You are here: Home Akademik Skripsi Skripsi Mahasiswa Pengaruh Doping Fe Terhadap Struktur Kristal dan Dielektrisitas Senyawa Delafosit CuCr(1-x)FexO2±δ. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.

Fisika UM

Pengaruh Doping Fe Terhadap Struktur Kristal dan Dielektrisitas Senyawa Delafosit CuCr(1-x)FexO2±δ. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.

Rahmawati, Diah Eka. 2011. Pengaruh Doping Fe Terhadap Struktur Kristal dan Dielektrisitas Senyawa Delafosit CuCr(1-x)FexO2±δ. Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si, (2) Drs. Abdulloh Fuad, M.Si

Kata Kunci: Doping, Struktur Kristal, Konstanta Dielektrik, Delafosit CuCr(1-x)FexO2±δ

Delafosit merupakan suatu senyawa yang mempunyai rumus kimia ABO2, dimana A adalah logam monovalen dan B adalah logam trivalen. Keunggulan dan keunikan sifat dari delafosit dapat dijadikan material termoelektrik dan juga sebagai Transparent Conducting Oxide (TCO) yang mempunyai keunikan transparansi optik yang tinggi bahkan mempunyai konduktifitas yang tinggi pula membuat delafosit menarik dikaji untuk lebih lanjut.

Bahan dasar Cr2O3, CuO dan Fe yang digunakan dengan tingkat kemurnian 99%. Sampel disintesis dengan metode reaksi padatan (solid state reaction) pada suhu sintering 11500C dengan waktu penahanan 12 jam. Sampel diukur nilai kapasitansinya dengan alat LCR meter untuk memperoleh nilai konstanta dielektriknya. Sampel dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) dan dianalisis dengan metode Rietvield yang memanfaatkan software GSAS, untuk mendapatkan informasi fasa, parameter kisi, volume sel, jarak antar atom, sudut antar atom.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kristal senyawa delafosit CuCr(1-x)FexO2±δ mengalami kenaikan akibat doping ion Fe3+ khususnya parameter kisi a, c dan volume dengan volume tertinggi sebesar 131,3990 Å3 pada tingkat konsentrasi x = 0,08. Hal ini terjadi karena jari-jari dopan Fe3+ lebih besar dari pada jari-jari ion Cr3+ sehingga struktur kristal megalami pengembangan pada parameter kisinya, khususnya disepanjang sumbu z dari bagian oktahedral. Pola konstanta dielektrik sebagai fungsi konsentrasi molar (x) berbanding terbalik dengan pola parameter kisi a, c dan volume. Konstanta dielektrik menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi molar (x), nilai terendah yang diperoleh sebesar 41,6 pada x = 0,08.


Related news items:
Newer news items:
Older news items:

 

Add comment

Security code
Refresh


UM | MIPA | Pimpinan UM | Elearning FMIPA | Physics Book