You are here: Home Download Artikel Skripsi Artikel Skripsi Mahasiswa

Fisika UM

Artikel Skripsi Mahasiswa

Kumpulan Artikel Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM.
Login untuk download

Categories

Semester Genap 2014/2015

Semester Genap 2014/2015

Artikel Skripsi Mahasiswa Jurusan Fisika Semester Genap 2014/2015

Semester Pendek 2013-2014

Semester Pendek 2013-2014

Jurnal Skripsi Mahasiswa Fisika Semester Pendek 2013-2014.

50 Mahasiswa.

Documents

Order by : Name | Date | Hits [ Ascendant ]

artikel_unggah artikel_unggah

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 328.77 kB
Downloads: 1622

ARTIKEL_Hafiz_Anshari ARTIKEL_Hafiz_Anshari

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 762.98 kB
Downloads: 847

Artikel_Candra_Pradhana Artikel_Candra_Pradhana

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 218.5 kB
Downloads: 1059

artikel_diah_sukma artikel_diah_sukma

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 272.08 kB
Downloads: 2281

ARTIKEL_FAQIHATUL_ILMI ARTIKEL_FAQIHATUL_ILMI

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 285 kB
Downloads: 1201

Artikel Surya Aji Ermanto, Sentot Kusairi, Chusnana Artikel Surya Aji Ermanto, Sentot Kusairi, Chusnana

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 06/03/2016
Filesize: 146.43 kB
Downloads: 760

ABSTRAK: Penilain formatif yang dilaksanakan pada pembelajaran fisika belum sesuai dengan harapan, karena balikan lambat. Belum tersedianya sistem penilaian formatif yang memberikan balikan cepat menjadi alasannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan sistem penilaian formatif berbantuan web dengan Claroline untuk memberikan balikan langsung. Rancangan penelitian meliputi empat tahap yang diadaptasi dari langkah-langkah menurut Sukmadinata yang merupakan modifikasi dari sepuluh langkah Borg dan Gall. Produk penelitian ini adalah sistem penilaian formatif berbantuan web untuk memberikan balikan langsung.

Artikel_Pengembangan_Mochamad_Kholid_Syaifudin(1),_Supriyono__Koes_H.,_Sentot_Kusairi Artikel_Pengembangan_Mochamad_Kholid_Syaifudin(1),_Supriyono__Koes_H.,_Sentot_Kusairi

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 139.55 kB
Downloads: 3120

Artikel_Arga_Aditama,_Agus_Suyudi,_Chusnana Artikel_Arga_Aditama,_Agus_Suyudi,_Chusnana

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/25/2013
Filesize: 65.48 kB
Downloads: 861

 

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII C SMPN 1 SURUH TRENGGALEK

Arga Aditama1, Agus S., Chusnana I.Y.

Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Malang

1e-mail : aditama.arga@gmail>.com

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana penerapan model problem based learning di kelas VIII C SMPNI 1 Suruh yang diharapkan meningkatkan aktivitas belajar siswa dan prestasi belajar siswa; (2) apakah penerapan model problem based learning pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII C SMPN 1 Suruh Kabupaten Trenggalek; (3) apakah penerapan model problem based learning pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII C SMPN 1 Suruh Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VIII C SMPN 1 Suruh pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 dan terdiri dari 2 siklus. Data yang dikumpulkan adalah keterlaksanaan pembelajaran dengan model problem based learning, aktivitas belajar siswa, dan prestasi belajar siswa aspek kognitif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, test, dan dokumentasi. Data yang didapat dianalisis dengan reduksi data, display data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pelaksanaan penelitian dengan menggunakan model problem based learning (PBL) ini diperoleh persentase keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 89,6% dan siklus II sebesar 95,8%. Persentase rata-rata aktivitas belajar siswa yang diukur menggunakan lembar observasi pada siklus I sebesar 63,1% dan pada siklus II sebesar 73%. Nilai rata-rata kelas hasil ulangan pada pra tindakan sebesar 52,23, pada siklus I meningkat menjadi 69 dan pada siklus II meningkat menjadi 77. Persentase ketuntasan pada pra tindakan sebesar 3,3%, pada siklus I sebesar 63,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa kelas VIII C SMPN 1 Suruh Kabupaten Trenggalek.

 

Kata kunci: model pembelajaran problem based learning, aktivitas belajar,

     prestasi belajar

ARTIKEL_SKRIPSI_(SOFYAN_HASAN) ARTIKEL_SKRIPSI_(SOFYAN_HASAN)

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 1.36 MB
Downloads: 1633

ARTIKEL_ANIS_ROHMA ARTIKEL_ANIS_ROHMA

hot!
Date added: 08/02/2013
Date modified: 08/02/2013
Filesize: 43.83 kB
Downloads: 1498

Artikel_Al_Muhalla_Amarta_Widjianto_Sulur Artikel_Al_Muhalla_Amarta_Widjianto_Sulur

hot!
Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 38.32 kB
Downloads: 917

Artikel_Al_Muhalla_Amarta_Widjianto_Sulur

Kata Kunci: Modul interaktif, Bilingual, Pembelajaran fisika

Dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, sekolah membuka program kelas bilingual. Dibutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan model pembelajaran di sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran bilingual. Bahan ajar yang beredar di pasaran masih belum sesuai dengan kebutuhan di sekolah yang menerapkan pembelajaran bilingual. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian pengembangan terhadap bahan ajar Fisika. Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan produk yaitu modul interaktif bilingual fisika yang layak untuk menunjang pembelajaran fisika di SMA.

Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan. Instrumen yang digunakan adalah angket yang diisi oleh ahli (Dosen dan Guru). Validasi oleh ahli ditujukan untuk mengukur kelayakan materi, bahasa dan media. Selain itu, dilakukan pula uji coba lapangan terhadap keterbacaan bahan ajar yang dikembangkan kepada siswa kelas XI IPA yang telah menempuh materi fluida. Data yang diperoleh dari hasil uji validasi serta uji coba lapangan terhadap keterbacaan menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pengisian angket oleh ahli materi dan media. Data kualitatif diperoleh dari saran yang diberikan oleh para ahli serta uji coba lapangan terhadap keterbacaan oleh siswa.

Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar yang dihasilkan termasuk dalam kategori layak dengan nilai rata rata 3,48 dari segi materi dan 3,42 untuk segi media serta katergori cukup layak dari segi bahasa dengan nilai rata rata 3,09. Modul interaktif belum dapat digunakan dalam pembelajaran. Tahapan proses pengembangan modul interaktif perlu dilanjutkan diuji secara lebih lanjut yaitu dengan adanya uji empirik terhadap modul interaktif bilingual. Uji empirik ini dapat dilakukan melalui uji pelaksanaan lapangan, penyempurnaan produk akhir, serta diseminasi/ penyebaran dan implementasi/ digunakan dalam pembelajaran kelas. Kelebihan dari bahan modul interaktif bilingual yang dikembangkan antara lain: disusun berdasarkan kurikulum KTSP SMA, menggunakan dua bahasa yang didesain per halaman dan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan siswa dan guru, menyajikan permasalahan kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari hari, terdapat lembar aktivitas. Kekurangan dari bahan ajar antara lain: lembar aktivitas tidak dapat dilakukan di dalam modul, modul interaktif membutuhkan perangkat khusus yakni komputer sehingga pengguna menjadi lebih terbatas, jumlah latihan kurang, serta ruang lingkup materi terbatas.


 

Artikel_Cipti_Dwi Haryoto_Yudyanto Artikel_Cipti_Dwi Haryoto_Yudyanto

Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 181.78 kB
Downloads: 461

ABSTRAK

Januarita, Cipti. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Fisika dengan Pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM) dalam Pokok Bahasan Energi dan Momentum. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd, (II) Drs. Yudyanto, M.Si

Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, energi, momentum, STM

Bahan ajar merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk membantu guru maupun siswa dalam pembelajaran di kelas. Bahan ajar dengan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) menampilkan dimana antara sains, teknologi, dan masyarakat terdapat kaitan yang erat. Dengan menampilkan permasalahan-permasalahan sains dan teknologi dalam masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar disamping memperluas wawasan peserta didik. Berdasarkan observasi dan wawancara ditemukan bahwa isi bahan ajar yang digunakan siswa belum mengantarkan siswa untuk mengetahui perkembangan teknologi dalam kehidupan masyarakat sehingga siswa belum dapat memahami implementasi konsep-konsep sains yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.Bahan ajar ini secara rinci memuat konsep, fakta, teori, prinsip, hukum, perkembangan teknologi serta kegunaan atau manfaat dalam mempelajari hal-hal tersebut.

Penelitian dan pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan produk berupa bahan ajar fisika dengan pendekatan STM dalam pokok bahasan energi dan momentum serta mengetahui kelayakannya. Penelitian dan pengembangan bahan ajar ini menggunakan Research and Development dan dilakukan sampai tahap ke enam. Penelitian dan pengembangan bahan ajar ini divalidasi isi oleh dua dosen jurusan Fisika Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru fisika SMA Negeri 6 Malang. Uji coba terbatas dilakukan oleh 19 siswa kelas XI-IPA1 SMA Al-Hikmah Muncar, Banyuwangi. Jenis data pada penelitian pengembangan ini berupa data kuantitatif dengan perhitungan persentase dan data kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa angket/kuisioner yang terdiri dari 3 angket yakni, angket observasi awal, angket uji kelayakan, dan angket uji coba terbatas pada siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data persentase.

Hasil uji kelayakan bahan ajar untuk siswa dinilai layak dengan presentase rata-rata kelayakan isi, kebahasaan dan penyajian secara berturut-turut sebesar 93,1%; 91,07%; dan 89,58%. Panduan perangkat untuk guru dinilai layak dengan kelayakan isi sebesar 97,81%, kelayakan kebahasaan sebesar 87,5%, dan kelayakan penyajian sebesar 100%. Hasil uji coba terbatas pada siswa memperoleh rata-rata 85,72%. Dalam bahan ajar ini dilengkapi dengan poin-poin yang menunjukkan sains teknologi masyarakat sehingga siswa lebih memahami kaitan antara sains, teknologi, dan masyarakat.Bahan ajar fisika dengan pendekatan STM perlu dikembangkan sampai tahap selanjutnya (diseminasi dan distribusi).

ARTIKEL_ILMIAH_NOVITA_LARASATI ARTIKEL_ILMIAH_NOVITA_LARASATI

Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 189.41 kB
Downloads: 486

ARTIKEL_JOKO_SETIONO ARTIKEL_JOKO_SETIONO

hot!
Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 547.51 kB
Downloads: 5390

JOKO SETIONO, HERIYANTO, SAMSUL HIDAYAT

JUDUL RANCANG BANGUN KONTROL SUHU DAN TIMBANGAN BERAT BADAN OTOMATIS PADA INKUBATOR BAYI

ABSTRAK:

Inkubator adalah alat untuk mempertahankan kehangatan bayi pasca lahir sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan luar. Fitur utama sebuah inkubator yaitu pengaturan suhu ruang, dengan tujuan untuk mempertahankan suhu bayi agar tidak jatuh pada hipotermi. Namun pada bayi prematur tidak cukup pengaturan suhu yang ketat saja, tetapi banyak prosedur-prosedur lain diantaranya adalah memantau berat badan secara berkala sebagai indikator untuk mengetahui perkembangan kesehatan bayi. Dari itu perlu dibuat sebuah inkubator dengan pengontrol suhu elektronik dan dilengkapi sistem penimbang berat badan yang memudahkan paramedis untuk memantau perkembangan berat badan bayi dalam inkubator tersebut.

Perancangan sistem ini bertujuan memperoleh rancang bangun pengontrol suhu ruang inkubator dengan kontrol on-off  pada kisaran 310C-360C dan rancang bangun timbangan berat badan otomatis pada kisaran 0Kg-5Kg.

Model penelitian menggunakan jenis penelitian Research and Development dengan prosedur merumuskan potensi masalah, mengumpulkan informasi, mendesain produk awal, melakukan validasi alat, memperbaiki kekurangan desain alat setelah validasi dan melakukan ujicoba produk baru. Perancangan alat ini menggunakan sensor suhu LM35, elemen pemanas Nikelin dan kipas DC 12V sebagai pengendali suhu ruang inkubator, sedangkan untuk timbangan berat badan menggunakan sensor Load Cell.

Dari Hasil pengujian sistem diketahui bahwa sistem dapat membaca kondisi suhu ruang  dan berat badan bayi. Dalam ruang inkubator diperoleh rata-rata kesalahan sebesar 0.16% dengan kesalahan terbesar 0.32% pada sistem pengukur suhu, dan diperoleh rata-rata kesalahan sebesar 0.29% serta kesalahan  terbesarnya adalah 9,49% pada sistem pengukur berat bayi. Dengan demikian sistem pengontrol suhu dan timbangan berat badan otomatis pada inkubator bayi berbasis mikrokontroler ATMega16 sudah layak digunakan.

 

Artikel_annisa, Sutrisno, Burhan Indriawan Artikel_annisa, Sutrisno, Burhan Indriawan

hot!
Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 267.53 kB
Downloads: 1190

Artikel_annisa, Sutrisno, Burhan Indriawan

Judul: PENENTUAN MAGNITUDO MUTLAK BINTANG CIRIUS DENGAN MENGGUNAKAN TELESKOP CELESTRON 2000 DI LABORATORIUM ASTRONOMI FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG DENGAN BANTUAN SOFTWARE IRIS 5.59 TAHUN 2013

Abstrak:

Bintang yang ada di tata surya ini, tidak statis, namun terus mengalami perubahan. Bintang lahir, hidup, dan mati, lalu menjadi lubang hitam. Sebuah bintang dapat diidentifikasi kehidupannya adalah dari kecerahan dan magnitude bintang. Magnitudo bintang adalah suatu sistem skala ukuran kecerlangan bintang. Hal yang perlu diperhatikan bahwa semakin terang suatu bintang, semakin kecil magnitudonya. Bintang yang telah tua magnitudonya semakin kecil dan bintang tersebut terlihat semakin terang. Bintang yang tua nantinya akan meledak menjadi supernova. Supernova yang terbentuk akan menjadi lubang hitam.

Tujuan penelitian ini adalah mengamati Bintang Cirius, kemudian mencari magnitudo semu dengan menggunakan Software IRIS, dan mencari magnitudo mutlaknya menggunakan rumus magnitudo mutlak.

Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan mengamati bintang Cirius kemudian diukur magnitude semunya dengan menggunakan software IRIS. Pengambilan data tersebut dilakukan dengan menggunakan teleskop Celestron milik Laboratorium Astronomi Universitas Negeri Malang.

Hasil penelitian menunjukkan dari pengambilan data bintang Cirius pada tanggal 20 Maret 2013 diperoleh 5 data pada pukul 20.53.10 WIB sampai pukul 20.54.12 WIB. Dengan menggunakan software IRIS maka hasil magnitude semu dari rata-rata kelima data tersebut sebesar (-1,297±0,211). Sedangkan hasil dari magnitude mutlak  yang didapatkan dari rata-rata kelima data tersebut sebesar (1,596±0,0005) dengan ralat sebesar 0,031%. Hasil diatas mendekati atau hampir sesuai dengan hasil yang didapat dari software Cybersky. Hasil dari magnitude semu bintang Cirius pada software Cybersky sebesar -1,121. Jika dihitung magnitude mutlaknya dari software Cybersky didapatkan nilai sebesar 1,773.

SKRIPSI_ARLILLA_ANUGRAHINI SKRIPSI_ARLILLA_ANUGRAHINI

hot!
Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 1.35 MB
Downloads: 1334

REMIDIASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS X

TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH PEMBIASAN

PADA PERMUKAAN DATAR DAN LENSA MENGGUNAKAN PERTANYAAN SOCRATIK

 

Arlilla Anugrahini*, Sutopo**, Asim**

Universitas Negeri Malang

E-mail: arlillaanugrahini@gmail.com

 

ABSTRAK: Terjadi banyak kemungkinan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi optika geometri. Khususnya tentang bayangan yang terbentuk dari proses pembiasan, baik pada permukaan datar maupun lensa. Penelitian ini bertujuan untuk meremidiasi kesulitan tersebut dengan menggunakan pertanyaan Socratik. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subyek penelitian terdiri atas sepuluh siswa yang mengalami kesulitan seperti telah disebutkan. Data penelitian berupa kata-kata, gambar, dan hasil pekerjaan siswa yang dideskripsikan. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang meliputi data reduction, data display, conclusion drawing/verification. Proses remidiasi dilakukan dengan menghadirkan fenomena melalui kegiatan praktikum. Proses tersebut dapat membantu siswa mengatasi kesulitannya.

 

Kata Kunci: remidiasi, pertanyaan Socratik, pembentukan bayangan

ARTIKEL_meiska_sumarjono_supriyono koes ARTIKEL_meiska_sumarjono_supriyono koes

hot!
Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 172.28 kB
Downloads: 3488

ABSTRAK: Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berawal dari fe-nomena alam, sehingga dalam pembelajaran fisika seharusnya menarik. Model Siklus Belajar 5E dapat membangun konsep karena siswa terlibat aktif dan langsung. Model Siklus Belajar 5E terdiri atas lima tahap yaitu pembangkitan Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, dan Evaluation. Tujuan pe-nelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas X MAN 3 Malang. Penelitian ini meng-gunakan pendekatan kuantitatif, metode eksperimen semu dengan posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 3 Malang. Proses penentuan sampel penelitian dengan cluster random sampling. Kelas X-A berjumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen pembelajaran fisika dilakukan dengan model Siklus Belajar 5E dan kelas kontrol pembelajaran fisika dilakukan dengan pembelajaran konvensional versi guru MAN 3 Malang.
Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t satu pihak kanan Pooled Varians. Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung = 2,867 > 2,021 (t40;.05). Maka, prestasi belajar fisika siswa yang dibelajarkan dengan model Siklus Belajar 5E meningkat secara signifikan.

ARTIKEL_BIREF_MAIFULLOH_209321423349_SUTARMAN_SUGIYANTO ARTIKEL_BIREF_MAIFULLOH_209321423349_SUTARMAN_SUGIYANTO

hot!
Date added: 08/01/2013
Date modified: 08/01/2013
Filesize: 31.5 kB
Downloads: 876

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 07 MALANG

DENGAN MODEL REACT

Biref Maifulloh(1), Sutarman, dan Sugiyanto

Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang

(1)email: birefmaifulloh@rocketmail.com

ABSTRAK: Berdasarkan fakta yang ditemukan terdapat permasalahan keaktifan dan hasil belajar siswa bagi siswa kelas VIII F SMP Negeri 07 Malang. Dalam proses belajar mengajar, faktor yang sangat penting adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan metode serta teknik pembelajaran yang mampu memunculkan keaktifan belajar dalam diri siswa agar proses pembelajaran tidak membosankan. Model pembelajaran REACT adalah model yang mengutamakan keterkaitan (relating), mengalami (experiencing), menerapkan (applying), bekerja sama (cooperating), memindahkan (transferring). Fokus masalah dalam penelitian adalah bagaimanakah keterlaksanaan penerapan pembelajaran model REACT untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA terutama fisika SMP Negeri 07 Malang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dua siklus, tiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 07 Malang tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah 36 siswa. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran REACT dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas VIII F SMP Negeri 07 Malang. Hal tersebut dapat diketahui dari keaktifan dan keantusiasan siswa dalam pembelajaran. Persentase keterlaksanaan pembelajaran REACT Siklus I dan Siklus II, terlihat bahwa keterlaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan. Fase Relating Siklus I 88% di Siklus II 88%, experiencing Siklus I 50% Siklus II 88%, applying Siklus I 50% di Siklus II 100%, cooperating Siklus I 40% di Siklus II 90% dan transferring Siklus I 75% di Siklus II 92%. Sedangkan keaktifan fase relating Siklus I 38% Siklus II 88%, experiencing Siklus I 38% Siklus II 75%, applying Siklus I 50% Siklus II mendapat 100%, cooperating Siklus I 30% Siklus II 90%, transferring Siklus I 47% Siklus II 92%. Hasil belajar sebelum tindakan atau pretest dengan menggunakan gain score yaitu sebesar 0,4, sedangkan pada posttest yaitu sebesar 0,5.

Kata Kunci: Pembelajaran REACT, Keaktifan, dan Hasil Belajar

Artikel_Nurul_Firdausi_(109321417098) Artikel_Nurul_Firdausi_(109321417098)

hot!
Date added: 07/31/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: 86.46 kB
Downloads: 741

PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF IPA TERPADU BERBASIS  5E LEARNING CYCLE PADA TEMA ENERGI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA                  

SMP KELAS VIII SEMESTER 2

Nurul Firdausi, Supriyono Koes H., dan Sumarjono

Universitas Negeri Malang

E-mail: verdaccy@gmail.com

 

ABSTRAK: Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA cenderung rendah dikarenakan pembelajaran IPA belum dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan standar isi mata pelajaran IPA SMP. Untuk mengatasi permasalahan tesebut, dikembangkan paket pembelajaran IPA Terpadu yang sesuai dengan Standar  Isi mata pelajaran IPA yang berupa modul interaktif IPA Terpadu berbasis 5E Learning Cycle pada tema energi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada Dick, Carey, and Carey. Instrumen pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen evaluasi ahli dengan skala Likert. Uji coba dilakukan untuk mengukur kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk termasuk dalam kriteria cukup layak sehingga perlu dilakukan revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah dilakukan revisi sesuai dengan komentar dan saran baik dari ahli media maupun ahli materi. Produk pengembangan perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih luas untuk mengetahui efektifitas penggunaan produk untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

Kata kunci: modul interaktif, IPA Terpadu, 5E Learning Cycle, prestasi belajar

Nurul_F Nurul_F

hot!
Date added: 07/31/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: 86.46 kB
Downloads: 3052

PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF IPA TERPADU BERBASIS  5E LEARNING CYCLE PADA TEMA ENERGI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA                  

SMP KELAS VIII SEMESTER 2

Nurul Firdausi, Supriyono Koes H., dan Sumarjono

Universitas Negeri Malang

E-mail: verdaccy@gmail.com

ABSTRAK: Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA cenderung rendah dikarenakan pembelajaran IPA belum dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan standar isi mata pelajaran IPA SMP. Untuk mengatasi permasalahan tesebut, dikembangkan paket pembelajaran IPA Terpadu yang sesuai dengan Standar  Isi mata pelajaran IPA yang berupa modul interaktif IPA Terpadu berbasis 5E Learning Cycle pada tema energi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada Dick, Carey, and Carey. Instrumen pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen evaluasi ahli dengan skala Likert. Uji coba dilakukan untuk mengukur kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk termasuk dalam kriteria cukup layak sehingga perlu dilakukan revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah dilakukan revisi sesuai dengan komentar dan saran baik dari ahli media maupun ahli materi. Produk pengembangan perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih luas untuk mengetahui efektifitas penggunaan produk untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

Kata kunci: modul interaktif, IPA Terpadu, 5E Learning Cycle, prestasi belajar

Artikel_skripsi_anik_karimatus_s_widjianto_hari_wisodo Artikel_skripsi_anik_karimatus_s_widjianto_hari_wisodo

hot!
Date added: 07/31/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: 1.02 MB
Downloads: 653

Artikel_skripsi Artikel_skripsi

hot!
Date added: 07/31/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: Empty
Downloads: 1003

artikel_aurora_kumala_c. artikel_aurora_kumala_c.

hot!
Date added: 07/31/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: 50.59 kB
Downloads: 1461

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) BERBANTUAN SWISHMAX UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMAN 3 MALANG

 

Aurora Kumala cahyaningtyas (1)

Asim (2)

Dwi Haryoto (3)

 

Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang

Jalan Semarang No.5, Telp. (0341) 551-312

(1)e-mail: ay_nazhwha@yahoo.com

(2) & (3) Dosen Fisika Universitas Negeri Malang

 

ABSTRAK: Berdasarkan hasil observasi di kelas X-5 SMAN 3 Malang, siswa masih kesulitan untuk memahami materi yang diberikan guru. Siswa juga jarang mengemukakan gagasan sehingga proses pembelajaran hanya sebatas transfer of knowledge dari guru ke siswa. Ada banyak model pembelajaran, salah satunya adalah Children Learning in Science (CLIS) yang berfokus pada perubahan gagasan siswa. SWiSHmax merupakan salah satu program animasi berbasis flash yang dapat digunakan untuk mengamati langsung animasi dari materi yang diajarkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penerapan model pembelajaran CLIS berbantuan SWiSHmax terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa.

 

Kata Kunci: CLIS, SWiSHmax, keterampilan proses, penguasaan konsep

ARTIKEL_TITIS_LESTYOWATI_SITI_ZULAIKAH_ABDULLOH_FUAD ARTIKEL_TITIS_LESTYOWATI_SITI_ZULAIKAH_ABDULLOH_FUAD

hot!
Date added: 07/31/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: 277.19 kB
Downloads: 1361

PENGEMBANGAN_MODEL_ASESMEN_PROBLEM_ISOMORFIK_DENGAN_ANALISIS_BERBANTUAN_KOMPUTER_UNTUK_PEMBELAJARAN_FISIKA_PADA_KONSEP_KALOR PENGEMBANGAN_MODEL_ASESMEN_PROBLEM_ISOMORFIK_DENGAN_ANALISIS_BERBANTUAN_KOMPUTER_UNTUK_PEMBELAJARAN_FISIKA_PADA_KONSEP_KALOR

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/30/2013
Filesize: 94.14 kB
Downloads: 1220

ABSTRAK: Penilaian yang telah dilaksanakan guru belum mampu memberikan balikan yang spesifik dalam waktu singkat kepada setiap siswa karena besarnya kapasitas siswa dan waktu yang terbatas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan modifikasi Borg dan Gall yang diadaptasi dari langkah-langkah Sukmadinata. Produk akhir penelitian ini adalah model asesmen problem isomorfik dengan analisis berbantuan komputer untuk pembelajaran fisika pada materi kalor sebagai alat untuk penilaian yang digunakan untuk guru. Hasil dari penilaian tim ahli menunjukkan bahawa model asesmen problem isomorfik dengan analisis berbantuan komputer memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata 3,63. Produk yang dihasilkan mampu memberikan balikan kepada siswa dan guru dalam waktu yang singkat.

Kata Kunci: asesmen problem isomorfik, analisis berbantuan komputer, kalor

Artikel_Linna_Sutrisno_Daeng A Suaidi Artikel_Linna_Sutrisno_Daeng A Suaidi

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/30/2013
Filesize: 33.8 kB
Downloads: 591

Perubahan Jumlah dan Klasifikasi Sunspot Metode Zurich Diamati dari Laboratorium Astronomi Fisika UM Bulan Mei-Juli 2012

Abstrak: Aktivitas matahari yang dapat diamati dari bumi adalah aktivitas yang terjadi pada lapisan fotosfer, kromosfer dan korona Matahari. Bintik Matahari (sunspot) merupakan fenomena yang paling mudah diamati dan telah lama mendapatkan perhatian dari para ahli astrofisika. Berdasarkan hasil pengamatan para ahli fisika Matahari disimpulkan bahwa sunspot dapat berubah-ubah dan dapat “tumbuh”, baik dalam jumlah, letak maupun besarnya. Bintik matahari berevolusi dari bintik kecil dengan aktivitas rendah berkembang menjadi konfigurasi yang sangat kompleks dengan kemungkinan mempunyai aktivitas tinggi, yaitu mengeluarkan ledakan-ledakan (flares) ataupun pelontaran massa korona. Untuk mengetahui tingkat kompleksitas bintik matahari dan aktivitasnya digunakan klasifikasi bintik matahari Metode-Zurich dengan 9 macam kelas, yaitu kelas A,B,C,D,E,F,G,H dan J. Informasi mengenai klasifikasi ini sangat penting untuk menganalisa cuaca antariksa.

Kata Kunci: Jumlah Sunspot, Klasifikasi Sunspot, Sunspot, Metode Zurich.

Artikel_Linna,_Endang_Purwaningsih,_Asim Artikel_Linna,_Endang_Purwaningsih,_Asim

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/31/2013
Filesize: 162.02 kB
Downloads: 3471

Profil Pembelajaran IPA Fisika Pada Materi Kalor di Kelas VII-F SMP Negeri 1 Malang Tahun Ajaran 2012/2013

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan profil pembelajaran IPA Fisika Kelas VII F SMP Negeri 1 Malang kendala-kendala yang dialami oleh guru dan siswa dalam pembelajaran IPA khususnya pada KD 8.4. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi pembelajaran IPA, wawancara dengan peserta didik, dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pembelajaran IPA di SMPN 1 dilakukan selama 4 (empat) kali pertemuan, model maupun metode pembelajaran yang bervariasi. Kedua, Silabus dan RPP yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran tidak dibuat sendiri tetapi dibuat bersama-sama dengan guru lain. Ketiga, ada beberapa kendala yang dialami yaitu, kurangnya minat peserta didik sehingga menyulitkan guru dalam menyampaikan materi, kondisi kelas yang kurang kondusif, dan materi kalor yang cukup rumit dan terlalu banyak rumus.


Kata kunci: Profil pembelajaran IPA Fisika, Kalor.

ARTIKEL_NURUR_ROHMAWATI_HARTATIEK_NASIKHUDIN ARTIKEL_NURUR_ROHMAWATI_HARTATIEK_NASIKHUDIN

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/30/2013
Filesize: 1.46 MB
Downloads: 1952

Pengaruh Komposisi pada Sintesis Komposit Hidroksiapatit dari Tulang Sotong-Kitosan Terhadap Sifat Kristal dan Mikrostrukturnya

Abstrak : Hidroksiapatit (HA,Ca10(P04)6(OH)2) merupakan salah satu jenis biokeramik yang banyak digunakan dalam aplikasi medis karena sifat-sifatnya yang unggul yaitu kemiripannya dengan struktur kimia tulang dan jaringan keras pada mamalia. Pada penelitian ini sumber kalsium dari HA berasal dari tulang sotong yang mengandung kalsium sebesar 96,24%. Untuk memenuhi syarat sebagai material substitusi tulang, serbuk HA yang dibuat perlu dikompositkan dengan material polimer mengingat tulang sendiri merupakan komposit alami yang terdiri dari bahan organik dan inorganik. Kitosan merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai komposit dari HA. Pada penelitian ini untuk mensintesis HA digunakan bahan-bahan Ca(OH)2 yang berasal dari tulang sotong, H3PO4, dan NH4OH. Metode yang digunakan dalam sintesis ini adalah metode sonokimia. Dengan menggunakan metode ini diperoleh perbandingan Ca/P sebesar 1,67 serta ukuran kristal sebesar 25,40 nm. Komposisi komposit HA-kitosan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90:10%, 80:20%, 70:30%, dan 60:40%. Hasil yang diperoleh dari karakterisasi XRD menunjukkan bahwa penambahan kitosan mempengaruhi struktur kristal HA yang diwakili oleh berubahnya parameter kisinya. Pada karakterisasi SEM menunjukkan bahwa pengaruh penambahan kitosan adalah memperbesar ukuran grain komposit HA-kitosan. Dari hasil perhitungan ukuran kristal dan ukuran grain diperoleh komposisi optimum pada komposisi komposit HA-kitosan 80:20%.

Kata Kunci : komposit, tulang sotong, komposit HA-kitosan, sifat kristal, mikrostruktur

ARTIKEL_NURUR_ROHMAWATI_Drs._ASIM,_M.Pd_Drs._AGUS_SUYUDI,_M.Pd ARTIKEL_NURUR_ROHMAWATI_Drs._ASIM,_M.Pd_Drs._AGUS_SUYUDI,_M.Pd

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/30/2013
Filesize: 28.66 kB
Downloads: 903

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII-A MTS DARUSSALAM JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

ABSTRAK:  Hasil wawancara dengan guru IPA (fisika) di MTs Darussalam diperoleh informasi bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit bagi siswa. Persentase hasil nilai ulangan harian siswa yang tuntas sebesar 50%. Ini berarti hanya 11 siswa dari 22 siswa yang nilai ulangannya di atas nilai KKM. Hasil wawancara dengan siswa pun menunjukkan bahwa mereka merasa kesulitan dalam pelajaran fisika. Pada saat pembelajaran fisika berlangsung, ada siswa yang lebih memilih tidur daripada mendengarkan guru menjelaskan pelajaran. Siswa yang lain lebih memilih untuk bercakap-cakap dengan teman sebangkunya daripada mendengarkan penjelasan dari guru. Hal ini menandakan bahwa motivasi dari dalam diri siswa kurang terhadap pelajaran fisika. Berdasarkan permasalahan yang ada pada kelas VIII-a MTs Darussalam Jombang, perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan motivasi berprestasi melalui model pembelajaran PBL. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya PTK yang terdiri dari duasiklus. Sub pokok yang bahasan yang digunakan pada siklus I adalah pemantulan cahaya, sedangkan untuksiklus II adalah pembiasan cahaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Pada akhir siklus diperoleh hasil bahwa 87,32% siswa memiliki motivasi berprestasi fisika dengan kategori baik. Peningkatan motivasi berprestasi ini berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa dari kondisi awal sebelum diberi perlakuan sampai pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, rata-rata nilai fisika siswa adalah 77,65 dengan persentase ketuntasan 77,27% (dilihat dari kondisi awal, persentase naik 27,27% dan nilai rata-rata naik 12,65). Pada siklus II, rata-rata nilai fisika siswa adalah 84 dengan persentase ketuntasan 90,90% (dilihat dari siklus I, persentase naik 13,63% dan nilai rata-rata naik 12,65). Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika siswa mengalami peningkatan melalui penerapan model PBL.

Kata Kunci : Model Pembelajaran PBL, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar.

SKRIPSI_SINTA_NURRISA_K. SKRIPSI_SINTA_NURRISA_K.

hot!
Date added: 07/30/2013
Date modified: 07/30/2013
Filesize: 67.19 kB
Downloads: 1911

STUDI TENTANG PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) PADA MATERI HUKUM OHM

DI KELAS X-6 SMAN 1 TRENGGALEK

 

Sinta Nurrisa Karonsih

Universitas Negeri Malang

E-mail: Sinta_Nurrisa18@yahoo.com

 

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) pada materi hukum Ohm. Efektivitas pembelajaran dilihat dari aspek  penguasaan siswa terhadap materi hukum Ohm dan sejauh mana keterampilan ber­pikir ilmiah dapat dilatihkan. Respon siswa terhadap pembelajaran juga digu­na­­kan sebagai salah satu indikator. Rancangan penelitian menggunakan quasi experiment one group pretest posttest yang dilengkapi dengan analisis deskriptif. Subjek peneliti­an adalah siswa kelas X-6 SMAN 1 Trenggalek yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan posttest, observasi, lembar kerja siswa, serta angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) dapat meningkatkan skor pemahaman konsep siswa tentang hukum Ohm dengan efek size cukup tinggi yaitu 0.72 tetapi dengan N-gain dalam kategori rendah, yaitu 0.17. Pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) juga bisa melatihkan keterampilan berpikir ilmiah siswa. Berdasarkan respon siswa terhadap pembelajaran, siswa menjadi le­bih mudah untuk menerima, mengerti, dan memahami materi hukum Ohm. Ada­nya kegiatan praktikum juga lebih bisa menarik minat siswa dalam mem­pelajari hu­kum Ohm.

Kata kunci: inkuiri terbimbing (guided inquiry), efektivitas, hukum Ohm, keterampilan berpikir ilmiah

Page 7 of 11

UM | MIPA | Pimpinan UM | Elearning FMIPA | Physics Book