You are here: Home Download Semua Download Artikel Skripsi Mahasiswa

Fisika UM

Artikel Skripsi Mahasiswa

Kumpulan Artikel Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM.
Login untuk download

Categories

Semester Genap 2014/2015

Semester Genap 2014/2015

Artikel Skripsi Mahasiswa Jurusan Fisika Semester Genap 2014/2015

Semester Pendek 2013-2014

Semester Pendek 2013-2014

Jurnal Skripsi Mahasiswa Fisika Semester Pendek 2013-2014.

50 Mahasiswa.

Documents

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

Artikel_Winda_Dwi_Ayu_Sari_-_309322417567 Artikel_Winda_Dwi_Ayu_Sari_-_309322417567

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/30/2013
Filesize: 517.01 kB
Downloads: 2436

ABSTRAK

Sehubungan dengan semakin meningginya kubah lava baru Gunung Kelut semenjak letusan terakhir tahun 2007, perlu dilakukan identifikasi dan analisa gempa vulkanik pada Gunung Kelut pada bulan Januari - Mei 2013 guna mengetahui aktivitas vulkanis Gunung Kelut berdasarkan analisa seismogram dan posisi sumber gempa (episenter dan hiposenter). Diperoleh 15 event gempa vulkanik bulan Januari–Mei 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber gempa vulkanik terdapat pada area Kawah dengan kedalaman gempa vulkanik dangkal 12m dibawah puncak dengan frekuensi dominan berkisar 3-6 Hz dan gempa vulkanik Dalam dengan kedalaman 1-4 km dibawah permukaan air laut yang memiliki frekuensi dominan berkisar 5-7 Hz. Daeri hasil penentuan hiposenter diketahui terjadi intrusi magma oleh gempa Vulkanik Dalam, hal ini di sebabkan posisi hiposenter gempa semakin naik menuju ke puncak kawah.

 Kata kunci : Gunung Api Kelut, Gempa Vulkanik, Episenter, Hiposenter

Artikel_(Medy_Prabasunu,_209321423353) Artikel_(Medy_Prabasunu,_209321423353)

hot!
Date added: 07/29/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 47.44 kB
Downloads: 672


Artikel Medy Prabasunu, Sugiyanto, Sentot Kusairi

ABSTRAK: Penilaian formatif  merupakan penilaian yang melibatkan siswa aktif dan memberikan balikkan yang ditujukan kepada siswa sehingga siswa mengetahui dimana letak kekurangan mereka dan memberikan siswa semangat untuk belajar dalam setiap sub materi. Penilaian formatif ini menggunakan metode kuis online dengan bantuan jejaring sosial facebook. Tujuan digunakannya jejaring social facebook adalah agar siswa tertarik untuk belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dan mempermudah proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar dengan menggunakan jejaring sosial facebook, guru memegang peranan penting dalam pemahaman konsep fisika siswa dan penggunaan produk, karena model penilaian formatif dengan metode kuis online ini guru harus mengunggah soal, mengunduh dan mengkoreksi soal yang telah dikerjakan siswa, Siswa mendapatkan balikkan dari guru setelah semua soal dikoreksi oleh guru dan diunggah kembali ke dalam jejaring sosial facebook. Produk dan pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall, yang terdiri dari sepuluh langkah yang disederhanakan lagi sesuai dengan prosedur penelitian yang dilakukan, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perancangan draf produk, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi dan (5) uji coba terbatas. Kelayakan produk ditunjukan oleh hasil penilaian (validitas) ahli media dan ahli materi yang meliputi ranah konstruksi, ranah materi dan ranah bahasa. Selain itu tanggapan dari guru dan siswa selama uji coba juga dijadikan ukuran kelayakan produk ini untuk dinilai. 

Kata kunci: penilaian formatif, kuis online, jejaring sosial facebook, kalor

.

 

 

Artikel Yenie Ratna S, Daeng Ahcmad S, Nasikhudin Artikel Yenie Ratna S, Daeng Ahcmad S, Nasikhudin

hot!
Date added: 07/26/2013
Date modified: 07/26/2013
Filesize: 755.19 kB
Downloads: 2160

Artikel Yenie Ratna S, Daeng Ahcmad S, Nasikhudin

Abstrak: Munculnya semburan panas lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo pada 29 Mei 2006 hingga sekarang menga-kibatkan tergenangnya kawasan pemukiman, pertanian dan lain-lain. Lumpur terus menyembur setiap harinya hingga menyebabkan beberapa titik tanggul dinyatakan siaga 1 oleh BPLS yaitu di Desa Gla-gaharum. Tubuh tanggul yang terbuat dari urugan mudah sekali mengalami kerusakan yang diakibatkan air melimpah melalui puncak tanggul maupun karena rembesan yang membawa material tanggul. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dilihat dari struktur luar tanggul, masih dalam keadaan yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi struktur bawah permukaan untuk mengetahui potensi longsor pada tanggul lumpur lapindo berdasarkan radargram Ground Penetrating Radar (GPR). Hal per-tama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengambilan data dengan 10 lintasan pada tanggul lumpur Lapindo di Desa Glagaharum Porong, Sidoarjo menggunakan GPR. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software GeoScan32. Data yang sudah diolah lalu diinterpretasikan berdasarkan konstanta dielektrisitas sebuah material. Sehingga dapat diketahui jenis material yang terkandung pada la-pisan bawah permukaan tanggul. Software Surfer 9.0 digunakan untuk menampilkan penampang tanggul. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pada tanggul lumpur Lapindo di Desa Glagaharum berpotensi terjadi kelongsoran pada beberapa lintasan penelitian. Karena lapisan tanah dibawahnya mengandung tanah liat, air dan rongga udara. Kerusakan tanggul dapat diakibatkan rembesan yang mem-bawa material tanggul. Besarnya rembesan dipengaruhi oleh kemampuan tanah untuk melewatkan air (permeabilitas). Semakin besar rembesan maka akan mengancam kestabilan tanggul hingga dapat menye-babkan longsor. Tanggul lumpur Lapindo di Desa Glagaharum yang berpotensi terjadi longsor adalah pada lintasan 6, 7, 8 dan 9.

Artikel Dyah, Samsul Hidayat, Burhan Artikel Dyah, Samsul Hidayat, Burhan

hot!
Date added: 07/26/2013
Date modified: 06/03/2016
Filesize: 533.48 kB
Downloads: 1236

Artikel Dyah Suryaningrum, Samsul Hidayat, Burhan Indriawan

ABSTRAK: Desa Sumber Ngepoh dengan kondisi tanah yang cukup kompleks dan labil memerlukan pemetaan geoteknik dengan skala yang sesuai perencanaan. Pemetaan tersebut perlu dilakukansebelum diadakan penataan lahan di sekitar lokasi. Pemetaan geoteknik tersebut dipandang penting, mengingat salah satu fungsinya yakni untuk mengurangi dampakyang ditimbulkan,seperti tanah longsor.

Untuk mengkaji lebih detail daerah rawan longsor di daerah tersebut, perlu dilakukan penelitian pendahuluan dengan menggunakan metode survei geofisika, salah satunya adalah metode geolistrik tahanan jenis.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan spasi elektroda dan penetrasi kedalaman berdasarkan nilai resistivitas tanah yang diukur. Dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Dipole - Dipole untuk panjang bentangan diantaranya yaitu bentangan pertama 200 m, bentangan kedua yaitu 150 m dan bentangan ketiga yaitu 150 m dan bentangan keempat yaitu 150 m maka akan didapat nilai resistivitasnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa data primer yaitu data mentah. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di tempat penelitian, alat yang digunakan adalah alat Geolistrik OYO Mcohm – El 2219d dari Jepang.

Dari hasil interprestasi menggunakan software Res2divn ver 3. 54x, diketahui pada lintasan 1 sepanjang 200 m posisi 5,30 m – 13,6 m dengan nilai resistivitas bidang gelincirnya 294 – 574 ?m dengan sudut kemiringan lereng sebesar 20 dan struktur jenis tanahnya lempung dan tanah pasir, pada lintasan 2 sepanjang 150 m dengan nili resistivitas bidang gelincirnya 9,25 m – 18,4 m dengan sudut kemiringan lereng sebesar 5,30 dan struktur jenis tanahnya lempung dan tanah pasir, pada lintasan 3 sepanjang 150 m dengan nilai resitivitas bidang gelincirnya 9,25 m – 18,4 m dengan sudut kemiringan lereng 8,30 dan struktur jenis tanahnya lempung dan tanah pasir dan pada lintasan 4 sepanjang 150 m dengan nilai resitivitas bidang gelincirnya 9,25 m – 18,4 m dengan sudut kemiringan lereng sebesar 7,5 0 dan struktur jenis tanahnya lempung dan tanah pasir. Terlihat berbedaan nilai resistivitas yang sangat besar yang menyebabkan terjadinya bidang glincir.

 

Artikel_Ratri_Agustina Artikel_Ratri_Agustina

hot!
Date added: 07/26/2013
Date modified: 07/26/2013
Filesize: 415.09 kB
Downloads: 2142

ABSTRAK: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika berbasis sains teknologi masyarakat pokok bahasan gelombang elektromagnetik untuk kelas X SMAN 10 Malang. Bahan ajar yang dikembangkan ada 2 produk yaitu bahan ajar siswa dan panduan guru. Metode pengembangan yang digunakan pada penelitian ini mengikuti 5 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) pengembangan draft produk; (4) uji coba awal; dan (5) revisi hasil uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket yang diisi oleh validator. Berdasarkan hasil validasi, bahan ajar siswa memperoleh nilai rata-rata 3,76 untuk kelayakan isi dan 3,74 untuk kelayakan bahasa. Sedangkan pedoman penggunaan bahan ajar memperoleh nilai rata-rata 3,76 untuk kelayakan isi dan 3,75 untuk kelayakan bahasa. Berdasarkan hasil ujicoba terbatas pada siswa, bahan ajar siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,27. Jadi dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria layak menurut ahli dan pengguna.

Kata Kunci: bahan ajar, sains teknologi masyarakat, gelombang elektromagnetik.

ARTIKEL_SHINTA_DEWI_NOVITASARI ARTIKEL_SHINTA_DEWI_NOVITASARI

hot!
Date added: 07/23/2013
Date modified: 07/23/2013
Filesize: 42.78 kB
Downloads: 1006

STUDI TENTANG KONSEPSI SISWA SMP PADA

KONSEP-KONSEP OPTIKA GEOMETRI

 

Shinta Dewi Novitasari(1), Sutopo dan Sugiyanto

Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang

Jalan Semarang 5, Malang 65145. Telp. (0341) 551-312

(1)email: d_shin13@yahoo.com

 

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi siswa tentang konsep-konsep optika geometri dan perubahannya setelah pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitaif dan kualitatif. Subyek penelitian ini sebanyak 28 siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang sedang menempuh materi optika (cahaya). Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes diagnostik, wawancara, dan observasi kelas. Instrumen tes diagnostik diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan instrumen yang sama. Tes diagnostik berbentuk pilihan ganda dimana siswa diperbolehkan memilih lebih dari satu jawaban yang mereka anggap benar. Perubahan konsepsi siswa diketahui dari perubahan kualitas jawaban siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa masih memiliki konsepsi salah, baik sebelum dan sesudah pembelajaran. Hal ini dikarenakan pengalaman belajar yang diterima siswa belum cukup membantu siswa untuk memahami konsep-konsep optika geometri yang diteliti.

 

Kata Kunci: Konsepsi, Perubahan Konsepsi, Optika Geometri

LARASATI_TIARA_RAHMANINGRUM,_SUTARMAN_DAN_YUDYANTO LARASATI_TIARA_RAHMANINGRUM,_SUTARMAN_DAN_YUDYANTO

hot!
Date added: 07/22/2013
Date modified: 07/22/2013
Filesize: 146.5 kB
Downloads: 4718

ABSTRAK

 

Rahmaningrum, Larasati Tiara. 2013. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Menigkatkan Keterampilan Proses Sains pada Mata Pelajaran Fisika Siswa Kelas 8 E SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang: (I) Drs. Sutarman, M. Pd, (II) Drs. Yudyanto, M.Si.

 

Kata kunci: Problem Based Learning, keterampilan proses sains

 

Berdasarkan hasil observasi awal di kelas 8 E SMP Negeri 2 Malang diperoleh informasi bahwa masih dilakukan pembelajaran yang berpusat pada guru. Metode eksperimen jarang diterapkan, sehingga keterampilan proses sains siswa masih belum terlihat. Ini terlihat dari beberapa indikator keterampilan proses yang diukur yaitu mengamati, merancang dan melakukan percobaan, mengukur, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan masih rendah, oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa adalah model Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada mata pelajaran fisika siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Malang.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang terdiri dari perencanaan, tindakan dan analisis serta refleksi. Tindakan pada penelitian ini adalah model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan di kelas 8 E SMP Negeri 2 Malang. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah penerapan model PBL dan keterampilan proses sains siswa yang diambil dari hasil observasi sebelum maupun sesudah penelitian dilakukan.

Hasil penelitian dan analisa data menunjukan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Pada siklus I pertemuan I, persentase keterampilan proses sains siswa sebesar 53% dan 63% pada pertemuan II. Jika diambil rata-rata maka didapat persentase keterampilan proses sains sebesar 58%. Pada siklus II pertemuan I, persentase keterampilan proses sains sebesar 81,4% dan pada pertemuan II sebesar 85,6%. Jika diambil rata-rata maka didapat persentase sebesar 83,5%. Ini berarti keterampilan proses sains siswa meningkat sebesar 25,5%. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model PBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains pada mata pelajaran fisika siswa kelas 8 E SMP Negeri 2 Malang.

 

 

 

 

 

 

Artikel_Putri Purbosari_Endang Purwaningsih_Kadim Masjkur Artikel_Putri Purbosari_Endang Purwaningsih_Kadim Masjkur

hot!
Date added: 07/22/2013
Date modified: 07/22/2013
Filesize: 38.96 kB
Downloads: 882

Artikel_Putri Purbosari_Endang Purwaningsih_Kadim Masjkur

 

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS REACT    

MATERI BUNYI

Putri Purbosari[1], Endang.[2], Kadim.[3]

Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang

e-mail : purbiputri@gmail.com

 

 

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar fisika berbasis REACT materi bunyi untuk siswa kelas VIII SMP, Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan lima langkah R & D Borg dan Gall. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari skor penilaian dan komentar/saran angket penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun telah valid dan layak sebagai bahan ajar dengan skor 3,57 untuk bahan ajar siswa dan 3,41 untuk panduan guru. Kemudian dari hasil uji keterbacaan dengan subjek 9 siswa diperoleh skor 3,78 untuk bahan ajar siswa.

 

Kata kunci: bahan ajar, REACT, bunyi

artikel-zuhriya_rohmawati-widjianto-sulur artikel-zuhriya_rohmawati-widjianto-sulur

hot!
Date added: 07/22/2013
Date modified: 07/22/2013
Filesize: 241.21 kB
Downloads: 1132

ABSTRACT:This study aims to determine the validity of interactive modules integrated science and to determine improvement student achivement after learning by using interactive modules integrated sciences. This study uses the research and development of Dick and Carey in SMPN 1 Binangun with population of class VII-i and VII-f. Type of data is the qualitative validation result of media expert, subject matter experts, and students as well as from the pretest and posttest. The result of this research and development is got average value of 3.36 with very valid criteria and data from pretest and posttest show that learning outcomes increased by 43.85. Based on this data, it can be concluded that the Integrated Sciences of interactive module with forest fires topic is very valid to be used as a means of  independent learning.

 

Keywords:  Interactive modules, integrated sciences, multiple intelligences,    students achievement

ARTIKEL-Silka_Abyadati_Sentot_Kusairi_Sumarjono ARTIKEL-Silka_Abyadati_Sentot_Kusairi_Sumarjono

hot!
Date added: 07/22/2013
Date modified: 07/22/2013
Filesize: 349.52 kB
Downloads: 6588

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA

ANIMATED VIDEO (VIDEO TERANIMASI) MATERI FLUIDA

UNTUK SMA KELAS XI

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Animated Video (Video Teranimasi) materi Fluida, dengan harapan media ini dapat digunakan oleh guru dan siswa. Desain penelitian pengembangan media pembelajaran dengan Animated Video ini menggunakan model Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi empat tahap Langkah-langkah penelitian dilakukan peneliti sampai tahap uji coba produk. Pengambilan data validasi media pembelajaran menggunakan instrument berupa angket kepada ahli media dan ahli materi. Dari hasil validasi media didapatkan data kuantitatif 3,3 dan validasi materi didapatkan data kuantitatif 3,8. Media pembelajaran yang dihasilkan ini sudah dikatakan layak dan dapat digunakan untuk belajar siswa.

 

Kata kunci: pengembangan media pembelajaran, video teranimasi, fluida

Artikel_Dewi Wulandari_Sugiyanto_Dwi Haryoto Artikel_Dewi Wulandari_Sugiyanto_Dwi Haryoto

hot!
Date added: 07/21/2013
Date modified: 07/21/2013
Filesize: 330.1 kB
Downloads: 16634

Wulandari, Dewi. 2013. Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Berbasis Kinerja dalam Pembelajaran Fisika Model REACT di SMA Kelas X Semester 2.Skripsi,ProgramStudi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sugiyanto, S.Pd, M.Si (II) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd.

Kata Kunci: instrumen, penilaian autentik, kinerja, REACT.

Salah satu prinsip penilaian yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan adalah menyeluruh dan berkesinambungan. Penilaian oleh guru harus mencakup aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif serta terintegrasi dalam pembelajaran (penilaian autentik). Fakta hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa penilaian dalam pembelajaran Fisika cenderung hanya aspek kognitif saja. Hasil wawancara terhadap guru Fisika SMA Negeri 1 Turen dan SMA Negeri 9 Malang didapatkan informasi bahwa penilaian aspek psikomotor siswa belum pernah dilaksanakan secara autentik. Hal ini disebabkan guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun format penilaian kinerja. Oleh karena itu, penelitian pengembangan instrumen penilaian kinerja penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untukmenghasilkan produk instrumen penilaian autentik berbasis kinerja dalam pembelajaran Fisika model REACT di SMA kelas X semester 2 serta mendeskripsikan kelayakannya.

Model penelitian ini adalah mengadopsi model pengembangan Borg dan Gall yang hanya menggunakan langkah pertama sampai kelima saja. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu studi lapangan, pengembangan produk dan uji coba produk. Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yaitu validasi oleh tiga vali-dator serta uji coba terbatas oleh dua guru terhadap 78 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.

Berdasarkan hasil analisis data validasi produk, diperoleh bahwa kelayakan RPP berbasis aktivitas siswa sebesar 85,04%,LKS model REACT sebesar 84,50%, instrumen penilaian kognitif produk sebesar 83,52%, instrumen penilaian psikomotor (lembar observasi kinerja) sebesar 86,07%, instrumen penilaian afektif perilaku berkarakter (lembar observasi sikap) sebesar 82,70% dan instrumen penilaian afektif keterampilan sosial (lembar peer assessment) sebesar 85%. Berdasarkan hasil analisis data uji coba terbatas, diperoleh bahwa kelayakan instrumen penilaian psikomotor (lembar observasi kinerja) menurut guru sebesar 91,06% dan kelayakan LKS modelREACT menurut siswa sebesar 89,03%. Seluruh instrumen penilaian autentik berbasis kinerja hasil pengembangantelah memenuhi kriteria layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.

ARTIKEL_ILMIAH_MELVA ARISTY PRATIWI_SUTARMAN_MUDJIHARTONO ARTIKEL_ILMIAH_MELVA ARISTY PRATIWI_SUTARMAN_MUDJIHARTONO

hot!
Date added: 07/19/2013
Date modified: 07/19/2013
Filesize: Empty
Downloads: 675

ARTIKEL_ILMIAH_MELVA ARISTY PRATIWI_SUTARMAN_MUDJIHARTONO

PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL

PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA

DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

PESERTA DIDIK KELAS X MAN MALANG 1

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar peserta didik yang belajar dengan model Problem Based Learning (PBL) dibandingkan peserta didik yang belajar dengan cara konvensional. 2) Mengetahui ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar peserta didik.3) Mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar peserta didik yang mempunyai kemampuan berpikir kritis tinggi, jika belajar dengan model Problem Based Learning (PBL) dan yang belajar dengan model konvensional. 4) Mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar peserta didik yang mempunyai kemampuan berpikir kritis rendah, jika belajar dengan model Problem Based Learning (PBL) dan yang belajar dengan model konvensional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah faktorial 2x2. Kesimpulan penelitian adalah 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar antar siswa yang belajar dengan model PBL dan siwa yang belajar dengan model konvensional. 2) Tidak terdapat interaksi antara model PBL dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar fisika siswa. 3) Prestasi belajar peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis tinggi yang belajar dengan model PBL lebih tinggi daripada peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis tinggi yang belajar dengan model konvensional. 4) Prestasi belajar peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis rendah yang belajar dengan model PBL lebih tinggi daripada peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis rendah yang belajar dengan model konvensional.

 

Kata Kunci: PBL, Prestasi Belajar Fisika, Kemampuan Berpikir Kritis

ARTIKEL_Faryda ARTIKEL_Faryda

hot!
Date added: 07/19/2013
Date modified: 07/19/2013
Filesize: 457.64 kB
Downloads: 1468

Farida Ermawati, Sutopo, dan Mudjihartono

Artikel_Putri Wulandari__Sutarman_Sugiyanto Artikel_Putri Wulandari__Sutarman_Sugiyanto

hot!
Date added: 07/18/2013
Date modified: 07/18/2013
Filesize: 76.31 kB
Downloads: 1792

Putri Wulandari_Sutarman_Sugiyanto

 

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VIII-G SMP NEGERI 9 MALANG

 

ABSTRAK: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dari level C1 sampai C4 dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif siswa kelas VIII-G SMP Negeri 9 Malang selama pembelajaran dengan model PBL. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan secara kualitatif yang dimulai dari reduksi data, display data, evaluasi, dan refleksi. Analisis data kuantitatif juga digunakan untuk menghitung persentase peningkatan kemampuan kognitif dan keterlaksanaan pembelajaran PBL. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran PBL yang dilakukan oleh guru pada siklus I dan siklus II adalah 100% terlaksana, sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 88,8% terlaksana dan pertemuan ke-2 adalah 93,8% terlaksana, pada siklus II pertemuan ke-3 adalah 94,6% terlaksana dan pertemuan ke-4 adalah 97,8% terlaksana. Model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai gain score pada siklus I <g> = 0,65 dan pada siklus II <g> = 0,80. Jika ditinjau dari setiap level, juga terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Setelah diberi tindakan pada siklus I dan II, kemampuan kognitif siswa untuk level C1 meningkat dari 93,7% menjadi 95,5%, level C2 meningkat dari 74,7% menjadi 82,5%, level C3 meningkat dari 72,5% menjadi 79,2%, dan level C4 meningkat dari 70% menjadi 78,8%. Sedangkan untuk dimensi pengetahuan diperoleh data bahwa pengetahuan faktual menurun dari 89,6% menjadi 88,8%, pengetahuan konseptual meningkat dari 49,8% menjadi 78,1%, dan pengetahuan prosedural mengalami penurunan dari 94,3% menjadi 85,4%.

 

Kata Kunci: model Problem Based Learning (PBL), kemampuan kognitif

artikel Ahmad Zuhdi, Sulur, Sumarjono artikel Ahmad Zuhdi, Sulur, Sumarjono

hot!
Date added: 07/18/2013
Date modified: 06/03/2016
Filesize: 42.29 kB
Downloads: 1354

Abstract : Pembelajaran Fisika di SMK belum dilaksanakan secara optimal. Hasil survei di beberapa SMK Negeri di Kota Malang menunjukkan bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru dan siswa cenderung pasif. Keterbatasan alokasi waktu tatap muka, belum tersedianya bahan ajar dan media pembelajaran yang memadai menjadi kendala dalam pembelajaran Fisika. Untuk itu, dikembangkan suatu ba­han ajar Fisika kontekstual berbasis inkuiri terbimbing pada materi rotasi benda tegar untuk SMK kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dari Borg dan Gall. R & D ini diawalai dengan studi pendahu­luan meliputi kegiatan studi kepustakaan dan analisis kondisi lapangan, dilan­jutkan pengembangan produk dan uji coba produk. Hasil validasi konten buku diperoleh nilai 90,8%, untuk validasi konstruk buku 92,1%. Sedangkan hasil dari subjek coba diperoleh hasil 85% menjawab iya, 8% menjawab ragu-ragu dan 5% menjawab tidak. Hasil validasi konten Ani¬masi diperoleh nilai 90,06%, untuk validasi konstruk Animasi 83,3%. Sedangkan hasil dari subjek coba diperoleh hasil 86% menjawab iya, 10% menjawab ragu-ragu dan 3% menjawab tidak. Hasil tersebut mencerminkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid atau baik.

Kata kunci : bahan ajar Fisika, inkuiri terbimbing, kontekstual

ARTIKEL__STANIATUL_MASRUROH ARTIKEL__STANIATUL_MASRUROH

hot!
Date added: 07/17/2013
Date modified: 07/19/2013
Filesize: 220.02 kB
Downloads: 2277

Masruroh, Staniatul. 2013. Profil Kemampuan Mahasiswa Peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Malang dalam Melaksanakan Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA). Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Lia Yuliati, M.Pd,

            (II) Sujito, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), pembelajaran fisika

 

Guru profesional berawal dari calon guru yang berkompeten. Pembelajaran bagi calon guru dirancang agar calon guru memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui kemampuan mahasiswa fisika dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran pada saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL); (2) menganalisis kesulitan yang dialami oleh mahasiswa fisika pada saat PPL; (3) mengetahui kesesuaian antara kebutuhan mahasiswa pada saat PPL dengan matakuliah yang diperolehnya ketika di perkuliahan; (4) mengetahui respon guru pamong terhadap kemampuan mahasiswa PPL dalam melaksanakan pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Data peneliti­an berupa data yang berasal dari angket, wawancara, dan observasi yang di­deskripsi­kan. Analisis data mengacu pada model Miles and Huberman yang meliputi 4 tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan verifikasi data. Dalam penelitian ini, trianggulasi sumber data, data, teori, dan metode di­terapkan untuk mengecek keabsahan data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa PPL fisika mampu merencanakan pembelajaran, yakni mampu menyusun prota dan promes, silabus, RPP, LKS, bahan ajar, instrumen penilaian, serta mampu menyediakan media pembelajaran. Mahasiswa PPL juga mampu melaksanakan pembelajaran, yakni mampu membuka pelajaran, menutup pelajaran, memanfaatkan media pembelajaran, dan menggunakan strategi pembelajaran, tetapi belum mampu dalam pengelolaan kelas, pengelolaan waktu, dan penyampaian materi. Sebagian kecil mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyusun prota dan promes, silabus, LKS, dan instrumen penilaian tetapi sebagian besar mahasiswa PPL kesulitan dalam pengelolaan kelas dan pengelolaan waktu. Secara keseluruhan, kebutuhan mahasiswa PPL fisika dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sesuai dengan matakuliah yang mereka dapat di perkuliahan. Namun, kebutuhan mahasiswa dalam pengelolaan kelas, pengelolaan waktu, dan penguasaan konsep dasar fisika mahasiswa PPL fisika perlu ditingkatkan melalui pembelajaran aktif di perkuliahan. Guru pamong memberikan respon yang baik terhadap pelaksanaan pembelajaran mahasiswa PPL fisika, kedisiplinan dan tanggung jawab mahasiswa PPL terhadap tugasnya, sikap mahasiswa selama PPL, serta keberadaan mahasiswa PPL di sekolah.

ARTIKEL Siska Pupita Dewi, Wartono, Hartatiek ARTIKEL Siska Pupita Dewi, Wartono, Hartatiek

hot!
Date added: 07/17/2013
Date modified: 07/17/2013
Filesize: 401.56 kB
Downloads: 1898

Siska Puspita Dewi, Wartono, dan Hartatiek

Universitas Negeri Malang

E-mail:d.siskapuspita@yahoo.co.id

 

ABSTRAK: Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMP Negeri 8 Malang, pembelajaran yang dilakukan guru di kelas VIII-C selalu menggunakan metode ceramah dan guru tidak pernah melakukan demonstrasi atau percobaan. Akibatnya ketrampilan proses sains siswa tidak pernah dilatihkan, sehinga prestasi belajar yang dicapai siswa juga rendah. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih ketrampilan proses siswa adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Model pembelajaran ini melatih siswa untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, menggunakan alat dan bahan, mengumpulkan data, berkomunikasi dan membuat kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan ketrampilan proses sain dan prestasi belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 8 Malang.

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 di kelas VIII-C SMP Negeri 8 Malang yang terdiri dari 40 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan tindakan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Materi yang diajarkan untuk siklus 1 adalah pemantulan cahaya, sedangkan untuk siklus 2 adalah pembiasan cahaya. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung persentase keterlaksanaan pembelajaran, ketrampilan proses sains dan prestasi belajar kemudian membandingkan antara siklus I dan siklus II.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan ketrampilan proses sains dan prestasi belajar. (1) Keterlaksanaan proses pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing pada siklus I diperoleh sebesar 88,01% dengan kualifikasi baik dan pada siklus II sebesar 91.43% dengan kualifikasi sangat baik. Terjadi peningkatan sebesar 3.42%. (2) Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan ketrampilan proses sains siswa. Pada siklus I yang diperoleh persentase rata-rata 74% dengan kualifikasi baik dan menjadi 77,12% pada siklus II dengan kualifikasi baik. (3) Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas sebelum diberi tindakan adalah 55, tes siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas 72,3 dan tes siklus II diperoleh nilai 79,6. Ditinjau dari ketuntasannya, pada pra siklus hanya 20% siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 42,5% dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 67,5%.

ANALISIS_RAGAM_DAN_PERUBAHAN_KONSEPSI_KALOR_SISWA ANALISIS_RAGAM_DAN_PERUBAHAN_KONSEPSI_KALOR_SISWA

hot!
Date added: 07/17/2013
Date modified: 06/03/2016
Filesize: 29.75 kB
Downloads: 1079

ANALISIS RAGAM DAN PERUBAHAN KONSEPSI KALOR
SISWA SMA NEGERI 5 MALANG
Yeny Khristiani, Sutopo, Sugiyanto
Universitas Negeri Malang

Email: yenykhris@gmail.com

ABSTRAK: Prakonsepsi yang salah tentang konsep-konsep fisika perlu segera diperbaiki agar tidak menghambat keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ragam konsepsi siswa tentang kalor dan bagaimana perubahannya setelah pembelajaran. Konsepsi yang dikaji mencakup 1) suhu, 2) muai panjang, 3) kalor, 4) kalor jenis, 5) konduksi kalor dan 6) perubahan wujud.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-8 SMAN 5 Malang yang terdiri atas 11 laki-laki dan 23 perempuan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes berupa tes diagnostic yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran dengan instrumen yang sama. Tes berbentuk pilihan ganda di mana siswa dibolehkan memilih lebih dari satu jawaban. Pembelajaran didokumentasikan dengan teknik audio visual (video).Triangulasi data dilakukan dengan menggunakan wawancara untuk memperoleh data yang akurat.Penelitian ini antara lain menemukan bahwa ragam konsepsi siswa baik sebelum maupun setelah pembelajaran sangat variatif. Pada umunya, siswa memiliki konsepsi yang salah, baik sebelum maupun sesudah pembelajaran. Pembelajaran yang dialamai siswa tidak memberikan pengalaman belajar yang cukup bermakna untuk memahami konsep-konsep yang diteliti.

Kata Kunci: ragam konsepsi, perubahan konsepsi, suhu dan kalor

Artikel_Tri_Murdiyanto Artikel_Tri_Murdiyanto

hot!
Date added: 07/12/2013
Date modified: 07/12/2013
Filesize: 68.77 kB
Downloads: 1158

ABSTRAK: Belajar fisika melibatkan banyak komponen dan faktor yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu alternatif model pembelajaran adalah model pembelajaran berbasis Think-Pair-Share-Problem Posing. Model pembelajaran Think-Pair-Share-Problem Posing bertujuan untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran fisika. Karakter Think-Pair-Share yang mengutamakan kegiatan diskusi sehingga memudahkan siswa dalam menyampaikan pendapatnya, sedangkan Problem Posing yang berarti pengajuan soal akan membantu siswa dalam memahami suatu permasalahan berbentuk soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar Think-Pair-Share-Problem Posing lebih tinggi daripada yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan Quasy Experiment (eksperimen semu) dengan model Postest Control Group Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk hasil belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar fisika dan kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think-Pair-Share-Problem Posing lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.

 

Kata kunci: belajar fisika, Think-Pair-Share-Problem Posing, hasil belajar fisika, kemampuan berpikir kritis

Artikel Anjar Pranggawan Azhari, Dwi Haryoto, Muhardjito Artikel Anjar Pranggawan Azhari, Dwi Haryoto, Muhardjito

hot!
Date added: 07/12/2013
Date modified: 07/12/2013
Filesize: 37.52 kB
Downloads: 1238

Anjar Pranggawan Azhari, Dwi Haryoto, Muhardjito ABSTRAK: Tujuan penelitian adalah menguji apakah motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen yang belajar dengan strategi pembelajaran predict observe explain (POE) lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu ini menggunakan desain pra-tes pasca-tes. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen dengan sampel kelas X-8 berjumlah 32 siswa sebagai kelompok POE dan kelas X-9 berjumlah 34 siswa sebagai kelompok konvensional. Hasil penelitian adalah motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Turen yang belajar dengan strategi pembelajaran predict observe explain lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional.

ARTIKEL_Aning_BD ARTIKEL_Aning_BD

hot!
Date added: 07/12/2013
Date modified: 07/12/2013
Filesize: 507.34 kB
Downloads: 4230

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) tingkat kelayakan instrumen diagnostik three–tier, (2) mengidentifikasi miskonsepsi listrik dinamis pada siswa kelas X SMA. Data dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa saran dari validator dan miskonsepsi siswa. Data kuantitatif berupa persentase dari miskonsepsi yang dialami siswa. Hasil penelitian adalah:

(1) validitas isi oleh ahli sebesar 90% sehingga instrumen tes memenuhi kriteria valid, (2) uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas X SMAN 1 Turen diperoleh 28 butir soal memenuhi kriteria valid dengan reliabilitas sangat tinggi, (3) hasil analisis deskriptif dari penerapan instrumen diagnostik three-tier yang dialakukan di kelas X-7 SMAN 1 Turen sebesar 27,7% siswa mengalami miskonsepsi listrik dinamis dan 23,1% siswa tidak tahu konsep listrik dinamis.

 

Kata Kunci: miskonsepi, listrik dinamis, instrumen diagnostik three–tier

ARTIKEL_KHOIRUN_NISA'_RETNO_NING_TIYAS ARTIKEL_KHOIRUN_NISA'_RETNO_NING_TIYAS

hot!
Date added: 07/12/2013
Date modified: 07/12/2013
Filesize: 183.15 kB
Downloads: 2447

ABSTRAK: Penelitian ini mengembangkan instrumen penilaian diagnostik bentuk pilihan ganda 2 tingkat untuk mengetahui kelemahan pemahaman konsep materi kalor siswa kelas X-7 SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Hasil penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari presentase jawaban salah siswa pada setiap butir soal. Data kualitatif diwakili oleh informasi kesalahan pemahaman konsep materi kalor siswa kelas X-7 SMA Laboratorium UM.

Kata kunci: penilaian diagnostik, pilihan ganda 2 tingkat, kesalahan pemahaman konsep

Artikel_Nurul_Sutarman_Chusnana Artikel_Nurul_Sutarman_Chusnana

hot!
Date added: 07/11/2013
Date modified: 07/11/2013
Filesize: 32.46 kB
Downloads: 3077

ABSTRAK

 

Azizah, Nurul. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Kelas X-H MAN Malang 1. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutarman, M.Pd, (II) Dra. Chusnana I.Y, M.Si.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Kognitif.

Berdasarkan fakta ditemukan bahwa terdapat pemasalahan kemampuan kognitif bagi siswa kelas X-H MAN Malang 1. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai siswa pada ulangan harian pertama untuk ranah kognitif yaitu 68,5 dan masih banyak siswa (67%) yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah. KKM yang ditetapkan MAN Malang 1 untuk mata pelajaran Fisika adalah 75. Salah satu model pembelajaran yang dapat memperbaiki proses pembelajaran di kelas X-H tersebut adalah model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa mulai dari ranah C1 sampai dengan C6. Kemampuan kognitif tersebut dapat dilihat dari hasil tes kemampuan kognitif yaitu mulai dari ranah C1 sampai dengan C6.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Masing-masing siklus mempunyai 4 tahapan, yaitu: (1) planning (perencanaan), (2) action (tindakan), (3) observation (pengamatan), dan (4) reflection (refleksi). Subyek penelitian adalah siswa kelas X-H MAN Malang 1 tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah 30 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui pemberian tes kemampuan kognitif dalam bentuk pilihan ganda dan uraian serta lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran fisika model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas

X-H MAN Malang 1. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persentase rata-rata keterlaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan dari 86,2% menjadi 97,4%. Hasil belajar siswa pada aspek kognitif pada siklus I siswa yang lulus KKM sebesar 77% dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Persentase peningkatan kemampuan kognitif siswa dari siklus I ke siklus II, yaitu ranah pengetahuan (C1) mengalami peningkatan persentase dari 89,85% menjadi 90%, ranah pemahaman (C2) juga mengalami peningkatan persentase dari 85,85% menjadi 93,15%, ranah penerapan (C3) mengalami peningkatan persentase dari 78,25% menjadi 81,1%, ranah analisis (C4) mengalami peningkatan persentase dari 83% menjadi 97%, ranah evaluasi (C5) mengalami penurunan persentase dari 79% menjadi 76,5%, dan ranah mencipta (C6) mengalami peningkatan persentase dari 73% menjadi 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas X-H MAN Malang 1.

artikel_Ely_Rismawati_209321420862 artikel_Ely_Rismawati_209321420862

hot!
Date added: 07/10/2013
Date modified: 07/10/2013
Filesize: 72.5 kB
Downloads: 2460

ABSTRAK

 

Rismawati, Ely. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Pokok Bahasan Interferensi Cahaya Berbasis Discovery-Inquiry untuk Siswa Kelas XII IPA MAN 3 MALANG. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si, (II) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd

 

Kata Kunci : Bahan Ajar Fisika, Interferensi Cahaya, dan Discovery-Inquiry

 

Pembelajaran fisika yang selama ini diterapkan di MAN 3 Malang sudah berpusat pada siswa. Hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru MAN 3 Malang menyatakan bahwa pokok bahasan interferensi cahaya, siswa tidak melakukan eksperimen sehingga siswa hanya mengerti tentang rumus-rumusnya saja. Siswa hanya melakukan eksperimen pada materi kisi difraksi. Pemahaman siswa mengenai konsep-konsep masih kurang. Bahan ajarnya hanya menekankan pada rumus-rumusnya saja. penerapan konsep dalam bahan ajar masih kurang. Hasil wawancara yang dilakukan terhadap siswa MAN 3 Malang adalah bahan ajar kurang menarik, siswa merasa cepat bosan dalam mempelajarinya. Konsep yang dijelaskan pada bahan ajar juga masih kurang.

Upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, dapat digunakan bahan ajar yang menekankan pada keterampilan proses. Peneliti mencoba membuat bahan ajar dengan menggunakan pembelajaran discovery-inquiri yang mana pembelajaran tersebut merupakan pembelajaran yang menekankan pada penyelidikan (keterampilan proses) yang dilakukan oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan Bahan Ajar Fisika pada pokok bahasan Interferensi Cahaya di MAN 3 Malang dan mengetahui kelayakan Panduan Pembelajaran Bahan Ajar Fisika di MAN 3 Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan lima langkah awal metode Borg dan Gall, yaitu Menurut Borg dan Gall (Sukmadinata, 2009). Instrumen penelitian ini adalah berupa angket validasi yang diberikan kepada dua dosen fisika, dua guru fisika, serta 9 siswa MAN 3 Malang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif (validitas) yang mana menggunakan teknik rerata berupa persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan isi, kelayakan bahasa dan penyajian isi bahan ajar siswa dan panduan pembelajaran guru (bahan ajar guru) berbasis discovery-inquiry dikategorikan layak yang ditunjukkan dengan persentase menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat valid dan cukup valid. Dengan kata lain tidak mengalami revisi, dan ada revisi kecil. Revisi tersebut berdasarkan tanggapan, kritik atau saran dari validator.

Artikel_Triyas_K_ Artikel_Triyas_K_

hot!
Date added: 07/10/2013
Date modified: 07/10/2013
Filesize: 475.4 kB
Downloads: 1261

ABSTRAK. Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari penggunaan media pembelajaran berbantuan komputer dalam kegiatan belajar. Kecerdasan siswa yang bermacam-macam dan penggunaan media pembelajaran memungkinkan dibuatnya sebuah media pembelajaran berorientasi Multiple Intelligences bilingual berbantuan komputer untuk membantu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika yang berorientasi Multiple Intelligences bilingual berbantuan komputer yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran fisika SMA Kelas X pokok bahasan alat-alat optik. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian ini hanya sampai tahap uji coba terbatas. Pengambilan data uji coba terbatas media pembelajaran dilakukan dengan menggunakan instrument berupa angket kepada ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan audiens (siswa). Dari hasil analisis data uji coba terbatas diketahui tingkat kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan menurut ahli media sebesar 87,2% yang berarti media baik, menurut ahli materi 88,4% yang berarti media baik, menurut ahli bahasa 91,2% yang berarti media baik. Dari uji keterbacaan pada siswa kelas X SMAN 5 Malang diperoleh 89,4% yang berarti media baik. Media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan secara keseluruhan dinyatakan baik serta dapat digunakan dalam pembelajaran.

ARTIKEL_LAILIS_AYU_NUR_CAHYANI ARTIKEL_LAILIS_AYU_NUR_CAHYANI

hot!
Date added: 07/09/2013
Date modified: 07/09/2013
Filesize: 113.94 kB
Downloads: 832

Artikel_Gita_Tri_Prabawati Artikel_Gita_Tri_Prabawati

hot!
Date added: 07/09/2013
Date modified: 07/09/2013
Filesize: 56.73 kB
Downloads: 1012

ABSTRAK: Pada Kurikulum 2013 menyatakan semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan saintifik melalui mengamati, bertanya, mencoba, menalar. Pada pe­lajar­an fisika, salah satu caranya adalah dengan kegiatan praktikum. Dengan buku petunjuk praktikum, diharapkan ke­giat­an praktikum menjadi lebih teror­ganisir secara baik dan cepat mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang pe­ngembangan buku petunjuk praktikum dengan pendekatan konteks­tual berbasis inkuiri terbim­bing pada materi Optik kelas X semester 2. Metode yang digunakan yaitu model pengembangan Borg and Gall yang hanya diambil hing­ga langkah kelima yaitu re­visi produk. Pertama, studi penda­huluan meliputi kegiatan studi kepustakaan dan analisis kondisi la­pangan. Kedua, pengembangan produk dan dilanjutkan dengan uji coba produk. Setelah melakukan uji coba produk, akan dilakukan ana­lisis yang kemudian dilakukan finalisasi produk dan pelaporan akhir. Hasil validasi konten diper­oleh nilai 94,30%, untuk validasi konstruk 89,55%. Sedangkan hasil dari subjek coba diperoleh hasil 85,5% menjawab iya, 14,25% menjawab ragu-ragu dan 0,25% menja­wab tidak. Dari hasil tersebut maka buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah meme­nuhi kriteria valid atau baik.

 

Kata Kunci: petunjuk praktikum, inkuiri terbimbing, kontekstual

Artikel_Skripsi_ULya_Dewi Artikel_Skripsi_ULya_Dewi

hot!
Date added: 07/08/2013
Date modified: 07/08/2013
Filesize: 139.66 kB
Downloads: 3639

PENERAPAN MODEL TGT DENGAN PERMAINAN ELIMINASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DASAR DAN PRES PENERAPAN MODEL TGT DENGAN PERMAINAN ELIMINASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DASAR DAN PRES

hot!
Date added: 07/05/2013
Date modified: 07/05/2013
Filesize: 159.25 kB
Downloads: 1486

 Artikel Feni Aqidatul Ilmi, Wartono, Agus Suyudi

ABSTRAK: Berdasarkan observasi keterampilan proses dan prestasi belajar siswa kelas X-9 SMAN 1 Tumpang cukup rendah dan perlu ditingkatkan. Dimana hanya 3-4 orang siswa dari 32 siswa yang melakukan pengamatan dan mengkomunikasikan hasil pengamatan dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, 46.87% siswa pada mata pelajaran fisika belum memperoleh nilai KKM yang telah ditentukan sekolah yaitu 75. Salah satu upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut diterapkan suatu pembelajaran kooperatif yaitu pembelajaran model TGT. Tahapan dalam TGT, melatih siswa untuk dapat terampil dan saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, berani menyampaikan pikiran, melatih siswa untuk menghadapi persaingan dan saling membantu serta memberikan dukungan kepada orang lain. Jenis penelitian adalah Tindakan Kelas, Penelitian berlangsung dalam dua siklus pada kelas X-9 SMAN 1 Tumpang yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan catatan lapangan, lembar observasi, dan tes. Analisis data dalam penelitian ini besifat kualitatif (berupa kata atau kalimat) dan kuantitatif (berupa angka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari siklus I sebesar 79.33% menjadi 95.62% pada siklus II. Untuk keterampilan proses dasar juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 69.22% dengan kriteria cukup baik dan meningkat pada siklus II menjadi 83.50% dengan kriteria baik. Prestasi belajar fisika juga mengalami peningkatan, pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 79.02 dan pada siklus II naik menjadi 81.32. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan keterampilan proses dasar dan prestasi belajar fisika siswa kelas X-9 SMAN 1 Tumpang.

 

 

 

Kata kunci: model TGT, permainan eliminasi, keterampilan proses dasar, prestasi belajar

 

ARTIKEL_BINTI_NI'MATUL_KHOIR_109321422596 ARTIKEL_BINTI_NI'MATUL_KHOIR_109321422596

hot!
Date added: 07/05/2013
Date modified: 07/05/2013
Filesize: 67.43 kB
Downloads: 2740

Artikel Binti Ni'matul Khoir, Purbo Suwasono, Sumarjono

ABSTRAK: Pergeseran paradigma pada proses belajar mengajar di Indonesia dari behavioristik (teacher centered) menjadi konstruktivis (student centered) me­nun­tut guru untuk melakukan pembelajaran yang konstruktivis. Salah satu mo­del pem­belajaran yang mengikuti teori konstruktivisme adalah learning cycle 7E. Pe­ne­litian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah sikap ilmiah siswa yang di­be­lajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 7E lebih tinggi di­ban­ding­kan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran direct ins­truction (2) apakah prestasi belajar fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pem­belajaran learning cycle 7E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang di­be­lajarkan dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini meng­gu­na­kan rancangan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini ada­lah semua siswa kelas X SMAN 7 Malang. Teknik sampel menggunakan pur­po­sive sampling, satu kelas sebagai kelas eksperimen sedangkan yang satunya se­bagai kelas kontrol. Instrument penelitian menggunakan lembar penilaian si­kap ilmiah dan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu ja­lur yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bah­wa (1) sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran lear­ning cycle 7E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan mo­del pembelajaran direct instruction, (2) prestasi belajar fisika siswa yang di­be­lajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 7E lebih tinggi diban­ding­kan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran direct ins­truc­tion.

Page 8 of 11

UM | MIPA | Pimpinan UM | Elearning FMIPA | Physics Book