You are here: Home Download Artikel Skripsi Artikel Skripsi Mahasiswa

Fisika UM

Artikel Skripsi Mahasiswa

Kumpulan Artikel Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM.
Login untuk download

Categories

Semester Genap 2014/2015

Semester Genap 2014/2015

Artikel Skripsi Mahasiswa Jurusan Fisika Semester Genap 2014/2015

Semester Pendek 2013-2014

Semester Pendek 2013-2014

Jurnal Skripsi Mahasiswa Fisika Semester Pendek 2013-2014.

50 Mahasiswa.

Documents

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

artikel_nurul_farida_trisna artikel_nurul_farida_trisna

hot!
Date added: 07/04/2013
Date modified: 07/04/2013
Filesize: 27.22 kB
Downloads: 989

                                                        ABSTRAK

 

Trisna, Nurul Farida. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran REACT terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMPN 21 Malang . Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumarjono, M.Pd., (2) Drs. Kadim Masjkur, M.Pd.

 

Kata Kunci: REACT, prestasi belajar fisika, kemampuan berpikir kritis

Salah satu pembelajaran yang dilakukan siswa adalah dengan cara penemuan konsep sendiri dan penilaian diri adalah dengan menggunakan model pembelajaran REACT. Dengan memperhatikan kemampuan berpikir kritis, penerapan model pembelajaran REACT berpotensi meningkatkan prestasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah: Menguji perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran REACT dan yang belajar dengan konvensional, interaksi antara model pembelajaran REACT dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar fisika, prestasi belajar fisika siswa yang memiliki kemampaun berpikir kritis tinggi dan rendah antara yang belajar dengan model pembelajaran REACT dan yang belajar dengan konvensional.

Rancangan penelitian menggunakan desain faktorial 2x2. Model pembelajaran REACT sebagai variabel bebas, kemampuan berpikir kritis sebagai variabel moderator dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 21 Malang dan sampel penelitian adalah siswa kelas 8.3 dan 8.8 sebagai kelas eksperimen, kelas 8.1 dan 8.5 sebagai kelas kontrol. Prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis diukur dengan menggunakan tes objektif. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan anava dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey dengan taraf signifikansi 0.05. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji normalitas dengan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett.

Hasil penelitian adalah : 1) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran REACT dengan siswa yang belajar secara konvensional. 2) Terdapat interaksi model pembelajaran REACT dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar fisika. 3) Prestasi belajar fisika siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi yang belajar dengan model pembelajaran REACT lebih tinggi dibanding siswa yang belajar dengan cara konvensional. 4) Prestasi belajar fisika siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah yang belajar dengan model pembelajaran REACT lebih rendah dibanding siswa yang belajar dengan konvensional.

ARTIKEL_Emi Lestari_Endang Purwaningsih_Yudyanto ARTIKEL_Emi Lestari_Endang Purwaningsih_Yudyanto

hot!
Date added: 07/04/2013
Date modified: 07/04/2013
Filesize: Empty
Downloads: 4079

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar fisika berbasis masalah pokok bahasan Getaran dan Gelombang untuk SMP kelas VIII semester II. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan enam langkah R & D Borg dan Gall. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari skor penilaian dan komentar/saran angket penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun telah valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dengan persentase kelayakan isi dan penyajian isi adalah 77,88% dan 87,06% untuk bahan ajar siswa, sedangkan persentase kelayakan isi mendapat 75% untuk panduan guru. Hasil uji validasi bahan ajar oleh siswa pengguna, kelayakan isi bahan ajar mendapat persentase 82,78%.

 

Kata kunci: bahan ajar, Problem Based Learning (PBL), bahan ajar berbasis masalah, getaran dan gelombang

ARTIKEL_SKRIPSI_Bely_Putri_Kutasari_209321419809 ARTIKEL_SKRIPSI_Bely_Putri_Kutasari_209321419809

hot!
Date added: 07/04/2013
Date modified: 07/04/2013
Filesize: 196.67 kB
Downloads: 1437

artikel_novi_arianti artikel_novi_arianti

hot!
Date added: 07/04/2013
Date modified: 09/17/2013
Filesize: 458.85 kB
Downloads: 1670

Artikel_Nurfaizah_Endang_Chusnana Artikel_Nurfaizah_Endang_Chusnana

hot!
Date added: 07/03/2013
Date modified: 07/05/2013
Filesize: 42.06 kB
Downloads: 1656

ABSTRAK

 

Anggraeni, Nurfaizah Dyah. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Inquiry pada Materi Gerak Harmonis Sederhana Kelas XI-IPA 1 SMA PGRI 2 Jombang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Purwaningsih, M.Si (II) Dra. Chusnana Insjaf Yogihati, M.Si.

 

Kata Kunci: bahan ajar, inquiry, gerak harmonis sederhana

 

Hasil survei lapangan di SMA PGRI 2 Jombang, diperoleh bahwa 60% nilai siswa kelas XI-IPA yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada ulangan harian materi gerak harmonis sederhana. Selain itu, dalam buku yang digunakan siswa hanya menyediakan satu percobaan yang memiliki kekurangan yaitu tidak menyajikan hipotesis, tidak menyajikan variabel-variabel dalam percobaan, langkah-langkah dalam percobaan sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar fisika berbasis inquiry pada materi gerak harmonis sederhana dan mendeskripsikan kelayakannya.

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan tujuh langkah model prosedural deskriptif R & D Borg & Gall dengan tahapan: (1) pendahuluan (2) perencanaa dan pengembangan produk awal (3) uji validasi (4) revisi produk awal (5) uji lapangan awal (6) revisi produk utama (7) produk utama berupa Lembar Kerja Siswa, handout gerak harmonis sederhana dan panduan guru. Validasi yang dilakukan adalah validasi kesesuaian model oleh 1 dosen dan 2 guru fisika dan kelayakan isi oleh 2 dosen fisika dan 2 guru fisika. Setelah divalidasi, bahan ajar juga diuji keterbacaannya kepada siswa XI-IPA 1 SMA PGRI 2 Jombang dengan subjek coba berjumlah 9 orang. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket validasi kesesuaian model dan validasi isi dengan rentang skor 0-1 menggunakan skala Guttman yang dimodifikasi dan data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran dari validator. Selain itu, data kualitatif juga diperoleh dari uji keterbacaan yang berisi deskrisi kata-jata sulit dan saran dari subjek coba. Analisis deskriptif digunakan sebagai data pendukung yang ditampilkan dalam bentuk angka. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan saran dan ktitik dari validator dan siswa.

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa, handout dan panduan guru yang disusun telah layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dengan rerata validitas 100% untuk kesesuaian model Lembar Kerja Siswa, rerata validitas 100% untuk kelayakan isi Lembar Kerja Siswa, rerata validitas 100% untuk kelayakan isi handout gerak harmonis sederhana, rerata validitas -rata 100% untuk kesesuain model panduan guru dan rerata validitas 100% untuk kelayakan isi panduan guru. Kemudian dari hasil uji keterbacaaan dengan subjek coba 9 siswa diperoleh hasil untuk Lembar Kerja Siswa ditemukan 5 kata yang dianggap sulit dan untuk handout harmonis sederhana ditemukan 6 kata yang dianggap sulit.

Artikel_ALIN_MUHARDJITO_MUDJIHARTONO Artikel_ALIN_MUHARDJITO_MUDJIHARTONO

hot!
Date added: 07/01/2013
Date modified: 07/01/2013
Filesize: 399.42 kB
Downloads: 2997

ABSTRAK

Eliyani, Alin. 2013. Pengaruh Model Learning Cycle 7E-STAD terhadap Sikap Ilmiah dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muhardjito, M.Si., (2) Drs. Mudjihartono.

 

Kata kunci: model Learning Cycle 7E-STAD, sikap ilmiah, prestasi belajar fisika

 

            Berdasarkan kenyataan pembelajaran fisika di SMA Negeri 10 Malang lebih didominasi oleh pembelajaran konvensional. Siswa cenderung pasif karena hanya menerima materi dan soal dari guru. Pada materi tertentu siswa telah melakukan percobaan di laboratorium fisika. Namun, prestasi belajar fisika siswa masih rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E-STAD terhadap sikap ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui apakah sikap ilmiah kelompok siswa yang belajar dengan model Learning Cycle 7E-STAD lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar secara konvensional dan (2) mengetahui apakah prestasi belajar fisika kelompok siswa yang belajar dengan model Learning Cycle 7E-STAD lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar secara konvensional.

Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Dua sampel diperoleh secara acak. Dua sampel mendapat perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen menggunakan model Learning Cycle 7E-STAD sedangkan kelas kontrol menggu-nakan model konvensional pada materi suhu dan kalor. Sikap ilmiah siswa diukur menggunakan rubrik sikap ilmiah dan prestasi belajar fisika siswa yaitu pretest dan posttest diukur melalui tes pilihan ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah kelompok siswa yang belajar dengan model Learning Cycle 7E-STAD lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar secara konvensional. Hal ini dibuktikan dari uji anova satu jalur diperoleh nilai Fhitung (5,30) lebih besar dari Ftabel (4,00) pada taraf signifikansi 0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD diperoleh nilai Tukey HSD hitung > Tukey HSD tabel yaitu 3,26 > 2,83 pada taraf signifikansi 0,05. Untuk prestasi belajar diperoleh bahwa prestasi belajar fisika kelompok siswa yang belajar dengan model Learning Cycle 7E-STAD lebih tinggi daripada kelompok siswa yang belajar secara konvensional. Hal ini dibuktikan dari uji anova satu jalur diperoleh nilai Fhitung (14,61) lebih besar dari Ftabel (4,00) pada taraf signifikansi 0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD diperoleh nilai Tukey HSD hitung > Tukey HSD tabel yaitu 5,41 > 2,83 pada taraf signifikansi 0,05.

ARTIKEL_KHUSNUL,_MUHARDJITO,_PURBO_SUWASONO ARTIKEL_KHUSNUL,_MUHARDJITO,_PURBO_SUWASONO

hot!
Date added: 06/25/2013
Date modified: 07/01/2013
Filesize: 256.57 kB
Downloads: 2621

ABSTRAK

Khotimah, Khusnul. 2013. Pengembangan Modul Kalor Berbasis Problem Based Learning Berbantuan Paket Scaffolding untuk Siswa Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhardjito, M.S, (II) Drs. Purbo Suwasono, M.Si

Kata Kunci: pengembangan, modul, kalor, Problem Based Learning, paket scaffolding

Media pembelajaran berperan sangat penting untuk menunjang kesuksesan belajar siswa. Salah satu media pembelajaran adalah modul. Modul berbasis Problem Based Learning berbantuan paket scaffolding menampilkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dengan menampilkan permasalahan-permasalahan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan begitu, siswa terlatih untuk memecahkan masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta suatu pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum yaitu menciptakan kondisi belajar aktif kepada siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan observasi dan wawancara ditemukan bahwa isi bahan ajar (modul) yang digunakan di SMA Negeri 9 Malang belum memunculkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa tidak terlatih untuk memecahkan masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam modul ini juga terdapat lembar kerja dengan bantuan paket scaffolding. Bantuan paket scaffolding yang dimaksud dalam modul ini berupa penguraian masalah-masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan yang memungkinkan siswa itu belajar mandiri. Lembar kerja ini berisi suatu kegiatan/tugas yang harus dilakukan oleh siswa untuk mempelajari, menyelidiki, dan memahami suatu konsep yang sedang dipelajari.

Penelitian dan pengembangan modul ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan produk berupa modul kalor berbasis problem based leraning berbantuan paket scaffolding untuk siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang serta mengetahui kelayakannya. Penelitian dan pengembangan modul ini mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall dan dilakukan sampai tahap kelima (merevisi hasil uji coba). Penelitian dan pengembangan modul ini divalidasi isi oleh dua dosen Fisika Universitas Negeri Malang dan 3 orang guru fisika SMA Negeri 9 Malang. Uji keterbacaan dilakukan oleh 37 siswa kelas X-1 SMA Negeri 9 Malang.

artikel_Evi Cholijayanti_Subani_Sutarman artikel_Evi Cholijayanti_Subani_Sutarman

hot!
Date added: 06/20/2013
Date modified: 06/20/2013
Filesize: 41.82 kB
Downloads: 745

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERMAKNA

Evi Cholijayanti[1], Subani.[2], Sutarman.[3]

Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang

e-mail : evicholijayanti@gmail.com

 

 

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar fisika berbasis kontekstual pada materi mekanika benda tegar untuk mendukung pembelajaran bermakna di kleas XI SMAN 1 Tumpang, Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan lima langkah R & D Borg dan Gall. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari skor penilaian dan komentar/saran angket penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun telah valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dengan skor 3,51 untuk buku siswa dan 3,39 untuk buku guru. Kemudian dari hasil uji coba terbatas dengan subjek coba 9 siswa diperoleh skor 3,74 untuk buku siswa.

 

Kata kunci: bahan ajar, kontekstual, mekanika benda tegar, pembelajaran bermakna



[1] Alumni UM 2013

[2] Dosen Fisika UM

[3] Dosen Fisika UM

Artikel_Rizka_Mukti_Oktaviana, Purbo Suwasono, Chusnana Insjaf Yogihati Artikel_Rizka_Mukti_Oktaviana, Purbo Suwasono, Chusnana Insjaf Yogihati

hot!
Date added: 06/14/2013
Date modified: 06/14/2013
Filesize: 36.91 kB
Downloads: 781

Artikel Rizka Mukti Oktaviana, Purbo Suwasono, Chusnana Insjaf Yogihati

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS INQUIRY PADA MATERI PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA ALAT OPTIK KELAS X SMAN 10 MALANG

ABSTRAK: Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa SMAN 10 Malang mengandalkan bahan ajar yang kurang sesuai kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik di SMAN 10 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar fisika berbasis inquiry pada materi pembentukan bayangan pada alat optik kelas X SMAN 10 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang disusun tidak melakukan semua langkah, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya, sehingga hanya dilakukan 5 langkah awal saja, langkah penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba lapangan, dan (5) revisi produk. Penelitian ini menggunakan uji kelayakan (validasi) oleh 2 orang dosen Fisika dan 1 orang guru Fisika. Uji coba terbatas dilakukan oleh 10 orang peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket dan wawancara. Jenis data penelitian terdiri dari data kuantitatif berupa penilaian dari validator dan data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator. Kelayakan bahan ajar yang dikembangkan didasarkan skala 1-4, dengan 4 adalah angka tertinggi dan 1 angka terendah. Berdasarkan analisis data kuantitatif dari validator dosen dan guru menggunakan teknik rata-rata, diketahui bahan ajar siswa memiliki rata-rata kelayakan sebesar 3,50 yang berarti dalam kriteria layak. Sedangkan bahan ajar guru memiliki rata-rata kelayakan sebesar 3,52 yang berarti dalam kriteria layak. Berdasarkan uji coba terbatas, didapat hasil analisis rata-rata kelayakan sebesar 3,51 yang berarti dalam kriteria layak. Produk akhir penelitian ini adalah Bahan Ajar Fisika Berbasis Inquiry pada Materi Pembentukan Bayangan pada Alat Optik Kelas X SMAN 10 Malang. Secara keseluruhan produk akhir yang dihasilkan memiliki rata-rata kelayakan sebesar 3,51 yang berarti memenuhi kriteria layak.

JURNAL_ILMIAH JURNAL_ILMIAH

hot!
Date added: 06/05/2013
Date modified: 06/05/2013
Filesize: 40.53 kB
Downloads: 865

Artikel Adisma Auliya Arifa, Sentot Kusairi, Agus Suyudi

ABSTRAK

 

 

Arifa, Adisma Auliya. 2013. Pengaruh Model Penilaian Formatif Berbantuan Web (Electronic Assessment Tool) terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Mata Pelajaran Fisika. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, M.Si, (II) Drs. Agus Suyudi, M.Pd.

 

Kata Kunci: Penilaian formatif, Electronic Assessment Tool, prestasi belajar

 

Penilaian merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penilaian memberikan informasi sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa. Penilaian juga menjadi sumber informasi tentang kelemahan dan kekuatan siswa. Komponen dalam standar penilaian pendidikan seperti yang telah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 20 Tahun 2007 mengindikasikan sebuah tuntutan standar penilaian pendidikan, yaitu perlu diadakannya penilaian formatif dalam proses pembelajaran. Penilaian formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa. Realita menunjukkan bahwa masih banyak yang mereduksi penilaian sebagai kegiatan tes akhir pembelajaran. Hal ini berarti guru hanya melakukan penilaian sumatif. Salah satu inovasi yang dapat diajukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan penilaian formatif adalah dengan mengembangkan penilaian formatif dengan bantuan internet.

Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang melibatkan dua kelas sebagai subjek penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapat perlakuan berupa model penilaian formatif berbantuan web sedangkan pada kelas kontrol tidak. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI-B1 dan XI-B2 SMA Negeri 2 Malang yang berjumlah 66. Desain penelitian yang digunakan posttest only control group design, sehingga diadakan postes di kedua kelas. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji-t dan dilanjutkan uji Tukey HSD untuk menguji apakah prestasi belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.

 Hasil penelitian yang diperoleh melalui uji-t menunjukkan terdapat perbedaan antara prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji Tukey HSD diperoleh angka t yaitu 10,89 > nilai Tukey HSD 2,89 sehingga menunjukkan prestasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa prestasi belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model penilaian formatif berbantuan web (Electronic Assessment Tool) lebih tinggi dari siswa yang mendapat tidak mendapat model tersebut. Dengan demikian model penilaian formatif berbantuan web (Electronic Assessment Tool) dapat dijadikan salah satu alternatif model penilaian yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

artikel_skripsi_Yaniar Hamdah artikel_skripsi_Yaniar Hamdah

hot!
Date added: 06/03/2013
Date modified: 06/03/2013
Filesize: Empty
Downloads: 831

Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning Dengan Menggunakan Teknik Mind Mapping Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII MTs Negeri Batu

 

Yaniar Hamdah (1). Agus Suyudi, Chusnana

Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang.

­­­­(1)email : hamid_altamis@yahoo.com

 

 

 

Abstrak Peningkatkan kualitas output pendidikan dapat melalui menciptakan suasana yang menyenangkan dan dibutuhkan model pembelajaran inovatif, sehingga menjadikan belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan. Suasana menyenangkan dalam belajar dapat dilakukan dengan menerapkan Model pembelajaran Quantum Learning yang diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantum yaitu:E = mc2 dimana E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar,semangat), M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik), c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas). Quantum Learning dengan menggunakan teknik mencatat mind mapping, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena dapat memaksimalkan kinerja kedua sisi belahan otak (otak kanan dan kiri) serta disesuaikan dengan teori kecepatan belajar.

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen ”Randomized Postest Control Group Design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Negeri Batu tahun ajaran 2012-2013 yang berjumlah 33 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII G sebagai kelas kontrol. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen yang diperoleh dan dianalisis dengan uji t untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran terhadap prestasi siswa.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat prestasi belajar fisika bab kalor kelas VII B (kelas eksperimen) tergolong cukup dengan nilai rata-rata 61,81. Tingkat penguasaan konsep kalor kelas VII G (kelas kontrol) tergolong kurang dengan nilai rata-rata sebesar 52,34. Nilai t test (3,120) > t tabel (1,998) pada taraf signifikansi 0,05 dinyatakan Ho ditolak. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari penerapan model Pembelajaran Quantum Learning dengan menggunakan teknik mencatat mind mapping terhadap prestasi belajar siswa.

Kata kunci: quantum learning, mind mapping, prestasi belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

Dunia pendidikan yang cenderung bersifat terbuka saat ini memberi kemungkinan munculnya berbagai pilihan bagi guru dalam menata dan merancang pembelajaran yang lebih baik. Guru dapat memilih, mengembangkan dan mengaplikasikan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan topik yang akan diajarkan untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.

Salah satu indikasi meningkatnya kualitas pendidikan adalah dengan melihat kualitas pembelajaran dikelas yang dilakukan oleh guru. Dalam pembelajaran guru memegang peran sangat penting dalam usaha memajukan dunia pendidikan. Seorang guru adalah orang yang paling dekat dengan dunia pendidikan. Secara ideal, guru yang dapat berkontibusi dalam memajukan dunia pendidikan adalah seorang guru yang identik dengan kreatif, professional dan menyenangkan dalam setiap pembelajaran di kelas. Untuk menjadi seorang guru yang professional, menyenagkan dan kreatif, dibutuhkan berbagai persiapan sebelum memulai pembelajan dikelas. Oleh sebab itu berbagai persiapan yang berhubungan dengan pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi harus benar-benar menjadi pusat perhatian. Persiapan dalam merancang pembelajaran bertujuan agar standar kompetensi dan kompetensi dasar tercapai dalam pembelajaran, serta siswa mampu menguasai dan memahami materi sesuai dengan indikator prestasi belajar yang akan dicapai dalam pembelajaran.

Pelaksanaan pembalajaran yang akan dilakukan oleh guru akan selalu berkaitan dengan berbagai pendekatan, metode, model dan stategi pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Pemilihan model, metode dan stategi harus disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran, alokasi waktu yang dibutuhkan, dan kondisi kelas. Selain itu, penggunaan metode, model dan strategi pembelajaran yang kreatif, proses belajar mengajar yang menyenangkan, melibatkan siswa secara aktif dan memfasilitasi kecerdasan siswa akan membantu guru untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal dan meningkatkan kualitas pembalajaran.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kecerdasan otak kanan dan otak kiri siswa. Otak kiri berkaitan dengan berfikir matematis, operasi matematika dan soal-soal hitungan, sedangkan otak kanan berhubungan dengan imajinasi dan berfikir kreatif, menggabungkan kemampuan dalam mengasah kemampuan otak kanan dan otak kiri akan menjadikan pembelajaran lebih menyenengkan karena melibatkan imajinasi dan kreativitas siswa

Permasalahan dalam pembelajaran sains pada jenjang pendidikan sekolah menengah di Indonesia disebabkan karena kurang menarik, tidak ada tantangan, dan belum menggembirakan. Faktor penyebabnya menurut pengamatan penulis antara lain : (1) materi yang diajarkan jauh dari keseharian siswa; (2) guru tidak mampu mengajarkan materi secara menarik, inspiratif dan kreatif karena hanya menekankan pada perkembangan kecerdasan otak kiri(3) tidak adanya atau kurangnya pengalaman langsung berkaitan dengan sains (experience of science) bagi siswa (4) kurang mampunya guru dalam mengaitkan antara matematika dan sains sebagaai disiplin ilmu yang saling berkaitan satu sama lain; (5) hanya terfokus pada buku paket dan bahan ajar serta (6) pembelajaran yang terkesan terlalu formal dan kaku sehingga membuat siswa tegang dan merasa tidak nyaman.

Kendala tersebut diatas, dapat diatasi jika guru melakukan inovasi pembelajaran melalui reorientasi pembelajaran di kelas yang mengembangkan kecerdasan otak kanan dan kiri siswa, membuat suasana belajar jadi menyenangkan dengan pemilihan metode, model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pelajaran yang akan dilaksanakan.

Salah satu usaha penulis untuk mengidentifikasi kendala dalam pembelajaran dikelas, khususnya mata pelajaran sains, adalah dengan melakukan observasi dan wawancara di salah satu sekolah menengah pertama, sekolah yang menjadi smpel penulis adalah MTs Negeri Batu.

Berdasarkan hasil wawancara dengan wakil kepala sekolah MTs Negeri Batu bagian kurikulum yang sekaligus juga pengajar mata pelajaran fisika diperoleh informasi bahwa pelaksanaan pembelajaran belum optimal, selain faktor dari input siswa yang masih rendah, pengelolaan pengalaman belajar siswa di kelas kurang optimal, pengajaran yang dilakukan oleh guru kurang variatif. Khusus pelajaran fisika terdapat bab-bab yang dirasa sulit dipahami siswa satu diantaranya adalah bab kalor.

Senada dengan pernyataan wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran fisika yang lain juga menyatakan bahwa untuk mata pelajaran sains tidak pernah ada guru PPL yang masuk untuk memberikan pengalaman mengajar baru baik untuk siswa maupun untuk guru.

Berdasarkan hasil pengamatan, selama proses pembelajaran yang berlangsung di beberapa kelas VII, suasana kelas terkesan kurang hidup. Sebagai indikator ketika diterangkan, siswa kurang memperhatikan penjelasan guru dan lebih tertarik berbicara dengan teman sebangkunya. Siswa terkesan jenuh dan bosan mengikuti pelajaran, dan tampak ada siswa yang mengantuk bahkan ada yang tertidur pada saat jam pelajaran fisika berlangsung. Begitupula pada saat diberi kesempatan untuk bertanya, siswa jarang atau bahkan tidak ada yang bertanya. Ketika diberi pertanyaan oleh guru, siswa cenderung diam dan terkadang menjawab secara serempak dan jawaban yang diberikan kurang tepat. Demikian juga jika diberikan latihan soal, hanya ada, beberapa orang siswa saja yang betul-betul mengerjakan.

Dengan demikian, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat memberi solusi terhadap masalah tersebut di atas. Model pembelajaran yang dimaksudkan diharapkan dapat menghantarkan siswa memiliki pemahaman yang baik. Hendaknya model pembelajaran yang digunakan dapat memberi pengalaman baru bagi siswa untuk menyelesaikan suatu masalah fisika. Selain itu, model pembelajaran yang diterapkan dapat mengembangkan daya kreasi dan kemampuan siswa untuk bernalar, serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas siswa, dan diharapkan dapat membuat Prestasi Belajar siswa dapat menjadi lebih baik.

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana belajar seperti di atas dan mewujudkan kecepatan belajar, mengembangkan kecerdasan otak kanan dan kiri serta membuat Susana pembalajaran yang menyenagkan adalah model pembelajaran Quantum Learning. Quantum Learning adalah seperangkat pembelajaran yang diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantum yaitu:E = mc2 dimana E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar,semangat), M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik), c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas).

Quantum Leraning juga didukung dengan perangkat metode mencatat yang efektif yang sering disebut Mind Mapping. Menurut Buzan (2007:4), mind mapping adalah cara baru untuk belajar dan berlatih yang cepat dengan cara membuat catatan yang tidak membosankan, sekaligus berfungsi untuk mendapatkan ide baru dan merencanakan proyek serta memudahkan untuk menggali informasi dari dalam dan luar otak.

Berbeda dengan catatan tradisional yang pada umumnya cenderung monoton dan membosankan. Selain itu, metode catatan tradisional tersebut cenderung memiliki komunikasi satu arah (linier) sehingga siswa sebagai penerima tidak dapat menerima 100% apa yang disampaikan oleh guru dan tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahpahaman pada materi yang diberikan oleh guru.

Lebih lanjut lagi menurut Buzan (2007:50), bila seseorang hanya mengandalkan salah satu sisi dari otak dan mengabaikan sisi lainnya, berarti seseorang telah mengurangi potensi keseluruhan otak secara drastis. Sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk lebih memilih keterampilan-keterampilan otak kiri (matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan) saja dan mengesampingkan kemampuan otak kanan (seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir secara kreatif).

METODE

Metode Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen ”Randomized Postest Control Group Design.Langkah-langkah pelaksanaan penelitian ini, yaitu menentukan subyek penelitian yang diawali dengan pemilihan dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan menggunakan teknik cluster sampling diperoleh sample siswa kelas VII B MTs Negeri Batu tahun ajaran 2012-2013 yang berjumlah 33 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII G sebagai kelas kontrol.

Dalam penelitian ini Tes awal tidak diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada permulaan pembelajaran, untuk menentukan kesetaraan kedua kelas itu peneliti menggunakan kemampuan awal siswa (nilai ulangan Fisika siswa kelas VII semester gasal). Langkah berikutnya dilanjutkan dengan melakukan validasi isi dengan metode judgment validity disertai uji coba intrumen kepada 21 siswa serta revisi instrumen.

Pemberian perlakuan untuk kelas eksperimen menggunakan Quantum Learning dengan Menggunakan Mind Mapping dan untuk kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional berbasis ekspositori. Setelah diberi perlakuan, dilakukan pengumpulan data dari kedua kelas pada akhir program pengajaran melalui tes yang sebelumnya telah disusun instrumen penelitian berupa tes 20 butir soal pilihan ganda.

Data yang diambil dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen yang diperoleh dan dianalisis dengan uji t berbantuan SPSS 16 untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran terhadap prestasi siswa.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas Eksperimen

Prestasi Belajar fisika Siswa siswa ditunjukkan oleh nilai tes. Nilai tertinggi pada kelas eksperiment adalah 90 dan nilai terendah 30 dengan kriteria ketuntasan 75. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 61,36, sehingga dapat ditentukan kriteria sangat baik, baik, cukup baik, cukup, kurang, sangat kurang seperti pada Tabel 4.1 sebagai berikut.

 

Tabel 4.1. Persentase Distribusi Prestasi Belajar Fisika Kelas Eksperimen

 

Nilai

Kriteria

Jumlah

Persentase

>90

81-90

71-80

61-70

51-60

<50

Sangat baik

Baik

Cukup Baik

Cukup

Kurang

Sangat kurang

0

3

6

6

8

10

0,00 %

9,09 %

18,18 %

18,18 %

24,24 %

30,30 %


Dari 33 sampel, tidak ada siswa yang mempunyai kemampuan Prestasi Belajar fisika Siswa sangat baik. Skor data Prestasi Belajar fisika Siswa terdistribusi 30-90. Hasil yang dicapai oleh siswa kelas VII eksperimen MTs Negeri Batu menunjukkan harga rata-rata 61,81 atau dapat dikatakan 61,81 % dari keseluruhan butir soal Prestasi Belajar fisika Siswa telah dijawab dengan baik oleh siswa.

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan tingkat Prestasi Belajar fisika Siswa siswa kelas eksperimen tergolong cukup. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil tes Prestasi Belajar fisika Siswa sebesar 61,81.

 

Prestasi Belajar fisika Siswa Kelas Kontrol

Prestasi Belajar fisika Siswa siswa ditunjukkan oleh nilai tes. Nilai tertinggi pada kelas kontrol adalah 80 dan nilai terendah 35 dengan kriteria ketuntasan 75. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 52,34, sehingga dapat ditentukan kriteria sangat baik, baik, cukup baik, cukup, kurang, sangat kurang seperti pada Tabel 4.1 sebagai berikut.

 

Tabel 4.2. Persentase Distribusi Prestasi Belajar Fisika Kelas Kontrol

 

Nilai

Kriteria

Jumlah

Persentase

>90

81-90

71-80

61-70

51-60

<50

Sangat baik

Baik

Cukup Baik

Cukup

Kurang

Sangat kurang

0

1

0

3

11

17

0,00 %

3,125 %

0,00 %

9,375 %

34,375 %

53,125 %


Dari 32 sampel, tidak ada siswa yang mempunyai kemampuan Prestasi Belajar fisika Siswa sangat baik. Skor data Prestasi Belajar fisika Siswa terdistribusi 35-80. Hasil yang dicapai oleh siswa kelas kontrol menunjukkan harga rata-rata 52,34 atau dapat dikatakan hanya 52,34 % dari keseluruhan butir soal Prestasi Belajar fisika Siswa yang telah dijawab dengan baik oleh siswa.

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan tingkat Prestasi Belajar fisika Siswa siswa kelas kontrol tergolong kurang. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil tes Prestasi Belajar fisika Siswa sebesar 52,34. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol.

 

Data Tes Prestasi Belajar fisika Siswa

Ringkasan uji normalitas data tes Prestasi Belajar fisika Siswa tercantum dalam Tabel 4.4.

 

Tabel 4.3. Ringkasan Uji Normalitas Tes Prestasi Belajar fisika Siswa Kelas Kontol dan Kelas Eksperimen

 

 

X

Asymp. Sig.

taraf signifikan

Keterangan

Prestasi Belajar fisika Siswa   kelas kontrol

 

Prestasi Belajar fisika Siswa   kelas kontrol

 

63,90

 

 

52,34

0,580

 

 

0,557

0,05

 

 

0,05

Normal

 

 

Normal

 

Data akan tersebar secara normal apabila Asymp. Sig>taraf signifikan. Berdasarkan analisis data skor nilai tes pemahaman konsep kalor menggunakan bantuan komputer program SPSS. 16 for windows, diperoleh Asymp. Sig 0,214sedangkan taraf signifikan = 0,05 berarti data terdistribusi normal.

Dilihat pada bagian Test of Homogeneity of Variances.

Hipotesis:

Ho                :         Kedua varians populasi adalah identik

H1                :         Kedua varians populasi adalah tidak identik

Kriteria pengujian:

-          Ho diterima apabila Probabilitas > 0,05

-          Ho ditolak apabila Probabilitas < 0,05

Atau

-          Ho diterima apabila F hitung < Ftabel

-          Ho ditolak apabila F hitung > Ftabel

Dari program SPSS. 16 for windows dan dari tabel didapat:

Probabilitas (Sig.) = 0,0079

Fhitung                     = 3,180

Ftabel (1 ; 80 ; 0,05)        = 3,993

Dapat disimpulkan bahwa data Nilai   kelas eksperimen dan Nilai   kelas kontrol mempunyai varian yang identik karena nilai Sig. (0,079) > 0,05. dan Fhitung (3,180) < Ftabel (3,993). Karena dua asumsi di atas sudah terpenuhi maka dapat dilakukan uji t.

Hasil analisis pengujian dua sampel berpasangan (Paired Sample T Test) dengan bantuan komputer program SPPS. 16 for Windows.

Tabel 4.4. Ringkasan Uji t (Uji Hipotesis)

 

 

 

 

              Dari hasil analisis Paired Sample T Test (t) didapat ada pengaruh positif pembelajaran dengan Quantum Learning dengan Teknik Mind Mapping terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis nihil yang berbunyi “Tidak ada perbedaan prestasi belajar fisika siswa yang menerapkan model pembelajaran Quantum Learning dengan Teknik Mind Mapping dengan prestasi belajar fisika siswa yang menerapkan Model Pembelajaran Konvensional.” pada taraf signifikan 0,05 dengan nilai t = 3,120 dan dinyatakan Ho / Hipotesis nihil ditolak. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif antara model Pembelajaran Quantum Learning dengan Teknik Mind Mapping terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada bab Kalor.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dijabarkan pada hasil dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan, yaitu Prestasi Belajar Fisika Siswa kelas eksperimen sebesar 61,81 dan tergolong cukup. Nilai rata-rata hasil tes Prestasi Belajar fisika Siswa kelas kontrol adalah sebesar 52,34 dan tergolong kurang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan kalor kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol.

Dengan Penerapan pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Quantum Learning dengan teknik Mind Mapping menunjukkan bahwa ada pengaruh positif pembelajaran dengan Quantum Learning dengan Teknik Mind Mapping terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, S. 2003. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Arikunto, S. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, S.1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP

Buzan, Tony. 2007. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia

Christine, Valenza&Nancy Margulles. Pemikiran Visual. 2008. Jakarta: PT. Indeks

De Porter, Bobbi,  dkk, 2000. Quantum Teaching Mempraktikkan Quantum Learning Di Ruang-Ruang Kelas. Bandung: Kaifa

De Porter, Bobbi dan Hernacki, Hernacki. 1999. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa

Dryden, Gordon dan Vos, Jeannette. 2000. Revolusi Cara Belajar The Learning Revolution. Bandung: Kaifa

English, William Evelyn. Mengajar Dengan Empati (Panduan Belajar-Mengajar Yang Tepat dan Menyeluruh Untuk Ruang Kelas Dengan Kecerdasan Beragam). 2005. Bandung: Nuansa.

Fatimah, Abu. Belajar Itu Maknyuss……!!!. 2008. Jakarta:Gen!Mirqat.

Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Herwono. Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan. 2005. Bandung: MLC

Ibnu. S.2001. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. Malang: Lemlit Universitas Negeri Malang.

Makmun. Abin Syamsudin. 2000. Psikologi Kependidikan Remaja. Bandung: Rosda Karya

Meier, Dave. 2002. The Accelerated Learning Hand Book. Bandung: Kaifa

Mulkhan, Abdul Munir. Cerdas di Sekolah Kepribadian. 2002. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Mulyasa. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Priyono&Karyan, Yana, Drs. To Be The Winner (Membangun Basis Karakter Mental Pemenang). 2005. Yogyakarta; CISS Press

Putra, Yovan P. 2008. Memori dan Pembelajaran Efektif-Total Mind learning. Bandung: Yrama Widya

Rominalisa, Ferly. 2010 Aplikasi Model Pembelajaran Quantum Learning Berbasis ESQ pada Hidrolisis Garam Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 8 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang.

Samples, Bob. 2002. Revolusi Belajar untuk Anak. Bandung: Kaifa

Sugiarto. Iwan. 2004. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak Dengan Berfikir Holistik dan Kreatif. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Sugiyono. 2007. Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta

Sukamadinata, Nana Syaodik. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Susanti, Alfi. 2006. Pengaruh Quantum Learning Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa General Class di LBB Sony Sugema College Pusat Surabaya. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Tata Niaga Universitas Negeri Malang.

Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 2. Bandung: Penerbit ITB.

Universitas Negeri Malang. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Percetakan UM.

 

 

 

Artikel Desy Hosenainy, Agus Suyudi, Sutarman Artikel Desy Hosenainy, Agus Suyudi, Sutarman

hot!
Date added: 05/30/2013
Date modified: 06/03/2016
Filesize: 81.51 kB
Downloads: 1910

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REACT DENGAN PENOMORAN NHT TERHADAP INTERAKSI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS X SMAN 9 MALANG

Desy Hosenainy 1, Agus Suyudi , Sutarman
Universitas Negeri Malang

1E-mail: ecy_scout@yahoo.co.id

ABSTRAK: Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas interaksi dan prestasi belajaradalah pembelajaran REACT yang dipadukan dengan penomoran NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pene­li­tian eksperimen semu control group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 9 Malang tahun ajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini purposive sampling, Uji hipotesis yang digunakan adalah uji ANAVA dua jalur dan uji lanjutan Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan prestasi belajar siswa baik berkemampuan awal tinggi maupun berkemampuan awal rendah yang pembelajarannya menggunakan model REACT dengan penomoran NHT lebih tinggi daripada yang pembelajarannya menggunakan konvensional. Interaksi belajar siswa berkemampuan awal tinggi maupun berkemampuan awal rendah yang pembelajarannya menggunakan model REACT dengan penomoran NHT tidak lebih tinggi daripada pembelajaran secara konvensional

artikel_rancang_bangun_osiloskop_digital_berbasis_atmega_16_dengan_user_interface_delphi_7 artikel_rancang_bangun_osiloskop_digital_berbasis_atmega_16_dengan_user_interface_delphi_7

hot!
Date added: 05/29/2013
Date modified: 05/29/2013
Filesize: 735.73 kB
Downloads: 1578

artikel_mulyo artikel_mulyo

hot!
Date added: 05/29/2013
Date modified: 05/29/2013
Filesize: 936.18 kB
Downloads: 851

Santoso, Moch.Mulyo.2013.Identifikasi babel pada lapindo.Skripsi.Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Daeng ahmad Suaidi,S.Si.,M.Kom.,(II)Burhan,S.Si.,M.Si.
Kata kunci: konfigurasi wenner, babel,Res2div

Di jawa timur terdapat berbagai semberan-semburan gas yang tiba-tiba muncul, Seiring dengan keadaan tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi semburan-sembuarn yang akan muncul. Penelitian dilakukan pada area lumpur lapindo Sidoarjo.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya semburan baru(babel). Disamping bertujuan mengidentifikasi semburan juga mengidentifikasi adanya tercemarnya air dilokasi sekitar lumpur lapindo Sidoarjo.

Data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan resistivitas  semu dengan menggunakan konfigurasi wenner dengan pengambilan data secara Sounding-Mapping. Panjang maksimal bentangan 160m, dan spasi terkecil 10m. Panjang bentangan tersebut mampu mengidentifikasi kedalaman 24m dibawah permukaan.

Pengolahan data menggunakan res2div. Hasil interpretasi dari data res2div kemudian diketahui pola sebaran dari bawah permukaan. Hasil interprestasi didaerah penelitian terdapat  lapisan tanah lempung kedalaman 15-18m dan berpasir pada kedalaman 19m lapisan dibawahnya mengandung gas atau ruang hampa terdapat semburan kecil pada desa kewi.

ARTIKEL_SITI_NUR_KHALIMAH ARTIKEL_SITI_NUR_KHALIMAH

hot!
Date added: 05/22/2013
Date modified: 05/22/2013
Filesize: 488.02 kB
Downloads: 987

ARTIKEL_ANING_ESTY ARTIKEL_ANING_ESTY

hot!
Date added: 05/22/2013
Date modified: 05/22/2013
Filesize: 210.08 kB
Downloads: 2763

ARTIKEL_Lidia ARTIKEL_Lidia

hot!
Date added: 05/22/2013
Date modified: 05/22/2013
Filesize: 327.49 kB
Downloads: 2092

Lingga Adistya Mukti Lingga Adistya Mukti

hot!
Date added: 05/21/2013
Date modified: 06/04/2016
Filesize: 1.15 MB
Downloads: 1899

EKSTRAKSI TiO2 BERBASIS PASIR KABUPATEN TULUNGAGUNG MELALUI PROSES MAGNETIC SEPARATIONDAN LEACHING H2SO4 SERTA KARAKTERISASI KONSTANTA DIELEKTRIKTAS BAHAN DENGAN TINGKAT PERSENTASE Ti BERBEDA

Lingga Adistya Mukti 1, Markus Diantoro, Abdullah Fuad
Program Studi Fisika MIPA Universitas Negeri Malang
1 Email: lingga.adistya_physic@yahoo.com


ABSTRAK
    Telah dilakukan penelitian terhadap pasir mineral untuk menentukan kandungan mineral dan hasil ekstraksi. Identifikasi kandungan unsur dalam pasir menggunakan X-rray fluorescence, mengindikasikan adanya unsur Zr,  Fe, Si dan Ti. Dengan Zr dan Ti merupakan unsur mayoritas dengan fraksi berat masing-masing unsur  sebesar 61,1% dan 18,5%. Sisanya terdiri dari unsur-unsur yang bersifat minor. Dua tahap separasi magnet yang dilakukan pada pasir mineral menghasilkan psir magnetik kuat, pasir magnetik lemah, pasir non magnetik dengan persentase Ti pada masing-masing kelompok pasir adalah 32,9%, 21,1% dan 5%. Ekstraksi TiO2 dari pasir mineral telah berhasil dilakukan dengan reaksi kimia menggunakan pelarut H2SO4  7,5 M, kecepatan stirrer 500 rpm dan waktu leaching 2 jam. Pada penelitian ini dihasilkan endapan TiO2 dengan tingkat kemurnian sebesar 54%.

Kata Kunci: Pasir mineral, ekstraksi, titanium dioksida, separasi magnet, leaching

Artikel_agnes Artikel_agnes

hot!
Date added: 05/21/2013
Date modified: 05/21/2013
Filesize: 52.47 kB
Downloads: 1207

artikel_ahmad_rusyda artikel_ahmad_rusyda

hot!
Date added: 05/21/2013
Date modified: 05/21/2013
Filesize: 258.75 kB
Downloads: 735

Magnitudo_Mutlak Magnitudo_Mutlak

hot!
Date added: 05/21/2013
Date modified: 05/21/2013
Filesize: 47.11 kB
Downloads: 598

ARTIKEL_Cahya_Prasetya ARTIKEL_Cahya_Prasetya

hot!
Date added: 05/21/2013
Date modified: 05/21/2013
Filesize: 225.79 kB
Downloads: 1777

Mochamad Kholid Syaifudin Mochamad Kholid Syaifudin

hot!
Date added: 05/21/2013
Date modified: 06/04/2016
Filesize: 221.05 kB
Downloads: 1298

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS CAI TUTORIAL
POKOK BAHASAN HUKUM-HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP
SISWA SMA KELAS X
Mochamad Kholid Syaifudin, Supriyono Koes H., Sentot Kusairi
Universitas Negeri Malang
Email: kholidganteng@yahoo.com
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk (1) mengembangkan bahan ajar fisika berbasis
CAI tutorial pokok bahasan Hukum-hukum Newton untuk meningkatkan pemahaman
konsep siswa SMA kelas X, dan (2) mendeskripsikan kelayakan pengembangan bahan ajar
mandiri berbasis multimedia pokok bahasan Hukum-hukum Newton untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMA kelas X. Penelitian ini menggunakan model
penelitian dan pengembangan Borg & Gall yang diadopsi hingga langkah kelima, dan
dimodifikasi menjadi tiga langkah yaitu (1) Studi Pendahuluan, (2) Pengembangan
Produk, dan (3) Uji coba produk. Instrumen yang digunakan adalah angket kelayakan
materi dan media yang diisi oleh ahli (Dosen dan Guru). Selain itu, dilakukan pula uji
coba keterbacaan produk terhadap pengguna kepada 10 siswa kelas X SMA N 10 Malang
reguler. Data pada penelitian dan pengembangan ini meliputi hasil kelayakan materi,
media, dan keterbacaan pengguna. Data tersebut merupakan jenis data kuantitatif dan
kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar yang dihasilkan termasuk dalam
kategori cukup layak dari segi materi maupun dari segi media. Bahan ajar ini perlu diuji
secara lebih lanjut yaitu dengan adanya uji empirik terhadap bahan ajar. Uji empirik ini
dapat dilakukan melalui uji pelaksanaan lapangan, penyempurnaan produk akhir, serta
diseminasi/ penyebaran dan implementasi/ digunakan dalam pembelajaran kelas.
Kelebihan dari bahan ajar yang dikembangkan antara lain: produk ini dapat digunakan
dalam kondisi offline, tombol menu pada bahan ajar ini dibuat interaktif, adanya gambar
dan animasi yang mendukung materi, serta evaluasi yang dapat memberikan feedback
terhadap jawaban pengguna. Kekurangan dari bahan ajar antara lain: tampilan teks tidak
semuanya bisa atraktif/bergerak, produk belum bisa menyimpan database hasil evaluasi
siswa, dan program remidial yang belum sempurna. Selain itu, uji coba yang dilakukan
oleh pengembang hanya sebatas uji keterbacaan.
Kata kunci: bahan ajar, pemahaman konsep, Hukum-hukum Newton tentang gerak.

ARTIKEL SKRIPSI PELANGI ARTIKEL SKRIPSI PELANGI

hot!
Date added: 05/20/2013
Date modified: 05/20/2013
Filesize: 399.63 kB
Downloads: 521

Fabrikasi Film Tipis Delafosit CuAl1-xFexO2 Metode Spin Coating Serta Karakterisasi Struktur Krista Fabrikasi Film Tipis Delafosit CuAl1-xFexO2 Metode Spin Coating Serta Karakterisasi Struktur Krista

hot!
Date added: 05/20/2013
Date modified: 05/20/2013
Filesize: 1.29 MB
Downloads: 737

Penemuan Delafosit telah mendorong perkembangan teknologi lebih pesat khususnya piranti elektronik transparan. Senyawa ini diharapkan dapat berfungsi sebagai semikonduktor antiferromagnetik dan juga dapat dijadikan material termoelektrik Delafosite CuAlO2 adalah salah satu tipe- p Banyak penelitian telah membuktikan bahwa CuAlO2 yang berstruktur delafosit merupakan kandidat yang baik untuk TCO tipe-p.

          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen murni. Untuk sintesis material CuAl1-xFexO2. Penelitian dimaksudkan untuk membuat Film tipis CuAl1-xFexO2 dengan sintesis bahan menggunakan metode sol-gel. Langkah pertama yang dilakukan adalah penyiapan dan penimbangan bahan, selanjutnya dilakukan sintesis dengan metode sol gel. Kemudian pembentukan film tipis dengan alat spin coating.

ARTIKEL Wahyu T. Pratiwi, Lia Yuliati, Agus Suyudi ARTIKEL Wahyu T. Pratiwi, Lia Yuliati, Agus Suyudi

hot!
Date added: 05/20/2013
Date modified: 05/20/2013
Filesize: 137.63 kB
Downloads: 5439

jurnal skripsi Fly Ash jurnal skripsi Fly Ash

hot!
Date added: 05/20/2013
Date modified: 05/20/2013
Filesize: 235.5 kB
Downloads: 3473

STUDY IN COMPOSITION , GRAIN MORPHOLOGY AND MAGNETIC SUSCEPTIBILITY MINERAL OF FLY ASH COAL COMBUSTION PLTU PT IPMOMI PAITON AND MARKET

Nono Agus Santoso, Siti Zulaikah,   Nandang Mufti

Departement Physic, State University  of Malang

 

 

ABSTRACT

            Burning of coal  produces two kinds of waste that is Fly Ash and Bottom Ash. Fly Ash is a waste product from the burning process at coal-fired power plant and obtained by electrostatic precipitation.

           In This Research, we used experimental quantities methods. The investigation start with the sample preparation, then the composition of Fly Ash samples characterized by XRF and the morphology of the samples characterized by SEM. The kind of magnetic minerals identificed by XRD, and magnetic properties performed by Susceptibilitymeter.

           The Results that  show Fly Ash PT IPMOMI  contain  unsure of Fe (42.3%), Ca (37%), Si (9.5%) and etc. Fly Ash Market contain  unsure of Fe (41.92%), Ca (16.1%), Si (24.2%) and etc.  The kind of magnetic minerals of Fly Ash is magnetite and hematite. Fly Ash morphology is circle have  grain magnetic minerals with size between 4.489 – 66.88µm (PT IPMOMI) and  5.324 – 119.9 µm (Pasaran) with magnetic susceptibility from 2890.74 x 10-8 m3/kg to 3149.58 x 10-8 m3/kg.

  

Key words : Fly Ash, Composition, Morphology, Suceptibility

Fabrikasi Film Nanopartikel Ag Melalui Proses Kopresipitasi dan Metode Spin Coating Fabrikasi Film Nanopartikel Ag Melalui Proses Kopresipitasi dan Metode Spin Coating

hot!
Date added: 05/20/2013
Date modified: 05/20/2013
Filesize: 1007.91 kB
Downloads: 880

FABRICATION OF SILVER NANOPARTICLES FILMS BY COPRECIPITATION PROCESS AND SPIN COATING METHOD AND THEIR CHARACTERIZATION OF STRUCTURE AND CONDUCTIVITY

 

Alif Fitria Chasanah, Markus Diantoro, Nasikhudin

Jurusan FMIPA Universitas Negeri Malang

Email : califitria@yahoo.com

ABSTRACT

This research reports the preparation and characterization of silver nanoparticles synthesized through coprecipitation process and of silver nanoparticles films deposited by spin coating method. X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Energy Dispersive X-Ray Analysis (EDAX), and Electric Four Point Probe have been used to characterize the prepared silver nanoparticles and films. Silver nanoparticles were prepared by silver acetate as precursor, reductant agent phenylhydrazine and dodecylamine as stabilizer. The morphology and crystal structure have been determined by XRD and SEM. The average grain size of silver nanoparticles is found to be 22 nm. The peaks in XRD pattern are in good agreement with that of face-centered-cubic form of metallic silver. Electric Four Point Probe results confirmed nanosilver film exhibit conducting behavior. The conductivity was 3,88x109 S/cm on optimum velocity of spin coater 1600 rpm.

 

Keywords: Nanosilver, film, coprecipitation, spin coating, conductivity

 

Page 9 of 11

UM | MIPA | Pimpinan UM | Elearning FMIPA | Physics Book