 2017_Syamsul Bahtiar

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 47.46 kB
Downloads: 35

Preparasi dan Karakteristik Struktur Nanokomposit Fe3O4/ZnO dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi

Sintesis nanokomposit Fe3O4/ZnO berhasil dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi pada temperatur ruang. Pada penelitian ini, nanokomposit Fe3O4/ZnO dikalsinasi pada suhu 100° C selama 1 jam dengan perbandingan massa Fe3O4:ZnO adalah 1:1. Analisis struktur berhasil diidentifikasi berdasarkan data hasil XRD dan menunjukan bahwa Fe3O4 memiliki struktur spinel kubik.  Analisis FTIR menunjukan gugus fungsi dari nanokomposit Fe3O4/ZnO, sehingga berdasarkan analisis XRD dan FTIR nanokomposit Fe3O4/ZnO berhasil terbentuk. Analisis SEM menunjukkan bahwa diameter rata-rata partikel nanokomposit Fe3O4/ZnO sekitar 23.66 nanometer.

Kata Kunci: Nanokomposit Fe3O4/ZnO, Struktur Kristal, Kopresipitasi

20293_SNFP 2017_Aldila Puspitaningrum 20293_SNFP 2017_Aldila Puspitaningrum

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 51.78 kB
Downloads: 34

Eksperimen dan Simulasi Perubahan Tegangan terhadap Perubahan Medan Magnet

Riset dibidang material sains mengalami perkembangan pesat. Salah satunya dalam pengukuran medan magnet. Metode-metode pengukuran medan magnet terus dikembangkan untuk menemukan metode yang efektif dan efisien. Salah satu metode yang digunakan adalah mengamati perubahan besaran listrik terhadap perubahan medan magnet. Perubahan besaran listrik dalam penelitian ini berupa tegangan. Namun tidak semua besaran fisis dapat dieksperimenkan. Oleh karena itu dibutuhkan adanya simulasi. Simulasi perubahan besarnya tegangan terhadap pengaruh medan magnet dapat memberikan informasi yang tidak didapat secara eksperimen. Keterbatasan eksperimen tersebut antara lain tidak mampunya set eksperimen untuk mengetahui perubahan kecil medan magnet dan keterbatasan kekuatan medan magnet yang digunakan dalam eksperimen.

Kata Kunci: Eksperimen, simulasi, tegangan dan medan magnet.

20292_SNFP 2017_Habibatun Nurul Ulya 20292_SNFP 2017_Habibatun Nurul Ulya

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 54.21 kB
Downloads: 64

Pengaruh Variasi Pemanasan terhadap Struktur Kristal Nanopartikel ZnO

Dalam artikel ini dilaporkan sintesis nanopartikel ZnO dengan metode kopresipitasi. Karakterisasi sampel dilakukan dengan menggunakan Difraktometer Sinar-X (XRD). Analisis data XRD dilakukan dengan menggunakan program Rietica untuk mengetahui karakteristik struktur kristal. Hasil analisis data XRD menunjukkan bahwa pemanasan sampel pada suhu 100 0C tidak ditemukan adanya kandungan nanopartikel ZnO, sedangkan pemanasan pada suhu 200 0C memiliki kandungan nanopartikel ZnO sebesar 76,2% dengan impuritas simonkolleite sebesar 23,8%. Lebih lanjut, pemanasan sampel pada suhu 300 0C ditemukan adanya nanopartikel ZnO sebesar 61,6% dengan impuritas simonkolleite sebesar 38,4%. Nilai ukuran kristal sampel pada suhu 100 0C, 200 0C, dan 300 0C secara berturut-turut sebesar 18 nm, 23,4 nm, dan 20,5 nm.

Kata Kunci: ZnO, nanopartikel, struktur krsital, pemanasan, impuritas.

20280_SNFP 2017_Cikita Bella Nurbaya 20280_SNFP 2017_Cikita Bella Nurbaya

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 77.05 kB
Downloads: 53

Pengaruh Integrasi Thinking Maps dalam Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Fluida Dinamis

Keberadaan pembelajaran berbasis masalah yang diintegrasikan dengan thinking maps memberikan kebebasan peserta didik untuk lebih berpikir kreatif dan aktif berpartisipasi dalam pencarian informasi untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan thinking maps pada pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-MIA F sebagai kelas eksperimen dan kelas X-MIA H sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil tes diuji prasyarat menggunakan uji normalitas Chi-Square dan uji homogenitas Fisher. Selanjutnya, dilanjutkan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji-t didapat bahwa thitung=2,090 dan ttabel=2,048. thitung lebih besar dari ttabel, sehingga disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol. Hasil  posttest menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol (81,38>76,87).

Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Thinking Maps, Kemampuan Pemecahan Masalah.

20279_SNFP 2017_Anggian Anggraeni 20279_SNFP 2017_Anggian Anggraeni

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 70.85 kB
Downloads: 34

Pengaruh Pembelajaran Guided inquiry disertai Mind Mapping terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA pada Materi Hukum Newton

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran guided inquiry disertai mind mapping dan konvensional pada pokok bahasan Hukum Newton. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Teknik pengambilan sampel dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling dan didapatkan kelas XG sebagai kelas eksperimen dan kelas XF

sebagai kelas kontrol. Pengambilan data prestasi belajar fisika siswa yaitu diberikan tes pilihan ganda. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan Man Whitney U Test. Hasil posttest menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 84,6 lebih tinggi daripada kelas kontrol 77,9. Hasil uji hipotesis prestasi belajar fisika didapat Zhit (4,36) > Z  (1,96), menunjukkan bahwa ada perbedaaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran guided inquiry disertasi teknik mind mapping daripada siswa yang belajar secara konvensional.

Kata Kunci: pembelajaran inquiry, mind mapping; prestasi belajar fisika.

20278_SNFP 2017_Putri Utamining Lailatul Andhani 20278_SNFP 2017_Putri Utamining Lailatul Andhani

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 266.39 kB
Downloads: 31

Model Hubungan Pengetahuan Awal, Motivasi Belajar, dan Kreatvitas Siswa dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika SMA dalam Pembelajaran Berbasis Inquiry

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan secara langsung pengetahuan awal dengan kemampuan pemecahan masalah;  hubungan secara langsung motivasi belajar dengan kemampuan pemecahan masalah; hubungan tidak langsung pengetahuan awal dengan kemampuan pemecahan masalah melalui kreativitas siswa; hubungan tidak langsung motivasi belajar dengan kemampuan pemecahan masalah melalui kreativitas siswa; hubungan secara langsung kreativitas siswa dengan kemampuan pemecahan masalah; hubungan secara simultan pengetahuan awal, motivasi belajar, dan kreativitas siswa dengan kemampuan pemecahan masalah; hubungan secara langsung pengetahuan awal dengan kreativitas siswa; hubungan secara langsung motivasi belajar dengan kreativitas siswa; dan hubungan secara simultan pengetahuan awal dan motivasi belajar dengan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis jalur. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 3 SMAN 1 Suboh Kabupaten Situbondo yang dipilih secara  purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan SPSS 16.00 for Windows dan analisis jalur (path analysis) dengan Lisrel 8.80 (Student Edition). Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa pengetahuan awal tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kemampuan pemecahan masalah baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kreativitas siswa; tidak terdapat hubungan langsung yang signifikan motivasi belajar dengan kemampuan pemecahan masalah; tidak terdapat hubungan langsung yang signifikan pengetahuan awal dengan kreativitas siswa, hasil yang diperoleh tersebut dikarenakan nilai thitung < ttabel.

Kata Kunci: pengetahuan awal, motivasi belajar, kreativitas siswa, kemampuan pemecahan masalah.

20276_SNFP 2017_Mimin Nurul Kholifah 20276_SNFP 2017_Mimin Nurul Kholifah

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 32.28 kB
Downloads: 35

Pengaruh Doping Zn dan Konsentrasi Filler Partikel Nano  Fe3-xZnxO4 terhadap Pemuluran Ferogel Fe3-xZnxO4-PVA

Pemanfaatan ferogel dalam bidang biomedis, seperti pengantar obat (drug delivery), pembalut luka, dan otot buatan terus dikembangkan. Salah satu kajian tentang pemanfaatan ferogel tersebut adalah fabrikasi ferogel dengan bahan filler Fe3-xZnxO4. Partikel nano    Fe3-xZnxO4 berhasil disintesis menggunakan metode sonokimia berbasis pasir besi lokal. Pendopingan ion Zn2+ ke dalam partikel Fe3O4 menjadi partikel nano Fe3-xZnxO4 bertujuan untuk memperoleh partikel baru dengan sifat magnetik dan sifat mekanik yang unik. Hidrogel Polyvinyl Alcohol (PVA) merupakan bahan matrik yang digunakan dalam pembuatan ferrogel. Ferogel Fe3-xZnxO4-PVA berhasil difabrikasi menggunakan metode freezing-thawing. Pengaruh doping Zn terhadap elastisitas ferogel dapat diketahui melalui pengujian magneto elastisitas. Hasil pengujian magneto elastisitas menunjukkan bahwa sampel ferogel yang diisi dengan filler Fe3-xZnxO4 untuk variasi doping Zn menghasilkan respon mekanik berbeda. Ferogel dengan doping Zn = 0 menghasilkan pemuluran maksimum sebesar 0,5 cm, sedangkan untuk doping Zn = 0,2 diperoleh pemuluran sebesar 0,3 cm. Dengan demikian, penambahan doping Zn sebesar 0,2 tidak cukup efektif untuk meningkatkan respon mekanik dari ferogel.

Kata Kunci: Fe3-xZnxO4, PVA, ferogel, sonokimia, freezing thawing, magneto-elastisitas.

20273_SNFP 2017_Muchlis Fajar Hidayat 20273_SNFP 2017_Muchlis Fajar Hidayat

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 627.58 kB
Downloads: 38

Pengaruh Konsentrasi Doping Zn terhadap Simpangan dan Medan Magnet Ambang Ferogel Fe3-xZnxO4-PVA

Ferogel berbahan dasar Fe3O4 (magnetit) dan hidrogel Polyvinyl Alcohol (PVA) telah berhasil disintesis dengan penambahan ion Zn2+ ke dalam partikel magnetit sehingga menjadi Fe3-xZnxO4 melalui proses freezing-thawing. Magnetit diperoleh dari pasir besi dengan metode sonokimia. Karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dilakukan untuk mengetahui gugus fungsi dari ferogel. Pengujian magneto-elastisitas juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi doping terhadap respon magnetik ferogel yang diukur melalui besarnya nilai simpangan dan medan magnet ambang ferogel, diperoleh hasil bahwa semakin banyak doping maka akan menurunkan sifat elastisitas dan respon magnetik ferogel.

Kata Kunci: Fe3-xZnxO4-PVA, ferogel, sonokimia, freezing thawing, magneto-elastisitas.

20272_SNFP 2017_Linda Astutik 20272_SNFP 2017_Linda Astutik

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 249.51 kB
Downloads: 71

Pengaruh Medan Magnet terhadap Proses Elektrolisis Air (H2O)

Elektrolisis air sebagai sumber hidrogen telah lama dipelajari dan diteliti. Pada umumnya untuk mempercepat proses elektrolisis digunakan katalis atau larutan elektrolit dalam memproduksi gas hidrogen ataupun gas-gas lainnya. Elektrolisis merupakan suatu perubahan proses kimia atau reaksi dekomposisi dalam suatu elektrolit oleh arus listrik. Untuk mempercepat proses elektrolisis selain menggunakan katalis dalam penelitian ini akan digunakan medan magnet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proses elektrolisis saat dikenai medan magnet dan tidak dikenai medan magnet, serta mempelajari pengaruh yang diakibatkan medan magnet terhadap proses elektrolisis.Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik independen sampel t-test, untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan yang signifikan medan magnet terhadap proses elektrolisis maka analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh dan perbedaan yang signifikan antara elektrolisis air dengan elektrolisis menggunakan magnet. Hal ini dapat diketahui dari perhitungan pada program SPSS bahwa nilai signifikansi harga kritik distribusi student t lebih besar dibandingkan nilai signifikansi (2-tailed) pada data.

Kata Kunci: Elektrolisis, Medan Magnet, Hidrogen

20269_SNFP 2017_Purbo Suwasono 20269_SNFP 2017_Purbo Suwasono

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 45.3 kB
Downloads: 28

Pengaruh Problem Based Learning Berbantuan ICT terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fluida Statis

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah pada materi fluida statis pada Mahasiswa Pendidikan Fisika menjadi landasan latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menguji pengarus pengaruh PBL berbantuan ICT terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan fisika angkatan tahun 2016/2017 pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah experiment quasy dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Instrumen kemampuan pemecahan masalah diukur dengan tes. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yang dibelajarkan dengan model PBL berbantuan ICT lebih tinggi daripada mahasiswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa PBL berbantuan ICT berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan fisika angkatan tahun 2016/2017 pada materi fluida statis.

 

Kata Kunci: Problem Based Learning, ICT, Kemampuan Pemecahan Masalah, Fluida Statis.

20265_SNFP 2017_M. Tommy Hasan Abadi 20265_SNFP 2017_M. Tommy Hasan Abadi

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 324.84 kB
Downloads: 57

Specific Absorption Rate (SAR)  pada Partikel Nano Fe3O4 dalam Medan Magnet AC

Partikel nano Fe3O4 dapat mempunyai sifat superparamagnetik yang sensitif terhadap medan magnet luar seperti medan magnet AC. Sifat ini sangat menarik untuk dikaji karena dapat dijadikan sebagai alternatif pada terapi kanker. Pada penelitian ini partikel nano Fe3O4 di sintesis menggunakan template diethylamine dengan metode kopresitasi dari pasir besi. Hasil sintesis selanjutnya di karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Fe3O4 memiliki ukuran kristal sekitar 7,7 nm dengan morfologi sampel yang berbentuk spherical. Partikel nano Fe3O4 yang dihasilkan kemudian disimpan dalam wadah dengan massa 65 mg dan diletakan di tengah kumparan sebagai sumber medan magnet AC. Kemudian pada saat diberikan medan magnet AC sebesar 2,8 mT dilakukan pengukuran temperatur sebagai fungsi waktu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa temperatur berhasil meningkat dari 28,5 0C – 34,5 0C selama 10 menit. Kemudian dilakukan pengkajian tentang efisiensi penyerapan panas yang menyebabkan peningkatan temperatur dengan menentukan nilai Specific Absorption Rate (SAR). Hasil perhitungan untuk nilai SAR diperoleh sebesar 0,0058 W/g.

Kata Kunci: Pasir Besi, Fe3O4, Medan Magnet AC, Temperatur, SAR.

20261_SNFP 2017_Yani Anggraeni 20261_SNFP 2017_Yani Anggraeni

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 413.05 kB
Downloads: 41

Performa Nanogenerator ZnO Nanorods dan PLA pada Substrat Stainless Steel

ZnO nanorods dapat digunakan sebagai piezoelektrik nanogenerator untuk energy harvesting. Pada penelitian ini ZnO nanorods (ZnO NRs) disintesis menggunakan metode hydrothermal sederhana pada substrat stainless steel (SS) pada suhu 90oC selama 6 jam dengan konsentrasi ZnO(NO3)2.4H2O 50 mM dan 35 mM Hexamethylenetetramine (HMT). Stainless steel yang lain dilapisi PLA dengan menggunakan metode spin coating dengan kecepatan 3000 rpm selama 20 detik. ZnO nanorods yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan XRD dan SEM. Uji performa nanogenerator dilakukan dengan memberi gaya tekan sebesar 6 N/m2 pada ZnO NRs/SS dan PLA/SS kemudian arus dan tegangan diukur menggunakan electrometer dan osiloskop. Dari hasil XRD diperoleh ZnO nanorods yang dihasilkan mempunyai struktur kristal hexagonal wurtzite dengan parameter kisi a=b=3,2413 dan c= 5,1924. Diameter dan panjang ZnO nanorods dari hasil SEM adalah sekitar 81,568 nm dan 386,606 nm. Hasil performa nanogenerator menunjukan arus dan tegangan sebesar 85 nA dan 2,2 V.

Kata Kunci: ZnO nanorods, PolyLactidAcid(PLA), piezoelektrik nanogenerator, stainless                                                          steel

20255_SNFP 2017_Stevani Kartikasari 20255_SNFP 2017_Stevani Kartikasari

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 235.68 kB
Downloads: 89

Simulasi Gelombang Air Laut Berdasarkan Persamaan Navier-Stokes

Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan dan memvisualisasikan gelombang air laut. Untuk mendapatkan pergerakan gelombang air secara nyata digunakan persamaan Navier-Stokes yang pendekatannya menggunakan persamaan air dangkal. Persamaan Navier-Stokes diselesaikan secara numerik menggunakan metode Lax-Wendroff dan Finite Difference Methods (Metode Beda Hingga) untuk memperoleh simulasi gelombang air dalam bentuk 3 dimensi. Berdasarkan hasil simulasi 3 dimensi diketahui bahwa pergerakan gelombang air nyata berjalan menuju batas tepi layaknya yang terjadi di tepi pantai. Selain itu ketika gelombang air yang sedang berjalan menumbuk batas dinding, maka gelombang air tersebut akan terpantul kembali membentuk gelombang yang sama. Ketika gelombang yang berjalan diberi sebuah penghalang di tengah maka gelombang tersebut juga akan memantul kemudian terpecah dan bergerak menuju ke arah sisi kiri dan kanan penghalang. Dalam kasus dua buah penghalang yang saling berdekatan, maka gelombang air yang berjalan akan melewati dan menunjukan gejala difraksi, seperti gelombang yang melalui celah sempit.

 

Kata Kunci : gelombangair laut, persamaan Navier-Stokes, persamaan air dangkal, Lax- Wendroff, Finite Difference Methods, penghalang

20254_SNFP 2017_Desy Rizki Amalia 20254_SNFP 2017_Desy Rizki Amalia

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 238.62 kB
Downloads: 82

Pemetaan Pola Rembesan Air pada Bendungan Selorejo Menggunakan Metode Geolistrik

Bendungan Selorejo merupakan salah satu jenis bendungan urugan yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pembangunan bendungan digunakan untuk PLTA, pertanian, perikanan, pariwisata,dan menampung kelebihan air hujan dan debit dari Kali Konto. Sejak bendungan dibangun pada tahun 1963, bendungan mengalami permasalahan atau penurunan mutu dan rentan terhadap kerusakan. Salah satu permasalahan Bendungan Selorejo saat ini adalah ditemukannya daerah basah  atau rembesan air pada lereng hilir bendungan. Rembesan air pada Bendungan Selorejo dapat diketahui dengan menggunakan metode geolistik konfigurasi Wenner yang bekerja berdasarkan nilai resistivitas batuan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dengan menggunakan software Res2DInv dan Oasis Montaj maka dapat dipetakan bahwa pola aliran rembesan pada bagian bawah permukaan tanah hilir bendungan yang diduga terdapat air memiliki nilai resistivitas air yang rendah (low resistivity zone) yaitu kisaran 0,5-40 ?m pada kedalaman 2,5-26,9 meter.

Kata Kunci: rembesan bendungan, Bendungan Selorejo, geolistrik

20251_SNFP 2017_Winarto 20251_SNFP 2017_Winarto

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 2.34 MB
Downloads: 104

Pengembangan Generator Sederhana Berbahan Daur Ulang untuk Diversifikasi Energi Terbarukan (Renewable Energy)

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan generator sederhana berbahan daur ulang  merupakan salah satu terobosan inovatif dalam memanfaatkan energi otot pada tubuh manusia.Generator ini diharapkan dapat membantu pengadaan energi listrik dalam kapasitas kecil yantuk mengisi batere dan mengoperasikan handphone, menyalakan lampu LED, dan keperluan lainna. Generator secara praktis dapat dipergunakan di tempat-tempat yang belum terjangkau aliran listrik atau tidak terdapat sumber listrik. Rancang bangun generator ini melibatkan bahan daur ulang sederhana yang di bangun secara mudah menggunakan prinsip Hukum Faraday. Data diperoleh dengan mengoperasikan generator secara bervariasi dan diperoleh data kuantitatif tentang besarnya tegangan yang dihasilkan. Selanjutnya data disajikan deskriptif sebagai hasil penelitian dan pengembangan. Sebagai prototype, generator ini dapat dijadikan model untuk dikembangkan dengan kapasitas lebih besar dan tidak lagi digerakkan dengan energi otot manusia tetapi dengan energi air, energi angin, atau energi terbarukan lainnya. Generator ini dikemas dalam wadah plastik bekas kemasan oli mobil, terdiri atas roda penggerak magnet di dalam kumparan yang memicu terjadinya induksi listrik pada kumparan. Outputnya berupa arus listrik AC mencapai 10 V-18 V dengan arus 5A, kemudian disearahkan menjadi arus DC masuk ke regulator dan disimpan pada batere.

Kata Kunci: Generator Sederhana, Bahan Daur Ulang, Energi Terbarukan.

20249_SNFP 2017_Haris Mahmudi 20249_SNFP 2017_Haris Mahmudi

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 39.54 kB
Downloads: 41

Efektivitas Problem Based Learning ditinjau dari Keterampilan Proses Sains pada Topik Perpindahan Panas

Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang autentik dan bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Problem Based Learning terhadap pemahaman konsep mahasiswa pada topik perpindahan panas ditinjau dari keterampilan proses sains. Data pemahaman konsep mahasiswa diperoleh dari tes pemahaman konsep pada topik perpindahan panas dan data keterampilan proses sains diperoleh dari tes keterampilan proses sains. Data tersebut dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.  Hasil penelitian meliputi: (1) Pemahaman konsep mahasiswa pada topik perpindahan panas kelas Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa kelas konvensional pada kelompok mahasiswa yang memiliki keterampilan proses sains tinggi, (2) Pemahaman konsep mahasiswa pada topik perpindahan panas kelas Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa kelas konvensional pada kelompok mahasiswa yang memiliki keterampilan proses sains rendah.

Kata Kunci: Problem Based Learning, pemahaman konsep, keterampilan proses sains

20247_SNFP 2017_Isnindar Tandya Asri 20247_SNFP 2017_Isnindar Tandya Asri

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 913.54 kB
Downloads: 39

Sintesis dan Karakterisasi Komposit GIC/ZAA-Cu(0,3 M)/Al2O3 sebagai Bahan Restorasi Gigi ditinjau dari Kekerasan Mikro

Karies gigi merupakan penyakit penyebab plak yang timbul akibat adanya aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Bahan restorasi gigi yang sering digunakan adalah Glass Ionomer Cement (GIC). Meskipun mudah diaplikasikan, GIC memiliki sifat mekanik yang rendah dan mudah terkikis oleh saliva. Penambahan material Zeolit Alam Aktif-Cu(0,3 M) dan Al2O3 diperlukan untuk meningkatkan sifat mekanik dari GIC. Zeolit alam diaktivasi secara kimia menggunakan larutan asam dan diimpregnasi dengan Cu2+. Ketiga bahan tersebut kemudian dikompositkan menjadi GIC/ZAA-Cu(0,3 M)/Al2O3. Hasil XRF sebelum dan sesudah aktivasi zeolit alam menunjukkan adanya peningkatan nilai unsur Si dan Cu. Selain itu, hasil XRD keduanya tidak menunjukkan adanya perubahan fase. Uji kekerasan mikro pada komposit GIC/ZAA-Cu(0,3 M)/Al2O3 memperlihatkan bahwa semakin banyak komposisi Al2O3 maka semakin tinggi pula nilai kekerasannya.

Kata Kunci: komposit GIC/ZAA-Cu(0,3 M)/Al2O3, kekerasan

20246_SNFP 2017_Saila Alfiatin Nuha 20246_SNFP 2017_Saila Alfiatin Nuha

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 47.5 kB
Downloads: 40

Pengaruh Implementasi Formative Feedback Berbasis Web dengan Menggunakan Butir Isomorfik terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa SMA Pokok Bahasan: Usaha dan Energi

Abstrak

Penguasaan konsep  fisika pada materi usaha dan energi sangat penting dimiliki oleh siswa. Konsep usaha dan energi merupakan konsep dasar untuk memahami permasalahan gerak dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan kesulitan siswa memahami konsep usaha dan energi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan formative feedback yang cepat dan tepat pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh implementasi formative feedback berbasis web menggunakan butir isomorfik terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian control group pretest-posttest. Hasil uji hipotesis penelitian menggunakan uji t-test one tailed, menunjukkan bahwa penguasaan konsep fisika kelompok siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelompok siswa pada kelas kontrol. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan formative feedback berbasis web dengan menggunakan butir isomorfik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa.

Kata Kunci: formative feedback, asesmen formatif, isomorfik, isomorphic problem

20245_SNFP 2017_Agus Suyudi 20245_SNFP 2017_Agus Suyudi

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 45.85 kB
Downloads: 31

Penerapan Blended Learning pada Matakuliah Penilaian Pendidikan Fisika

Pembelajaran blended learning pada perkuliahan bagi calon guru fisika belum banyak tereksplorasi. Penting untuk memperkaya hasil penelitian penerapan blended learning pada pendidikan fisika mendorong dilakukan penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas Penilaian Pendidikan fisika. Responden yang terlibat pada penelitian ini 32 mahasiswa calon guru fisika semester 6. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket yang disebar secara daring dan laring, wawancara dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara angket awal dan angket akhir. Data dari angkat awal menunjukkan adanya potensi yang besar untuk menerapkan  pembelajaran secara blended yang ditunjukkan dengan kepemilikan telepon cerdas, kebiasaan berinteraksi dengan internet  yang tinggi, serta memiliki pandangan positif untuk belajar dengan pembelajaran blended. Data dari angket akhir menunjukkan adanya keinginan calon guru fisika yang menjadi responden penelitian ini untuk menerapkan pembelajaran ini nanti, respon positif diskusi online, serta penggunaan fasilitas online untuk berbagi bahan ajar. Pengunaan WA untuk penilaian sejawat juga mendapat respon positif. Penggunaan blended learning memungkin mahasiswa memperkaya sumber belajar dalam proses pembelajaran. Dapat juga dilakukan dampak pembelajaran daring terhadap prestasi belajar mahasiswa sebagai kelanjutan dari penelitian ini..

Kata Kunci: Penerapan, Blended Learning, Penilaian Pendidikan Fisika.

20244_SNFP 2017_Nisrina Firdausi 20244_SNFP 2017_Nisrina Firdausi

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 392.24 kB
Downloads: 83

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Fisika dengan Pendekatan saintifik pada Materi Gerak Harmonik Sederhana

Tujuan penelitian ini adalah mengembangakan media pembelajaran interaktif fisika dengan pendekatan saintifik pada materi gerak harmonik sederhana & mengetahui kelayakan media pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall yang diadaptasi oleh Sukmadinata menjadi 3 langkah yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk, dan pengujian. Produk pengembangan ini melalui dua tahap pengujian yaitu uji validitas produk dan uji coba terbatas. Hasil analisis data uji validitas media pembelajaran interaktif menunjukkan bahwa produk ini dinyatakan valid atau layak dengan nilai rata-rata kelayakan materi sebesar 92 % dan kelayakan media sebesar 91,59%.

Kata Kunci: media pembelajaran interaktif, pendekatan saintifik.

20243_SNFP 2017_Karras Bastomi 20243_SNFP 2017_Karras Bastomi

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 310.82 kB
Downloads: 42

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Mengurangi Miskonsepsi pada Materi Usaha dan Energi

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan media interaktif untuk membantu siswa memodelkan konsep pada materi usaha dan energi serta mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang telah dikembangkan. Pada penelitian ini menggunakan model menurut Borg & Gall yang diadaptasi oleh Sukamdinata. Data pada penelitian ini didapatkan dari instrumen validasi materi dan media/keterbacaan oleh ahli, serta angket uji coba terbatas pada siswa. Hasil dari uji kelayakan dan uji terbatas yang telah dilakukan menyatakan bahwa produk pengembangan pada penelitian ini memperoleh nilai rata-rata 81,5% untuk validasi materi, 87,3% untuk validasi media/keterbacaan, dan uji terbatas pada siswa sebesar 76,6%. Nilai rata-rata keseluruhan hasil uji kelayakan dan uji terbatas adalah 81,8% dengan kategori “valid”. Penelitian selanjutnya dapat mengaplikasikan media dan mengukur efektifitas dari media yang telah dikembangkan.

 

Kata Kunci: media interaktif, miskonsepsi, usaha dan energi

20242_SNFP 2017_Fatimatul Munawaroh 20242_SNFP 2017_Fatimatul Munawaroh

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 144.07 kB
Downloads: 79

Identifikasi dan Analisis Komposisi Kimia Batu Kapur di Kabupaten Bangkalan sebagai Bahan Dasar Sintesis Kalsium Karbonat Presipitat

Telah dilakukan identifikasi dan analisis komposisi kimia  batu kapur dari beberapa lokasi penambangan di kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan adalah dengan uji XRF (X-Ray Flourescence) untuk mengetahui komposisi kimia. Hasil identifikasi batu kapur dari desa Jeddih kecamatan Socah dan desa Morombuh kecamatan Kwanyar berwarna putih dan partikel halus. Sedangkan dari desa Berbeluk kecamatan Arosbaya berwarna peach (merah muda kekuningan) dan partikel kasar. Hasil pengujian dengan XRF batu kapur menunjukkan bahwa di desa Jeddih kecamatan Socah kandungan Ca sebesar 94,05 %Wt dengan CaO sebesar 92,80 %Wt, desa Morombuh kecamatan Kwanyar kandungan Ca sebesar 95,07 %Wt dengan CaO sebesar 91,61 %Wt dan desa Berbeluk kecamatan Arosbaya kandungan Ca sebesar 85,80 %Wt dengan CaO sebesar 84,50 %Wt. Untuk sampel batu kapur dari desa Jeddih kecamatan Socah dan desa Morombuh kecamatan Kwanyar termasuk dalam kemurnian medium dengan kandungan Ca antara 93,5 – 97 %Wt, sedangkan untuk desa Berbeluk kecamatan Arosbaya termasuk dalam kategori kemurnian rendah dengan kandungan Ca antara 85,0- 93,5 %Wt. Dengan adanya informasi kandungan batu kapur maka sampel batu kapur dengan kandungan medium dapat digunakan untuk meningkatkan nilai  ekonomisnya, salah satunya sebagai bahan dasar pembuatan kalsium karbonat presipitat.

Kata Kunci:Batu kapur, kalsium karbonat presipitat, XRF, komposisi kimia.

20241_SNFP 2017_Aras Hanif Afiat 20241_SNFP 2017_Aras Hanif Afiat

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 482.14 kB
Downloads: 46

Pengembangan Media Mobile Learning untuk Memudahkan Siswa Mempelajari Materi Gerak Parabola

Pendidikan di Indonesia menerapkan kurikulum 2013 revisi. Kurikulum 2013 revisi menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Di sisi lain, era teknologi saat ini telah berkembang dengan pesat. Salah satu fenomena yang terjadi dalam masyarakat adalah penggunaan smartphone. Berdasarkan survei, penggunaan smartphone lebih banyak digunakan sebagai media permainan dan media hiburan. Penelitian dan pengembangan dimaksudkan untuk menciptakan produk pembelajaran dengan ekstensi (.swf) dan ekstensi (.apk). Topik bahasan yang digagas adalah materi gerak parabola. Produk disusun secara rinci dari konsep konkret menuju abstrak. Penelitian dan pengembangan disusun dengan menggunakan metode Alessi dan Trolley. Diambil tiga langkah penelitian, yaitu: studi pendahuluan, pengembangan produk dan uji coba produk. Jenis data yang diambil adalah kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan data yang dianalisis, persentase kelayakan materi sebesar 92,9%, sedangkan persentase kelayakan media sebesar 88,42%, sehingga media dinyatakan layak.

Kata Kunci: Media mobile learning, Fisika, Gerak Parabola

20230_SNFP 2017_Ayudani Imania Fatimah 20230_SNFP 2017_Ayudani Imania Fatimah

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 70.69 kB
Downloads: 45

Profil Kemampuan Mahasiswa Peserta Kajian Praktik Lapangan dalam Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas Kota Malang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa Fisika peserta Kajian Prakik Lapangan (KPL) dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pemblajaran (RPP) yang ditinjau dari dua aspek, yaitu kemampuan prosedural mahasiswa Fisika peserta KPL dalam mengembangkan RPP dan kualitas RPP yang dikembangkan mahasiswa Fisika peserta KPL.  Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian dskripif. Subyek penelitian adalah 35 mahasiswa Fisika peserta KPL Universitas Negeri Malang di. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kemampuan mengembangkan RPP secara prosedural, instrumen penilaian produk RPP, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa Fisika peserta KPL dalam mengembangkan RPP sebesar 77,3% dengan kategori cukup. Kemempuan prosedural mahasiswa fisika peserta KPL dalam mengembangkan RPP mencapai 79,6% dengan kategori cukup. Sebagian besar mahasiswa mampu mengembangkan RPP secara prosedural, yakni mengkaji kurikulum, mengembangkan indikator hasil belajar, mengembangkan tujuan pembelajaran,  mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan media dan sumber belajar, mengembangkan kegiatan pembelajaran, mengembangkan instrumen penilaian, keterlaksanaan RPP dan refleksi pembelajaran dengan baik. Namun mahasiswa masih belum mampu mengembangkan metode pembelajaran dengan baik. Kualitas RPP mahasiswa Fisika peserta KPL yaitu 73,6% dengan kualifikasi cukup. Kualitas kelengkapan identitas dan kompetensi, indikator hasil belajar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media dan sumber belajar, dan instrumen penilaian sudah cukup baik, Namun kualitas tujuan pembelajaran masih perlu tingkatkan.

Kata Kunci: Kemampuan mengembangkan RPP, mahasiswa fisika, KPL

20229_SNFP 2017_Iim Fatimah 20229_SNFP 2017_Iim Fatimah

Date added: 04/18/2018
Date modified: 04/18/2018
Filesize: 124.6 kB
Downloads: 51

Pemahaman Konsep Guru IPA SMP pada Materi Kinematika, Gelombang, dan Optik

Kinematika, Gelombang dan Optik merupakan bab yang diajarkan pada kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada bab ini kebanyakan dari Guru SMP mengalami kesulitan dalam hal pemahaman materi tersebut dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah pengampu mata pelajaran IPA di SMP merupakan lulusan Jurusan Biologi. Dari hasil interaksi dengan para sebagian besar guru fisika di sekolah SMP mengeluhkan tentang konsep fisika khususnya tentang Kinematika, Gelombang dan Optik seperti perambatan cahaya dan interferensi. Permasalahan tersebut muncul ketika guru yang ditugaskan mengampu mata pelajaran IPA tidak memiliki kompetensi dan pemahaman yang cukup mengenai materi kinematika, gelombang, dan optik. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah dibuat konsep cara pembelajaran yang mudah terkait materi IPA SMP khususnya materi kinematika, gelombang, dan optic.

 

Kata Kunci: kinematika, gelombang, optik, interferensi.

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2

UM | MIPA | Pimpinan UM | Elearning FMIPA | Physics Book