Fisika UM

Hari Wisodo

Karya Ilmiah Hari Wisodo

Documents

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

Kajian Dinamika Vorteks pada Sambungan Josephson Berdasarkan Persamaan TDGL Termodifikasi Kajian Dinamika Vorteks pada Sambungan Josephson Berdasarkan Persamaan TDGL Termodifikasi

hot!
Date added: 08/30/2012
Date modified: 08/30/2012
Filesize: 462.17 kB
Downloads: 1307

Hari Wisodo1, 2, Pekik Nurwantoro1, Agung Bambang Setio Utomo1
1
Jurusan Fisika FMIPA UGM, Yogyakarta
2
Jurusan Fisika FMIPA UM, Malang, E-mail: hariwisodo@yahoo.com

Dinamika vorteks pada sambungan Josephson berukuran 8x0´8x0 telah berhasil disimulasikan menggunakan persamaan TDGL termodifikasi. Kedua superkonduktor identik pada sambungan tersebut terbuat dari superkonduktor tipe II dengan k=1,3 dan penyambungnya terbuat dari bahan normal. Penyambung memiliki peran penting pada dinamika vorteks. Vorteks lebih mudah menembus sambungan SNS melalui sisi penyambung dari pada sisi superkonduktif. Keberadaan vorteks di penyambung bergantung pada lebar penyambungnya.

2012: Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juni 2012

Numerical Study of Vortex Dynamics in SQUID Based on the Modified TDGL Equations Numerical Study of Vortex Dynamics in SQUID Based on the Modified TDGL Equations

hot!
Date added: 08/30/2012
Date modified: 08/30/2012
Filesize: 378.44 kB
Downloads: 1183

Hari Wisodo1,2, Pekik Nurwantoro1, and Agung Bambang Setio Utomo1
1
Department of Physics, University of Gadjah Mada, Address Jl. Bulaksumur, Yogyakarta 55281
2
Department of Physics, State University of Malang, Address Jl. Semarang 5, Malang 65145, email: hariwisodo@yahoo.com

Vortex dynamics in the SQUID has been successfully simulated using the modi?ed TDGL equations. Superconducting loop of the SQUID is made of Niobium. Two identical Josephson junctions in the SQUID are made of normal materials. Numerical method used in discretization for the modi?ed TDGL equation was a standard ?nite difference scheme. Vortex begin to be formed when the SQUID is given H = 1.1 Hc2(0). This magnetic ?eld produced one vortex at each junction. When the external current Je = 0.05  is passed the SQUID, the vortices are then ?owing in the direction of the centre of the hole.

2012: International Symposium on Computational Science, May 15, 2012 - May 16, 2012, Universitas Gadjah Mada

Normalisasi Persamaan TDGL sebagai Parameter dan Fungsi Temperatur Normalisasi Persamaan TDGL sebagai Parameter dan Fungsi Temperatur

hot!
Date added: 08/30/2012
Date modified: 08/30/2012
Filesize: 413.85 kB
Downloads: 2111

Hari Wisodo1,2, Pekik Nurwantoro1, Agung Bambang Setio Utomo1
1Jurusan Fisika FMIPA UGM, Yogyakarta, Indonesia
2Jurusan Fisika FMIPA UM, Malang, Indonesia, E-mail: wisodo_fisikaum@yahoo.com

Persamaan TDGL (Time Dependent Ginzburg-Landau) sebagai parameter temperatur, T, tertransfomasikan menjadi persamaan TDGL fungsi temperatur melalui kaitan koefisien Landau |?(T)| = |?(0)|(1?T/Tc). Penormalisasi bagi kedua persamaan TDGL ini berbeda. Penormalisasi persamaan TDGL sebagai parameter T adalah besaran superkonduktivitas sebagai parameter T. Penormalisasi persamaan TDGL fungsi T adalah besaran superkonduktivitas pada T = 0 kecuali penormalisasi bagi parameter benahan yang diungkapkan sebagai fungsi T, ? = ?0,gl(0)(1?T0)12?0. Walaupun berbeda kedua penormalisasi tersebut memiliki bentuk yang sama. Diperlukan dua langkah sederhana untuk menormalisasi persamaan TDGL: substitusikan variabel ternormalisasi pada Tabel 2 yang sesuai ke persamaan yang akan dinormalisasi dan sederhanakan persamaan yang diperoleh dengan memanfaatkan Tabel 3. Solusi persamaan TDGL ternormalisasi yang dihasilkan dapat mereproduksi kurva magnetisasi dan kurva rapat energi bebas milik Sardella dkk [14]. Solusi persamaan TDGL ternormalisasi sebagai parameter T tidak dapat ditransformasikan menjadi solusi persamaan TDGL ternormalisasi untuk T tertentu dan sebaliknya.

2010: Prosiding Seminar Nasional MIPA: Peran MIPA dalam Pengembangan Teknologi dan Pendidikan Berkarakter Menuju Bangsa Mandir, Malang: FMI-PA UM

Disain Arus Vortex sebagai Gerbang Logika Dasar Disain Arus Vortex sebagai Gerbang Logika Dasar

hot!
Date added: 08/30/2012
Date modified: 08/30/2012
Filesize: 850.83 kB
Downloads: 1365

Hari Wisodo1,2, Pekik Nurwantoro1, Agung Bambang Setio Utomo1
1Jurusan Fisika FMIPA UGM, Yogyakarta, Indonesia
2Jurusan Fisika FMIPA UM, Malang, Indonesia, E-mail: wisodo_?sikaum@yahoo.com

Telah didisain gerbang logika dasar memanfaatkan arus vortex dalam superkonduktor tipe II. Vortex akan masuk ke dalam superkonduktor 2D pada bidang xy jika superkonduktor ini diletakkan dalam medan H = ?Hzˆ k dengan Hz > Hc1. Arus vortex dibangkitkan dengan cara mengaliri superkonduktor dalam keadaan setimbang dengan rapat arus eksternal Jex = Jex,xˆ i untuk memberikan gaya F = 2Bz(y)Jex,x ˆ j pada vortex agar bergerak kearah y dengan kecepatan v = E/Bz(y)ˆ j. Keadaan ini menyebabkan vortex mengalir dari daerah medan magnet tinggi menuju daerah dengan medan magnet yang lebih rendah. Aliran vortex tersebut melepaskan energi yang dikonversikan dalam bentuk tegangan listrik Vo (tegangan output) sepanjang lebar bahan. Aliran arus vortex dapat dihentikan dengan memberikan tegangan pinning Vi (tegangan input). Berhentinya arus vortex melenyapkan tegangan output. Prinsip inilah yang dimanfaatkan sebagai gerbang logika dasar. Gerbang logika dasar yang dihasilkan dari prinsip tersebut adalah
gerbang NOT, NOR, dan NAND. Gerbang NOT dan NOR memanfaatkan arus vortex tunggal sedangkan NAND memanfaatkan arus dua vortex. Gerbang NOT menggunakan satu tegangan input sedangkan gerbang NOR dan NAND menggunakan dua tegangan input. Tegangan input tersebut dipasang pada pusat vortex. Melalui kombinasi ketiga gerbang dasar ini dapat diperoleh gerbang logika dasar yang lain.

2010, Seminar Nasional MIPA, Yogayakarta: FMIPA UGM

Reproduksi Kurva Magnetisasi bagi Superkonduktor Mesoskopik Tipe II Reproduksi Kurva Magnetisasi bagi Superkonduktor Mesoskopik Tipe II

hot!
Date added: 08/28/2012
Date modified: 08/28/2012
Filesize: 333.12 kB
Downloads: 1239

Hari Wisodo1,2, Pekik Nurwantoro2, Agung Bambang Setio Utomo2
1Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang, Malang,Indonesia
2Kelompok Fisika Komputasi, Jurusan Fisika FMIPA UGM, Yogyakarta, Indonesia

Telah disimulasikan secara numerik kurva magnetisasi untuk superkonduktor tipe II mesoskopik dengan menggunakan persamaan TDGL. Diskretisasi persamaan TDGL menggunakan skema beda hingga standar. Simulasi dilakukan untuk bahan berukuran 20? × 20? pada T = 0, 5Tc dan parameter Ginzburg-Landau ? = 2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kurva magnetisasi yang dihasilkan Hernandez dan Dominguez [3] telah berhasil direproduksi dengan kesesuaian yang
meyakinkan. Hal yang sama juga diperoleh untuk perhitungan jumlah vortex Nv sebagai fungsi medan magnet eksternal H.

Seminar Nasional MIPA, Yogayakarta: FMIPA UGM, 2009

Pengaruh Rapat Arus Eksternal terhadap Gerakan Vortex Tunggal dalam Superkonduktor Tipe II Pengaruh Rapat Arus Eksternal terhadap Gerakan Vortex Tunggal dalam Superkonduktor Tipe II

hot!
Date added: 08/28/2012
Date modified: 08/30/2012
Filesize: 1.38 MB
Downloads: 1535

Hari Wisodo1,2, Pekik Nurwantoro2, Agung Bambang Setio Utomo2
1Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
2Kelompok Fisika Komputasi, Jurusan Fisika FMIPA UGM, Yogyakarta, Indonesia

  Telah berhasil disimulasikan gerakan vortex tunggal dalam superkonduktor tipe II di bawah pengaruh rapat arus eksternal melalui persamaan TDGL (Time Dependent Ginzburg-Landau) pada ? = 5. Diskretisasi persamaan TDGL menggunakan skema beda hingga standar. Simulasi dilakukan bagi superkonduktor 2D persegi 3?(T)×3?(T) pada bidang xy yang terletak dalam medan H = ?1, 85ˆ k. Pada keadaan setimbang, superkonduktor dialiri rapat arus eksternal Jex = 0, 5ˆ i untuk memberikan gaya F = 2Bz(y)Jex,xˆ j pada vortex tunggal agar bergerak ke arah y dengan kecepatan v = E/Bz(y)ˆ j. Keadaan ini menyebabkan vortex mengalir dari daerah medan magnet tinggi menuju daerah dengan medan magnet yang lebih rendah. Aliran vortex tersebut melepaskan energi yang dikonversikan dalam bentuk tegangan listrik sepanjang lebar bahan.

2010: Simposium Fisika Nasional ke 23, ITS Surabaya, 5 Oktober 2010

Kajian Numerik Sifat-sifat Fisis Bahan Superkonduktor Mesoscopic Berdasarkan Model Ginzburg-Landau Kajian Numerik Sifat-sifat Fisis Bahan Superkonduktor Mesoscopic Berdasarkan Model Ginzburg-Landau

hot!
Date added: 08/28/2012
Date modified: 08/28/2012
Filesize: 155.17 kB
Downloads: 2117

Model Ginzburg-Landau mendeskripsikan keadaan superkonduktor melalui parameter benahan ? yang bernilai kompleks dan potensial vektor magnet A yang bernilai real. Ungkapan evolusi waktu bagi dua variabel ini diketahui sebagai penyelesaian persamaan Time Dependent Ginzburg-Landau (TDGL). Berdasarkan model Ginzburg-Landau tersebut, telah berhasil disimulasikan kon?gurasi dan dinamika vortex dalam bahan superkonduktor tipe II berukuran 16? × 16? dan 64? × 64? dengan ? = 2 untuk berbagai nilai medan magnet luar Hz;ext. Juga telah berhasil dihitung magnetisas sebagai fungsi waktu dan tenaga bebas Gibbs bagi bahan tersebut. Metode yang digunakan untuk
pendekatan beda hingga bagi derivatif terhadap waktu persamaan TDGL adalah metode Euler.

Seminar Nasional MIPA dan Pembelajarannya & Exchange Experience of IMSTEP JICA, UM 2005

Reproduksi Kurva Magnetisasi bagi Superkonduktor Mesoskopik Tipe II Berdasarkan Simulasi Numerik ... Reproduksi Kurva Magnetisasi bagi Superkonduktor Mesoskopik Tipe II Berdasarkan Simulasi Numerik ...

hot!
Date added: 08/28/2012
Date modified: 08/28/2012
Filesize: 334.59 kB
Downloads: 1587

Telah disimulasikan secara numerik kurva magnetisasi untuk superkonduktor tipe II mesoskopik dengan menggunakan persamaan TDGL. Diskretisasi persamaan TDGL menggunakan skema beda hingga standar. Simulasi dilakukan untuk bahan berukuran 20? × 20? pada T = 0, 5Tc dan parameter Ginzburg-Landau ? = 2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kurva magnetisasi yang dihasilkan Hernandez dan Dominguez [3] telah berhasil direproduksi dengan kesesuaian yang
meyakinkan. Hal yang sama juga diperoleh untuk perhitungan jumlah vortex Nv sebagai fungsi medan magnet eksternal H.

FOTON, Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Volume 11, Nomor 2, Agustus 2007

Pengkajian Konduksi Panas Tak Tunak 2D Berdasarkan Hasil Tinjauan Komputasi Numerik Pengkajian Konduksi Panas Tak Tunak 2D Berdasarkan Hasil Tinjauan Komputasi Numerik

hot!
Date added: 08/28/2012
Date modified: 08/28/2012
Filesize: 217.17 kB
Downloads: 3195

Pengkajian masalah konduksi panas tak tunak 2D telah berhasil dilakukan berdasarkan hasil tinjauan komputasi numerik. Diskretisasi dilakukan dengan menggunakan metode beda hingga (finite difference) skema FTCS.

FOTON, Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Volume 9, Nomor 2, Agustus 2005


UM | MIPA | Pimpinan UM | Elearning FMIPA | Physics Book